Bupati Sutjidra Lakukan Peletakan Batu Pertama, Penataan Kawasan Lovina, Siapkan dana Rp 14,1 Miliar
Admin 2 - atnews
2026-03-04
Bagikan :
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra (ist/atnews)
Buleleng (Atnews) - Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra Wakil Bupati Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Gede Suyasa, bersama Forkopimda, melakukan peletakan batu pertama, menandai dimulainya penataan infrastruktur kawasan Wisata Lovina, dipantai Tasik Madu, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (3/3/2026).Upacara Ngeruwak dan Mecaru, peletakkan batu pertama penataan kawasan Lovina, bertepatan dengan purnana kesanga caka 1947.
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menjelaskan, bahwa kawasan wisata Lovina memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan yang perlu didukung dengan infrastruktur yang tertata dan memadai memadai, sehingga kawasan ini menjadi nyaman, indah dan asri. Menurut Bupati, penataan kawasan dilakukan secara bertahap dan terencana, sehingga nantinya mampu memberikan rasa aman, nyaman, serta daerah wisata yang berkualitas bagi wisatawan.
Kawasan ini nantinya dilengkapi tempat pertunjukan, kuliner, yang jelas, tanpa mengganggu kegiatan adat, di masyarakat. Karena menurut wisatawan, setiap orang yang ke Buleleng, ingin ke Lovina. Apalagi sudah terkenal dengan atraksi lumba-lumbanya. ”Karena ini adalah ikon pariwisata Buleleng. Lovina ditata agar jadi lebih spesial,” ucap Bupati Sutjidra."
Proyek Penataan Infrastruktur Kawasan Wisata Lovina, dengan nilai kontrak nencapai Rp14.173.125.432,32. Kontrak yang sudah resmi per Senin (2/3/), dengan masa pengerjaan 120 hari, maka pengerjaannya selesai pada Jumat (3/7).
”Yang mengerjakan local boy (kontraktor lokal). Empat bulan proyek ini eksekusi. Batasnya dari Jalan Mawar sampai tukad dekat Spice Beach. Sumber dananya dari BKK Badung,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, kepada wartawan.
Kadis Adiptha mengungkapkan bahwa penataan tersebut akan berjalan bertahap. Untuk tahap pertama, yang sedang dikerjakan, dilakukan perbaikan drainase dan Jalan Binaria-Mawar, kemudian revitalisasi sejumlah sungai di kawasan tersebut. Bahkan pedestrian yang sudah ada akan diperlebar ditambahkan lampu penerangan. “Itu sekaligus jogging track juga,” tambahnya.
Pelaku Pariwisata, Nyoman Arya Astawa yang sering disapa Mang Dauh mengatakan, bahwa proyek ini, sebagai gebrakan impian masyarakat di Kawasan Pantai Lovina. Sebab keinginannya adalah melihat Lovina tertata semakin baik, dari sebelum-sebelumnya. Apalagi berbicara sejarah, Pantai Lovina merupakan cikal bakal alias titik nol pariwisata di Buleleng.
”Dengan penataan ini, akan kembalikan marwah Lovina. Apalagi jadi barometer pariwisata di Buleleng. Ketika ditata, akan tambah daya tarik. Skala kunjungan disini jelas, tapi harus dibarengi dengan penataan. Dengan penataan kawasan Lovina ini, akan mampu meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke Buleleng.
Sementara itu, Ketua BPC PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa, mengapresiasi, mendukung atas program duet kepemimpinan Bupati Nyoman Sutjidra-Wakil Bupati Gede Supriatna, yang melakukan penataan infrastruktur kawasan Lovina di Tasik Madu, Desa Kaliasem ini.
"Gebrakan Ini yang kita tunggu-tunggu, karena Lovina merupakan embrio pariwisata di Buleleng. Wisatawan yang datang kalau ke Buleleng, sebelum menginjakkan kaki di Lovina, mereka menyatakan belum lengkap berada di Bali utara Buleleng," ucap Dewa Suhardipa.
Dewa Suardipa yang juga pelaku pariwisata ini, menuturkan, Kawasan Tasik Madu ini, memiliki nilai sejarah karna Anak Agung Panji Tisna yang merupakan keturunan ke-11 dari Dinasti Raja Buleleng di Bali utara, pada tahun 1959 sudah mendirikan Restoran Tasik Madu. Dewa Suardipa punya keyakinan setelah penataan infrastruktur dikawasan Wisata Lovina akan mampu menaikan arus kunjungan wisata di Buleleng. Bahkan dia berharap kedepan, akan berdiri kembali Restoran Tasik Madu di kawasan Lovina. (WAN/002)