Banner Bawah

Kontroversi Perayaan Hari NYEPI, Umat Hindu Mesti Berbenah dalam Kepemimpinan Umat

Admin 2 - atnews

2026-03-11
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kontroversi Perayaan Hari NYEPI, Umat Hindu Mesti Berbenah dalam Kepemimpinan Umat
Ilustrasi (ist/atnews)

Oleh Jro Gde Sudibya

Dalam filsafat Veda/Vedanta amat sangat kaya tentang sastra kehidupan tentang nilai kemanusiaan, perbedaan dan solidaritas sosial. 

Bagaimana kearifan kehidupan (great wisdoms) memberikan tuntutan kehidupan dalam mengelola perbedaan. 

Mampu mencari alternatif resolusi konflik, dalam spirit "meparo dharma" berbagi kebenaran.

Wiracarita Ramayana dan Maha Baratha, tamsilnya memberikan samudra pengetahuan  yang "tak lelang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan" tuntutan hidup yang abadi, dalam.melokoni dan memaknai kehidupan. 

Wira cerita ini bukanlah sastra pajangan, tetapi semestinya mampu mentransformasi diri, untuk menjadi orang bijak Sang Sajnana.

Umat Hindu terutama para "pentolan" pemimpinnya, semestinya memperkuat lembaga keagamaannya seperti PHDI untuk diisi oleh putra-putri terbaik umat. 

Bukan sekadar lembaga yang dikelola sambil lalu, sekadar ada, sekadar eksis dengan kinerja seadanya.  

PHDI mesti kuat, program dan kinerjanya menjadi tumpuan harapan bagi umat untuk melindungi kepentingan mereka, dalam konteks memperbaiki posisi tawar umat dalam berelasi dengan  kekuasaan.

Sebagaimana dinyatakan oleh ilmuwan sosial AS Prof. Samuel Huntington  dalam bukunya yang monumental "Conflict  Civilisation and Re Making of Word Order". Thesisnya menyatakan, konflik global  berbasis SARA.

Dalam fenomena global seperti ini PHDI  semestinya diperkuat, diberdayakan, bukan sebaiknya dilemahkan, "dipecahkan belah" dengan motif nafsu syahwat kekuasaan.

Umat Hindu yang jumlahnya relatif sedikit tidak becus mengelola persoalan internalnya. Bagaimana lembaga umat mampu meningkatkan posisi tawar berhadapan dengan kekuasaan untuk melindungi kepentingan umat. Dalam fenomena global, jika merujuk thesis Prof.Huntington dari Harvard, konflik peradaban  berbasis SARA. Momentum umat Hindu  berbenah dalam organisasi keagamaanya.

Umat Hindu yang jumlahnya relatif sedikit tidak becus mengelola persoalan internalnya. 

Bagaimana lembaga umat mampu meningkatkan posisi tawar berhadapan dengan kekuasaan untuk melindungi kepentingan umat. 

Dalam fenomena global, jika merujuk thesis Prof.Huntington dari Harvard, konflik peradaban  berbasis SARA.

Momentum umat Hindu berbenah dalam organisasi keagamaanya.

*)Jro Gde Sudibya, Intelektual Hindu, Pengamat Kecenderungan Masa Depan.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kasum TNI Keynote Speech Rakornas Penanggulangan Bencana di Surabaya

Terpopuler

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

Rakor Percepatan Penanganan Sampah, ​Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim

Rakor Percepatan Penanganan Sampah, ​Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Perang Meletus, Tantangan Ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo

Perang Meletus, Tantangan Ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo

Faisol Nurofiq Ungkap TPA Suwung Overloaded dan Tengah Penyidikan Kementerian LH

Faisol Nurofiq Ungkap TPA Suwung Overloaded dan Tengah Penyidikan Kementerian LH

DPRD Buleleng Sepakat Tiga Ranperda Inisiatif Dilanjutkan Ke Tahap Pembahasan Berikutnya

DPRD Buleleng Sepakat Tiga Ranperda Inisiatif Dilanjutkan Ke Tahap Pembahasan Berikutnya