Banner Bawah

250 Relawan SOUL Community Bali & YCCK Gelar SOUL Action Bersihkan Pantai Kelan, Re-branding Kerja Bakt jadi Wisata Keluarga

Admin - atnews

2026-03-02
Bagikan :
Dokumentasi dari - 250 Relawan SOUL Community Bali & YCCK Gelar SOUL Action Bersihkan Pantai Kelan, Re-branding Kerja Bakt jadi Wisata Keluarga
SOUL Action Bersihkan Pantai Kelan (ist/Atnews)

Badung (Atnews) – SOUL Community wilayah Bali bersama Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK), Desa Adat Kelan, dan Pokdarwis Kelan menggelar aksi beach clean-up di Pantai Kelan, Minggu pagi (1/3). 

Kegiatan itu melibatkan lebih dari 250 relawan ditegaskan bukan sekadar bersih-bersih pantai, melainkan langkah nyata restorasi ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Kehadiran relawan sebanyak 250 saat bersih-bersih pantai itu. Diantara mereka 25% yakni anak-anak.

Bersih-bersih ini bukan bersih-bersih biasa, tetapi menawarkan cara pandang baru.

Nuansa di lapangan lebih bernuansa wisata bersih - bersih. Atau studi tour bersih-bersih bagi anak-anak. Beberapa keluar nampak full team mengajak orang tua (bapak ibu dan anak-nya). Hal itu seperti wisata pantai keluarga di hari minggu sambil merawat alam.

Pantai Kelan dikenal sebagai memiliki karakter arus laut yang membawa kiriman sampah hampir setiap hari, khususnya plastik. Tanpa penanganan berkelanjutan, garis pantai akan terus terpapar limbah industri dan rumah tangga. Kondisi ini membutuhkan pendekatan yang tidak instan dan tidak berhenti pada kegiatan simbolis.

Pembina YCCK Agung, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kesadaran komunitas dan tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan instan.

“Ini murni inisiatif komunitas. Kelan dipilih karena pantainya membutuhkan penanganan bersama yang tidak cukup kita kerjakan sekali saja. Seperti belajar spiritual, ini bukan proses instan. Yang lebih penting adalah kita bukan hanya memindahkan sampah, tetapi memutus mata rantai sampahnya,” ujarnya.

Berbeda dari kegiatan bersih pantai pada umumnya, SOUL Community menerapkan sistem pemilahan sejak awal.

Sampah organik seperti kayu, ranting, dan serabut kelapa tidak dimasukkan ke karung, melainkan dibiarkan sebagai bagian dari siklus alami ekosistem pantai. Sementara sampah anorganik dipilah secara detail, termasuk serpihan kecil plastik.

Maka dari itu, pihaknya menawarkan Re-branding "Kerja Bakti" menjadi "Wisata Keluarga". Secara tradisional, bersih-bersih lingkungan sering dianggap sebagai beban atau tugas warga yang membosankan.
​Kejernihan: Mengubahnya menjadi study tour atau wisata keluarga adalah strategi psikologis yang cerdas. Keluarga tidak lagi datang karena "terpaksa" oleh kewajiban sosial, tapi karena ingin menghabiskan waktu berkualitas (quality time) yang memiliki makna. Ini membuat gerakan lingkungan menjadi lifestyle, bukan sekadar aktivisme.

​Ada pula, Investasi Jangka Panjang pada 25% Anak-anak. Angka 25% itu signifikan. Bagi anak-anak, ini bukan "membersihkan pantai", ini adalah bermain sambil menyelamatkan dunia. Kejernihan: Ini tidak sedang membersihkan pantai untuk hari ini saja; kita sedang mencetak "sidik jari" kesadaran di ingatan anak-anak tersebut. Pengalaman sensorik (menyentuh pasir, melihat sampah, bekerja bersama orang tua) jauh lebih membekas daripada pelajaran teori lingkungan di sekolah.

​Selain itu, kehadiran sebagai bentuk kesadaran (awareness). Pihaknya menyebutkan bahwa ini adalah cara pandang baru. Kejernihan: Di sini, "Aksi" adalah pesan itu sendiri. Kehadiran 250 orang yang bersukacita melakukan hal yang biasanya dianggap kotor memberikan pesan kuat kepada pengunjung pantai lainnya: bahwa peduli pada alam itu menyenangkan, bukan menyusahkan.

Sementara itu, Perwakilan SOUL Community wilayah Bali, Andri, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk “triase lingkungan”.

“Membersihkan pantai bukan hanya soal estetika. Kita memilah mana yang menjadi nutrisi bagi bumi dan mana yang merupakan intrusi industri. Ini adalah langkah restorasi ekosistem,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas pelayanan terhadap alam yang bisa dilakukan.

“Pelayanan pada alam bukan sekadar memindahkan sampah, tapi mengembalikan ekosistem agar Pantai Kelan lebih sehat lagi. Kita melakukan dengan kesadaran dari pembelajaran hidup yang kita jalani.”

Komitmen keberlanjutan dibuktikan setelah kegiatan selesai. Perwakilan Soul Community Bali langsung membawa seluruh material anorganik yang telah dipilah ke TP3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) Sadu Kencana untuk diproses lebih lanjut.

Berdasarkan data penerimaan di TP3R, tercatat: 63 kampil, total berat 945 kilogram. Seluruhnya merupakan sampah anorganik murni yang telah dipilah dengan teliti, hingga serpihan kecilnya
Langkah ini memastikan bahwa sampah tidak berhenti di pengangkutan semata, tetapi benar-benar masuk ke proses pengolahan dan daur ulang.

“Semua peserta sangat teliti memilah, tidak sekadar memindahkan sampah. Ini usaha nyata untuk melindungi ekosistem dan memastikan sampah organik bisa terurai alami,” ungkap Agung.
Ia menambahkan bahwa keberlanjutan menjadi pembeda utama gerakan ini.

“Berkelanjutan artinya sampai ke proses pengolahan sampah. Bukan kegiatan sekali jalan.”


PLT Ketua Pokdarwis Made Eling Payana menyampaikan terima kasih atas inisiatif komunitas.

“Kami atas nama Desa Kelan dan Pokdarwis mengajak bapak ibu menyebarkan kebaikan ini ke masyarakat lain. Habit mencintai alam dimulai dari diri sendiri dan keluarga, mulai dari memilah sampah rumah tangga. Terima kasih sudah melakukan pelayanan di desa kami,” ujarnya.

Ia berharap energi positif dari kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi alam dan masyarakat.

Selain diikuti lebih dari 250 relawan, kegiatan ini juga melibatkan anak-anak. Bersih pantai diperkenalkan sebagai aktivitas rekreatif yang edukatif membentuk kebiasaan mencintai alam sejak dini.

Gerakan ini menjadi implementasi nyata prinsip spiritual yang diajarkan dalam komunitas: bahwa mencintai alam adalah bagian dari pelayanan kepada kehidupan.

Dengan 945 kilogram sampah yang berhasil dipilah dan diarahkan ke proses daur ulang, aksi di Pantai Kelan menjadi bukti bahwa perubahan dimulai dari kesadaran, kolaborasi, dan keberlanjutan. Dengan semangat melayani dan kolaborasi, gerakan ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen jangka panjang. YCCK dan SOUK Community memastikan pelayanan cinta bumi ini akan dilakukan secara rutin, sebagai bagian dari misi membangun kesadaran dan memutus mata rantai kerusakan lingkungan. Karena mencintai bumi bukan pilihan sesaat, melainkan tanggung jawab yang terus dijaga.

Kehadiran Yayasan Cahaya Cinta Kasih adalah organisasi sosial yang didirikan pada tahun 2012 oleh Bunda Arsaningsih. Yayasan ini bertujuan untuk melakukan kegiatan kemanusiaan dan membentuk karakter berdasarkan cinta kasih dengan metode SOUL yang mudah diterapkan.

Visi Yayasan Cahaya Cinta Kasih adalah melakukan kegiatan sosial secara berkala di lingkungan masyarakat dengan melibatkan berbagai komunitas, tenaga medis, serta relawan. Selain itu, yayasan juga memberikan pembelajaran metode SOUL kepada anak-anak sekolah guna membentuk karakter positif sejak dini. Melalui visi dan misinya, Yayasan Cahaya Cinta Kasih berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia.

Soul Action merupakan salah satu program dari Yayasan Cahaya Cinta Kasih yang menjadi wadah untuk mendorong aksi sosial bagi masyarakat. Melalui program ini, setiap individu dapat terlibat dalam kegiatan sosial dengan memberikan waktu, tenaga, maupun sumber daya yang dimiliki. Program Soul Action mencakup berbagai kegiatan sosial seperti bakti sosial, aksi lingkungan, kampanye sosial, kegiatan relawan, serta donor darah sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan. Soul Action percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. (Z/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Festival Balingkang Kintamani 2019 untuk Gaet Turis Tiongkok ke Bali

Terpopuler

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

Krisis dan Perang Timur Tengah 

Krisis dan Perang Timur Tengah 

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

Gubernur Koster Pimpin Gerakan Bersih Sampah, Total 27.500 Warga se-Bali Turun ke Lokasi

Gubernur Koster Pimpin Gerakan Bersih Sampah, Total 27.500 Warga se-Bali Turun ke Lokasi

Pulihkan Mandalika Pascabanjir, ITDC Fokus Bantuan Sosial dan Pemulihan Psikologis Anak

Pulihkan Mandalika Pascabanjir, ITDC Fokus Bantuan Sosial dan Pemulihan Psikologis Anak