Banner Bawah

Krisis Menuju Kritis

Admin 2 - atnews

2026-03-06
Bagikan :
Dokumentasi dari - Krisis Menuju Kritis
Ilustrasi (ist/atnews)

Oleh Gede Pasek Suardika

Uji coba sebuah negara akan terlihat dari bagaimana kondisi negara tersebut ketika menghadapi krisis yang mendadak terjadi. Hal ini juga bisa dilihat di Indonesia. 

Pernyataan Menkeu Purbaya dulu saat bicara di ruang sidang di DPR RI yang mengatakan Pertamina punya kilang minyak tapi anehnya setiap tahun ada saja yang terbakar dan anehnya tidak pernah berhasil membangun kilang minyak yang baru. 

Ini tentu modus mafia minyak yang menguasai Indonesia selama ini. Mafia minyak tidak sekadar memainkan Pertalite jadi Pertamax dan lainnya. Tapi juga memainkan cadangan minyaknya.

Padahal di usia 68 tahun Pertamina seharusnya masalah ini tidak terjadi. Kini dengan enteng sebutkan bisa beli minyak tapi penampungan tidak siap. Jadi nafas negara ini dihitung 20 harian, dan tentu stok bisa diisi lagi hanya sangat riskan ketika kasus Selat Hormuz terjadi. Saat ini saja dua kapal Pertamina tertahan disana akibat larangan lewat oleh Iran.

Jika ini terjadi dalam jangka waktu panjang memang akan ada yang booming yaitu mobil listrik. Karena transportasi akan berpindah ke energi listrik akibat kelangkaan BBM. Tetapi perekonomian tetap goncang karena terjadi tidak.lewat perencanaan tetapi lewat skea dadakan akibat krisis.

Di sisi lain, krisis lanjutan adalah semakin lemahnya penilaian posisi ekonomi Indonesia oleh berbagai lembaga kredibel. Dan ini bisa berdampak kontraksi ekonomi yang nyata di sektor riil. Lembaga Fitch dan Moodys sudah melabelkan negatif untuk investasi. 

Setelah rupiah yang melemah dengan mata uang asing manapun dan itu sama ketika di era menjelang reformasi lalu, juga tidak maksimalnya bergerak sektor riil. Di sisi lain sektor pariwisata sudah masuk fase rentan terlebih setelah perang AS Israel melawan Iran yang telah mempersulit bandara hub di kawasan Timur Tengah seperti Doha, Abu Dhabi, Dubai dan lainnya menjadi penghubung Eropa dengan Asia termasuk Indonesia. Ekonomi kita sudah masuk fase krisis yang jika tidak memiliki obat yang tepat akan naik menjadi fase kritis. Jika fase kritis tidak juga teratasi maka ujungnya nanti kolaps. Dan jika kolaps terjadi maka politik akan goncang. 

Oleh karenanya, perlu langkah yang serius, hati-hati, terukur, tetapi juga berani untuk mengatasi hal ini. Yang terpenting jangan terlalu berburu di rakyat lewat aneka pajak. Sebab itu membuat rakyat makin terluka dalam krisis. 

Saya yakin pemerintah sudah memikirkan hal ini, semoga saja bisa teratasi.

Salam Kebangkitan Nusantara (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Musisi Gus Teja Ikuti Tradisi "Siat Api" Penetral Kekuatan Negarif

Terpopuler

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

Faisol Nurofiq Ungkap TPA Suwung Overloaded dan Tengah Penyidikan Kementerian LH

Faisol Nurofiq Ungkap TPA Suwung Overloaded dan Tengah Penyidikan Kementerian LH

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

Krisis dan Perang Timur Tengah 

Krisis dan Perang Timur Tengah 

Perang Eksplosif AS, Israel - Iran, Risikonya untuk Industri Pariwisata Bali

Perang Eksplosif AS, Israel - Iran, Risikonya untuk Industri Pariwisata Bali