Banner Bawah

Surat Perintah Sebelas Maret ( Supersemar): Titik Balik Sejarah Indonesia

Admin 2 - atnews

2026-03-08
Bagikan :
Dokumentasi dari - Surat Perintah Sebelas Maret ( Supersemar): Titik Balik Sejarah Indonesia
DR Putra Wijaya (ist/atnews)

Oleh DR Putra Wijaya

Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) 1966 adalah momen krusial dalam sejarah Indonesia yang menandai peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru. Ditandatangani pada 11 Maret 1966 di Bogor, surat ini memberi mandat kepada Letjen Soeharto untuk memulihkan keamanan pasca G30S/PKI.

Cerita dimulai dari peristiwa G30S/PKI 1965 yang memicu krisis keamanan dan ketidakstabilan pemerintahan. Demonstrasi besar-besaran mahasiswa (KAMI, KAPPI) pada awal 1966 menuntut pembubaran PKI, pembersihan kabinet, dan penurunan harga (Tritura). Soekarno, yang saat itu masih menjadi Presiden, merasa perlu mengeluarkan surat perintah untuk mengatasi situasi yang tidak terkendali.

Pada 11 Maret 1966, Soekarno memanggil tiga panglima angkatan (Soeharto, Amir Machmud, dan Basuki Rachmat) ke Istana Bogor. Dalam pertemuan itu, Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret yang memberi mandat kepada Soeharto untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk menjamin keamanan, ketenangan, dan kestabilan jalannya pemerintahan serta revolusi.

Surat Supersemar berisi tiga poin utama:
1. Mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk menjamin keamanan, ketenangan, dan kestabilan jalannya pemerintahan serta revolusi.
2. Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan panglima angkatan lain.
3. Melaporkan segala sesuatu yang bersangkut paut dengan tugas tersebut.

Soeharto menggunakan surat ini sebagai dasar membubarkan PKI pada 12 Maret 1966 dan menangkap 15 menteri pendukung G30S. Namun, naskah asli Supersemar tidak ditemukan hingga kini, memicu perdebatan tentang keaslian dan tujuan surat ini. Ada spekulasi bahwa Soekarno berada dalam tekanan saat menandatangani surat tersebut.

Supersemar menjadi tonggak peralihan kekuasaan yang mengakhiri era pemerintahan Presiden Soekarno dan melahirkan Orde Baru. Orde Baru kemudian berkuasa selama lebih dari 30 tahun, hingga lengser pada 1998.

*) DR Putra Wijaya ( Wakil DHD Angkatan 45 Prov Bali, yangg juga Ketua YPLP PGRI Kabupaten Badung) 


Baca Artikel Menarik Lainnya : Penumpang di Bandara Ngurah Rai naik 14.75 persen Januari 2019

Terpopuler

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

Rakor Percepatan Penanganan Sampah, ​Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim

Rakor Percepatan Penanganan Sampah, ​Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

DPRD Buleleng Sepakat Tiga Ranperda Inisiatif Dilanjutkan Ke Tahap Pembahasan Berikutnya

DPRD Buleleng Sepakat Tiga Ranperda Inisiatif Dilanjutkan Ke Tahap Pembahasan Berikutnya

Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

Krisis dan Perang Timur Tengah 

Krisis dan Perang Timur Tengah