Oleh Ashwini Guruji, Dhyan Ashram
Seperti yang telah kita bahas di artikel sebelumnya, amarah bisa merusak tubuh karena menguras vital prana (kekuatan hidup) dan cairan. Di artikel tersebut kita juga sudah menyinggung beberapa resep pengobatan Ayurveda untuk menenangkan diri. Sekarang, mari coba beberapa gerakan yoga dari Sanatan Kriya yang bisa membantu meredakan amarah.
Setiap kali Anda merasa marah, duduk bersila dan tarik napas dalam-dalam. Letakkan kedua tangan di dekat dada dengan telapak menghadap ke luar. Tarik napas dalam-dalam dan lalu saat menghembuskan napas dorong udara ke depan menggunakan telapak tangan dengan kekuatan bahu. Gerakan ini sebaiknya pendek saja, jangan luruskan tangan sepenuhnya. Ulangi gerakan ini sebanyak 7 kali.
Selanjutnya, angkat kedua tangan Anda lalu turunkan dengan cepat seolah-olah sedang menarik tali. Hembuskan napas dengan kuat sambil mengepalkan dan menurunkan tangan. Kemudian, satukan tangan di depan dada dan rentangkan ke samping sambil mendorongnya ke ke kiri dan kanan. Hembuskan napas dengan kuat saat melakukan gerakan ini.
Saat melakukan gerakan-gerakan ini, bayangkan Anda melakukannya kepada orang yang membuat Anda marah. Dalam beberapa menit, amarah Anda akan hilang dan perasaan menjadi tenang, seperti permukaan laut yang tenang.
Bayangkan Anda sangat marah hingga ingin memukul atau mendorong seseorang. Dengan melakukan gerakan-gerakan ini, Anda bisa melepaskan amarah Anda di dimensi energi halus (eterik) tanpa menyakiti orang tersebut. Gerakan-gerakan ini memang dapat meredakan amarah Anda, tapi detak jantung bisa meningkat. Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkannya dengan pranayama pendingin.
Duduklah bersila dengan tulang belakang lurus. Gulung lidah Anda perlahan seperti sedotan, dorong keluar dari mulut, dan tarik napas melalui lidah. Masukkan lidah kembali ke dalam mulut, lalu hembuskan napas secara perlahan. Ini adalah pranayama pendingin yang membantu Anda menjadi rileks. Teknik ini juga menyeimbangkan suhu tubuh dengan mendinginkan udara yang masuk melalui lidah.
Udara dingin memiliki efek langsung pada area timus (kelenjar kecil di dada), yang mengatur kekebalan tubuh dan mekanisme darah Anda. Karena udara dingin dapat membuat tenggorokan kering, kita perlu melakukan ujjai pranayama untuk melumasi tenggorokan.
Untuk melakukannya, pegang tenggorokan dengan ujung jari seolah menekannya sedikit, hingga glotis (pembukaan pita suara) tertutup sebagian. Sambil bernapas normal, buat suara desisan lembut saat udara melewati tenggorokan. Suara ini sebaiknya rendah dan stabil. Lanjutkan bernapas seperti ini sampai napas terasa tenang dan rileks. Jika Anda mengecek denyut nadi beberapa saat kemudian, Anda akan melihat detak jantung menurun drastis.
Bindu visarg adalah nektar yang menetes dari mahkota kepala dan biasanya diserap di tingkat chakra Manipurak untuk memberi energi bagi aktivitas sehari-hari. Dengan menahan tenggorokan sedikit, nektar ini dapat tetap berada di tenggorokan dan memberi nutrisi serta menyegarkan area tersebut.
Disarankan untuk mengunjungi Dhyan Foundation terdekat agar dapat mempelajari dan mempraktikkan asana serta pranayama ini dengan benar.
*) Ashwini Guru Ji adalah energi sekaligus inspirasi di balik berbagai inisiatif Dhyan Foundation. Beliau merupakan Cahaya Penuntun bagi Dhyan Foundation dan pakar ilmu Veda. Bukunya, Sanatan Kriya, The Ageless Dimension, adalah tesis tentang anti-penuaan yang diakui. Dhyan Foundation secara rutin menyelenggarakan sesi Sanatan Kriya di berbagai belahan dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.dhyanfoundation.com atau kirim email ke @dhyanfoundation.com.