Banner Bawah

Refleksi Raina Buda Kliwon Ugu, Kenang Kepemimpinan Rsi Markandya Pembawa Sastra Vaisnawa Paksa dari Odisha, Bhartiya India

Admin - atnews

2026-03-04
Bagikan :
Dokumentasi dari - Refleksi Raina Buda Kliwon Ugu, 
Kenang Kepemimpinan Rsi Markandya Pembawa Sastra Vaisnawa Paksa dari Odisha, Bhartiya India
Jro Gde Sudibya (ist/Atnews)

Oleh Jro Gde Sudibya
Hari Rabu, 4 Maret 2026 raina Buda Kliwon Ugu, piodalan ring Pura Bale Agung Taro - Pura Gunung Raung, Desa Taro. Piodalan yang unik, di masa lalu, puncak piodalan hanya berlangsung sekitar satu jam dari pukul 23.00 - 24.00 wita, "diakhiri" prosesi tari sakral oleh pragina setempat.

Desa Taro, Pura Bale Agung Taro, selalu mengingatkan krama Bali akan perjalanan "final" di jagat mayapada Rsi Markandya. 

Rsi Markandya bermakna otentik seorang insan manusia yang "menang" melawan kematian. Jiwa yang abadi, yang selalu hadir ke dunia memberi spirit bagi insan- insan manusia yang berada di "jalur" yang sama.

Nampak tilas perjalanan Sang Rsi di Jawa terlebih-lebih di Bali, selalu memberikan kesadaran akan sari pati kehidupan Sang Rsi yang memberikan inspirasi kepemimpinan bagi insan-insan manusia yang "berguru" dalam jalan kehidupannya.

Inspirasi kehidupan dan kepemimpinan yang menjadi semakin relevan di tengah multi krisis yang sedang menimpa Bali.

"Gumine benyah latig" dengan kerusakan alam yang tidak terpanai, nyaris tidak bisa dipulihkan. Krisis akut keteladan pada hampir semua lapisan kepemimpinan. 

Etika moral berada di titik nadirnya, tanpa rasa bersalah,dengan "pesta" kehidupan yang sarat dengan kemelekatan kesenangan, ekspresi Ahamkara, "nyapa kadi aku", "buta bongol". Manusia dengan kualifikasi "Togog", mati secara rohani.

Sari pati kepemimpinan Sang Rsi, menyebut beberapa, pertama, kepemimpinan yang belajar dari Alam, rendah hati, respek pada Alam dan larangan keras mengganggu keseimbangan Alam. 

Kedua, kepemimpinan pemberi teladan, kemudian secara bertahap mundur ke belakang, memberikan tuntunan dari belakang. Dalam perspektif kepemimpinan modern, menjadi gembala buat rakyatnya. 

Jejak kepemimpinan ini sangat nyata dalam kepemimpinan melegenda dalam Sistem Subak. Ketiga, kepemimpinan adalah sebuah kesempatan emas untuk melakukan pendakian rohani, menuju Pembebasan Diri, meninggalkan jejak spirit bagi pengembangan ethos kerja bagi rakyatnya. 

Tafsir dalam bahasa ke kinian, spiritual based leadership, memberikan penyadaran dalam kosa kata budaya Bali membuat masyarakat menjadi sadar JAGRA. 

Keempat, melahirkan jejak peradaban dan kemudian kebudayaan yang merupakan perpaduan, sebut saja dalam bahasa sederhananya "simbiose multualistis" antara sistem keyakinan Tuhan Wisnu, Vaishnawa Paksa, yang dibawa dari Odisha, Bhartiya (nama otentik dari benua India) dengan kearifan lokal membumi ring Tanah Bali. Sang Rsi, "arsitek" unggul dalam proses sinkronisasi besar nan mulya ini.

*) Jro Gde Sudibya, salah seorang pendiri, sekretaris dari Kuturan Dharma Budaya, LSM yang memasyarakatkan pemikiran Mpu Kuturan Raja Kertha.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Dukungan TNI di Wilayah Bencana Untuk Wujudkan Stabilitas Sosial Masyarakat

Terpopuler

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

DPRD Buleleng Sepakat Tiga Ranperda Inisiatif Dilanjutkan Ke Tahap Pembahasan Berikutnya

DPRD Buleleng Sepakat Tiga Ranperda Inisiatif Dilanjutkan Ke Tahap Pembahasan Berikutnya

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Perang Eksplosif AS, Israel - Iran, Risikonya untuk Industri Pariwisata Bali

Perang Eksplosif AS, Israel - Iran, Risikonya untuk Industri Pariwisata Bali

Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

Resmi Terbentuk, FAJI Buleleng Jajal Tukad Banyumala

Resmi Terbentuk, FAJI Buleleng Jajal Tukad Banyumala