Oleh Jro Gde Sudibya
Dalam filsafat Veda/Vedanta amat sangat kaya tentang sastra kehidupan tentang nilai kemanusiaan, perbedaan dan solidaritas sosial.
Bagaimana kearifan kehidupan (great wisdoms) memberikan tuntutan kehidupan dalam mengelola perbedaan.
Mampu mencari alternatif resolusi konflik, dalam spirit "meparo dharma" berbagi kebenaran.
Wiracarita Ramayana dan Maha Baratha, tamsilnya memberikan samudra pengetahuan yang "tak lelang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan" tuntutan hidup yang abadi, dalam.melokoni dan memaknai kehidupan.
Wira cerita ini bukanlah sastra pajangan, tetapi semestinya mampu mentransformasi diri, untuk menjadi orang bijak Sang Sajnana.
Umat Hindu terutama para "pentolan" pemimpinnya, semestinya memperkuat lembaga keagamaannya seperti PHDI untuk diisi oleh putra-putri terbaik umat.
Bukan sekadar lembaga yang dikelola sambil lalu, sekadar ada, sekadar eksis dengan kinerja seadanya.
PHDI mesti kuat, program dan kinerjanya menjadi tumpuan harapan bagi umat untuk melindungi kepentingan mereka, dalam konteks memperbaiki posisi tawar umat dalam berelasi dengan kekuasaan.
Sebagaimana dinyatakan oleh ilmuwan sosial AS Prof. Samuel Huntington dalam bukunya yang monumental "Conflict Civilisation and Re Making of Word Order". Thesisnya menyatakan, konflik global berbasis SARA.
Dalam fenomena global seperti ini PHDI semestinya diperkuat, diberdayakan, bukan sebaiknya dilemahkan, "dipecahkan belah" dengan motif nafsu syahwat kekuasaan.
Umat Hindu yang jumlahnya relatif sedikit tidak becus mengelola persoalan internalnya. Bagaimana lembaga umat mampu meningkatkan posisi tawar berhadapan dengan kekuasaan untuk melindungi kepentingan umat. Dalam fenomena global, jika merujuk thesis Prof.Huntington dari Harvard, konflik peradaban berbasis SARA. Momentum umat Hindu berbenah dalam organisasi keagamaanya.
Umat Hindu yang jumlahnya relatif sedikit tidak becus mengelola persoalan internalnya.
Bagaimana lembaga umat mampu meningkatkan posisi tawar berhadapan dengan kekuasaan untuk melindungi kepentingan umat.
Dalam fenomena global, jika merujuk thesis Prof.Huntington dari Harvard, konflik peradaban berbasis SARA.
Momentum umat Hindu berbenah dalam organisasi keagamaanya.
*)Jro Gde Sudibya, Intelektual Hindu, Pengamat Kecenderungan Masa Depan.