Badung (Atnews) - Pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali melaksanakan media gathering dan buka bersama terkait akan digelarnya Posko Nyepi dan Lebaran bertempat di Novotel Hotel Bandara Ngurah Rai, Minggu, (8/3).
Hadir dalam acara ini General Manager Angkasa Pura Nugroho Jati, didampingi Deputy Guntoro serta pejabat lainnya.
GM Nugroho Jati menjelaskan, dalam perayaan Nyepi dan Idul Fitri tahun ini yang jatuhnya secara bersamaan pihaknya akan membuka Posko untuk keamanan dan kenyamanan penumpang maupun di Bandara baik untuk kedatangan maupun keberangkatan.
Posko ini akan dibuka mulai dari tanggal 13 Maret sampai 30 Maret 2026 dan akan difokuskan di dua lokasi.
Pertama untuk di kedatangan pesawat domestik sebagai Posko Utama dan Posko Lalu lintas yang lokasinya di sebelah barat pintu masuk Bandara.
Kendati sejak Januari trafik mengalami penurunan, namun pihaknya optimis jumlah penumpang akan mengalami lonjakan sebesar 1 prosen.
Hal ini mengingat serta didukung oleh beberapa kegiatan yaitu liburan Nyepi dan sekolah yang dapat meningkatnya jumlah pwnumpang.
Disamping itu pula sudah ada permintaan dari 4 maskapai penerbangan untuk penambahan rute Jakarta (Cengkareng), Surabaya, Labuhan Bajo dan Balikpapan.
Sehingga sejak Posko dibuka mulai 13/3 sampai 30/3 periode Nyepi dan Lebaran total penumpang diprediksi akan mencapai sebanyak 1.130.436 orang dengan total pesawat sebanyak 6.742 pergerakan.
"Inilah yang menyebabkan kami pesimis jumlah penumpang akan meningkat, " Ujar Nugroho.
Nugroho Jati juga menjelaskan, prediksi puncak sebelum Lebaran terjadi yaitu hari Rabu tanggal 18/3 total jumlah penumpang alan mencapai sebanyak 71.444orang.
Sedangkan sebagai puncak setelah Lebaran terjadi yaitu hari Sabtu tanggal 28/3 total jumlah penumpang akan mencapai 73.704 orang.
Baik itu dalam menyambut Nyepi dan Lebaran Idul Fitri tahun ini selain membentuk Posko sudah dilakukan berbagai upaya termasuk kolaborasi dengan semua stakeholder lainnya di Bali.
Sehingga kegiatan Nyepi dan Lebaran di Bali dapat berlangsung secara aman dan lancar. Termasuk juga antisipasi terhadap cuaca yang terjadi di Bandara selama Nyepi dan Lebaran.
Menjawab beberapa pertanyaan Nugroho mengatakan, dampak terjadinya perang di Iran bisa dipastikan di Bali aman.
Karena sampai saat ini wisatawan asal Australia masih mendominasi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.
"Pariwisata Bali aman meski perang terjadi, " Ucap Nugroho.
Ia pun belum bisa memprediksi jumlah penumpang yang bwekunjung ke Bali akibat terjadinya perang
"Angka pastinya jumlah penumpang yang terdampak belum bisa diidentifikasi secara persis, " demikian Nugroho Jati. (Mur/002).