Banner Bawah

Perang Teknologi Barat vs Timur

Admin 2 - atnews

2026-03-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Perang Teknologi Barat vs Timur
Gede Pasek Suardika (ist/atnews)

Oleh Gede Pasek Suardika

Selalu menarik mendiskusikan hal-hal seputar peperangan AS Israel melawan Iran. Kalau ini bisa diulas soal bagaimana muncul kesan adu kecanggihan teknologi perang Barat melawan Timur. 

Kita mulai ulas posisi tale of the tape masing - masing. AS Israel dalam posisi top form dengan segala persenjataan canggihnya dan kehebatannya baru saja diuji di Venezuela dimana ditaklukan tanpa darah dan bom serta langsung Presiden Venezuela Maduro dicokok AS. 

Lawannya Iran dalam posisi diembargo 47 tahun, ekonominya morat marit bahkan nilai mata uangnya terhadap dollar sudah nol. Didalam negeri ada perlawanan dari Suku Kurdi dan juga kubu Reza Pahlevi. Dalam posisi downform berat. 

Berbagai tekanan diplomatik dan psikologis terus dilakukan AS dan Israel kedalam negeri Iran dan ternyata belum tumbang juga kepemimpinan Ayatollah Ali Khameini dan ICRG-nya. Akhirnya lewat kekuatan intelijen yang canggih dan terukur, AS Israel memulai peperangan dan langsung membidik pemimpin tertinggi Iran dan bhummmm..! Ayotullah Ali Khameini tewas bersama orang kepercayaan hingga cucunya. 

Publik mengira perang segera usai dan Presiden AS Donald Trump sudah ultimatum untuk menyerah. Tetapi ternyata kehilangan pemimpin tertinggi bukan memyelesaikan masalah dengan cepat. Publik salah hitung. Justru kematian pemimpin tertinggi meningkatkan daya juang dan perlawanan Iran. Rumus yang jarang terjadi.

Justru perlawanan Iran yang sesungguhnya terjadi setelah kematian pemimpin tertingginya. Serbuan dengan persenjataan jarak jauh menghujam langit Israel dan Israel dengan teknologi Iron Dome-nya banyak mampu mengintersep di udara tetapi banyak juga yang jatuh mengenai sasaran di darat. 

Yang mengagetkan adalah bidikan Iran yang mematikan kepada sasaran markas militer tercanggih AS di kawasan Teluk. Basis pangkalan angkatan laut AS di Bahrain dihancurkan, pertahanan tercanggih di Qatar dihancurkan peralatan radar super mahalnya, di UAE, Arab Saudi semua sama. Semua dihancurkan dengan serangan yang presisi di jantung operasi peperangan canggih yang dimiliki AS. Akibatnya praktis AS harus menggunakan basis kapal induk dan satelitnya saja untuk mengkoordinasikan peperangan.

Pertanyaannya bagaimana mungkin Iran bisa melakukan itu? Sementara jaringan internet sudah dilumpuhkan terlebih dahulu. Ternyata jauh sebelumnya Iran telah bekerjasama dengan sekutunya China dan Russia untuk urusan navigasi perang ini. Iran tidak mengandalkan teknologi GPS tetapi Beidou China. Ketika Starlink Elon Musk dipakai lawan usai internet di Iran dimatikan untuk meredam aksi demontrasi, diganggu dengan alat intersep gelombang milik Russia. 

Banyak pengamat militer menduga dibalik misterinya Russia dan China dalam perang kali ini ternyata melakukan pertolongan dalam diam. Seluruh perangkat navigasi peperangan dan informasi intelijen diolah dari teknologi dua negara ini. Untuk navigasi serangan sepenuhnya dipandu lewat satelit - satelit China. 

Perang habiskan stok drone dan rudal lama telah usai dilakukan. Meminjam istilah Menlu Iran. Dan kini berlanjut dengan teknologi rudal cluster maupun hypersonic yang begitu membuat penasaran semua negara akan kecanggihan rudal ini. Rudal ini sudah dicobakkan ke Israel dimana Iron Dome tidak mampu mencegahnya lagi. Sebab rudal ini bekerja begitu mendekati titik sasaran memecah dirinya menjadi banyak ke banyak titik serangan sehingga intersep lawan kebingungan mana yang harus ditangkal. 

Di sisi lain, ketika AS mengklaim berhasil menenggelamkan kapal tempur Iran di dekat perairan Sri Langka malah dicemooh karena kapal itu baru usai ikuti acara pawai atau parade maritim di India dan tanpa persenjataan dan AS menyerangnya dari Kapal Selam. Bukan kapal yang bersiap bertempur. 

Bagaimana ekonomi Iran yang kasat mata porakporanda tersebut bisa memberikan perlawanan melawan negara adikuasa? Ternyata Iran telah bermigrasi ekonomi internasionalnya menggunakan bitcoin. Segala transaksi internasionalnya memang tidak lagi menggunakan USD tetapi bitcoin. Dari situlah transaksi jual beli internasional Iran berjalan tanpa dideteksi AS dan sekutunya. Salah menghitung daya tahan Iran yang terlihat lemah baik kondisi politik dan ekonomi ternyata mereka tetap eksis dengan bermigrasi basis transaksinya. 

Kita tidak tahu berapa lama Iran akan bertahan dan berapa biaya yang dihabiskan AS dan Israel untuk menaklukan Iran yang hingga kini belum juga takluk. Iran memang terus dibombardir oleh AS dan Israel dan sampai saat ini Iran masih terus bisa membalas menyasar tempat tempat strategis milik AS dan Israel di kawasan Teluk. Kita juga belum tahu kapan pasukan AS Israel mendarat di bumi Pertiwi Iran untuk menguasai negara tersebut atau malah bulan depan pamit pulang karena gagal. 

Yang menarik dikaji, walau negaranya terkena serangan tetapi baik Bahrain, Qatar, UAE, Arab Saudi, Kuwait dan lainnya tidak ikut menyerang Iran. Mereka memilih bersiap di negara masing - masing tidak membalas. Apalagi pangkalan Inggris di Cyprus maupun Kilang Minyak Aramco Arab Saudi yang awal dituduhkan ke Iran kini diketahui propaganda False Flag alias bukan dari Iran. Itu juga yang salah satunya membuat Inggris enggan mengikuti Trump untuk bergabung berperang.

Tetapi yang pasti, semua ini seakan mempertontonkan bagaimana pertarungan teknologi perang asimetris offensif dari teknologi Barat yang diwakili AS dan Israel melawan teknologi Timur yang diwakili Iran dan China. 

Sementara Russia berada dari FlDunia Barat hingga juga Timur. Dari St Petersburg yang masuk Barat sampai Vladivostok yang masuk Timur. Dan semua negara di dunia juga belajar dari pertarungan ini untuk membuat kebijakan pertahanan dalam negerinya. (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Jalan Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam

Terpopuler

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

Rakor Percepatan Penanganan Sampah, ​Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim

Rakor Percepatan Penanganan Sampah, ​Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

DPRD Buleleng Sepakat Tiga Ranperda Inisiatif Dilanjutkan Ke Tahap Pembahasan Berikutnya

DPRD Buleleng Sepakat Tiga Ranperda Inisiatif Dilanjutkan Ke Tahap Pembahasan Berikutnya

Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

Krisis dan Perang Timur Tengah 

Krisis dan Perang Timur Tengah