Air Sumber Kehidupan, Masyarakat Hindu Antusias Ikut Mapakerti Ayuning Danu di Danau Batur dan Beratan
Admin 2 - atnews
2026-03-08
Bagikan :
Upacara Mapakerti Ayuning (ist/atnews)
Tabanan (Atnews) - Upacara Mapakerti Ayuning Danu di Danau Batur, Kintamani, Bangli, dan di Danau Beratan, Baturiti, Tabanan, hari Minggu tanggal 8 Maret 2026 dilaksanakan secara bersamaan.
Selain Pakelem, upacaca juga diisi dengan pelepasan bibit ikan, bersih-bersih, dan penanaman pohon khusus upacara.
Untuk di Tabanan, acara dimulai pukul 09.30 yang ditandai dengan penanaman tujuh pohon cempaka dan sandat di luar Puru Ulun Danu Beratan, Bedugul. Mereka yang menanam pohon di antaranya Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI Purnawirawan Wisnu Bawa Tenaya, dan Ketua Umum Darma Santi Nasional Marsda TNI Purnawirawan I Made Susila Adnyana.
Sebelum Pakelem, peserta Mapakerti Ayuning Danu yakni para pejabat, pengurus PHDI, WHDI, PNS dan masyarakat Bali, sembahyang di Pura Ulundanu Beratan.
Dalam kesempatan itu Wabup Tabanan I Made Dirga mengungkapkan upacara Mapakerti Ayuning Danu merupakan Yadnya yang memiliki makna sangat mendalam dalam ajaran Hindu.
Upacara ini merupakan ungkapan rasa bakti dan syukur umat manusia ke hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam menifestasinya sebagai Dewa Wisnu yang berstana pada sumber-sumber air.
Dalam kehidupan masyarakat Bali, danau atau air merupakan sumber utama kehidupan, tak hanya sebagai kebutuhan dasar manusia tapi juga sebagai sumber kehidupan pertanian, lingkungan dan seluruh eskosistem alam.
Dalam upacara Mapakerti Ayuning Danu umat Hindu memohon agar air tetap suci dan lestari. Alam semesta senantiasa berada dalam keseimbangan dan kehidupan manusia dianugerahi kerahayuan dan kesejahteraan.
Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya menambahkan sumber-sumber air, terutama danau, mesti dijaga dengan baik karena umat manusia lahir dari unsur air.
Dengan air jernih dan udara yang bersih tentu akan sangat membantu masyarakat luas dalam menjalani kehidupan di dunia ini.
Ketua Umum Dharma Santi Nasional I Made Susila Adnya menyampaikan puji syukur karena seluruh rangkaian acara menyambut hari suci Nyepi ini berjalan aman dan lancar. Masyarakat tumpah-ruah menghadiri upacara ini, bahkan di Danau Batur hingga mencapai lima ribu krama atau warga.
Upacara Mapakerti Ayuning Danu sengaja digelar di dua danau besar ini, tanpa mengabaikan danau yang lain, karena memberi penghidupan yang luar biasa bagi masyarakat Bali.
Dia berharap upacara semacam ini digelar secara berkelanjutan sehingga upaya melestarian sumber-sumber air benar-benar tercapai. Sedangkan di Bangli, kegiatan dipimpin Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati I Wayan Diar, serta dihadiri unsur Forkopimda, termasuk kapolres dan dandim. Acara dimulai dengan aksi bersih sampah di empat titik kawasan danau yakni di jaba Pura Ulun Danu Songan, Pura Jati, Dermaga Kedisan, serta Desa Trunyan.
Sebanyak lima ribu lebih peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Setelah bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan mapakelem di Pura Ulun Danu Songan, Batur, Kintamani, dan terakhir muspa bersama.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional kebersihan lingkungan yang dimulai sejak sepekan sebelumnya. Jika sebelumnya difokuskan pada pembersihan sungai, maka kali ini kegiatan dilakukan secara menyeluruh di kawasan Danau Batur.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penebaran 10 ribu benih ikan nila, serta penuangan sekitar seribu liter ecoenzym ke perairan danau untuk membantu menjaga kualitas air.
Upaya ini diharapkan dapat mendukung kelestarian ekosistem Danau Batur sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. Bupati Bangli menegaskan bahwa Danau Batur memiliki peran penting sebagai sumber air bagi Pulau Bali, sehingga kelestariannya harus dijaga secara bersama-sama. (Z/002)