Denpasar (Atnews) - Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Ny. Putri Suastini Koster didampingi Ketua TP Posyandu Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara secara resmi menutup kegiatan Bina Posyandu Angkatan I bagi kader Posyandu Kota Denpasar, Kamis (12/03).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 10 hingga 12 Maret tersebut digelar di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali
Sebagai informasi, kegiatan Bina Posyandu ini diikuti sebanyak 111 kader Posyandu dari berbagai desa dan kelurahan di Denpasar. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta tampak sangat serius mengikuti setiap materi yang diberikan oleh narasumber.
Bahkan pada saat pelaksanaan tes evaluasi, terdapat tiga kader yang berhasil meraih nilai sempurna 100. Ketiga kader tersebut yakni Putu Yunita Candra Kusuma dari Desa Padangsambian, Maria Rosiana Sani dari Desa Tegalkerta, serta Ni Wayan Ayati dari Sumerta Kaja.
Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menyampaikan apresiasi atas keseriusan para kader dalam mengikuti kegiatan Bina Posyandu tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bekal kader dalam menjalankan tugas pelayanan di masyarakat.
Ia juga mengungkapkan rencana untuk mengusulkan peningkatan frekuensi pelaksanaan kegiatan Bina Posyandu di kabupaten/kota di Bali. Jika selama ini kegiatan tersebut dilaksanakan dua kali dalam setahun, ke depan diharapkan dapat dilaksanakan hingga tiga kali dalam setahun.
Dengan demikian, Kota Denpasar berpeluang mengikuti kegiatan Bina Posyandu sebanyak tiga kali, yakni dua kali khusus untuk kader Posyandu dan satu kali untuk tim pembina. Materi yang diberikan pun akan sedikit berbeda, karena tim pembina nantinya dibekali pengetahuan untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada kader di tingkat desa.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini membutuhkan anggaran yang cukup besar, untuk satu kali pelaksanaan. Bahkan dalam setahun, untuk pelaksanaan di seluruh kabupaten/kota di Bali.
“Karena itu saya harap para kader mengikuti kegiatan ini dengan serius, karena ilmu yang didapatkan di sini menjadi bekal untuk melaksanakan tugas di lapangan, khususnya di banjar atau desa masing-masing,” ujarnya.
Putri Koster juga mendorong agar ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat dibagikan kembali kepada kader lain di desa. Materi yang diberikan narasumber juga dapat disimpan dan disampaikan kembali kepada rekan-rekan kader dengan berkoordinasi bersama ketua Posyandu desa.
Selain itu, Putri Koster juga berharap, TP Posyandu Kota Denpasar, juga dapat melaksanakan pelatihan serupa, meskipun secara daring atau online. Selain meringankan anggaran peserta yang ikut juga bisa lebih banyak.
“Yang penting ilmunya didapat dan dibagikan kembali kepada teman-teman kader lainnya di desa. Tugas ibu-ibu di sini adalah menyebarkan pengetahuan tentang Posyandu dan bagaimana melaksanakan tugas sebagai kader,” tambahnya.
Sementara itu, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengaku sangat senang melihat antusiasme para kader selama mengikuti kegiatan Bina Posyandu tersebut. Ia menilai para kader mampu memahami dengan baik berbagai materi yang diberikan.
Materi tersebut antara lain terkait akselerasi layanan Posyandu, pengelolaan Posyandu desa atau kelurahan, serta layanan yang berkaitan dengan bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.
Ke depan, sesuai arahan Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, pihaknya akan berupaya melaksanakan pembinaan serupa di tingkat Kota Denpasar yang langsung menyasar desa-desa. Pembinaan tersebut dapat dilaksanakan secara langsung maupun melalui metode daring guna menekan biaya pelaksanaan.
“Harapannya ilmu yang diperoleh kader dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam pelayanan Posyandu di masyarakat,” ujarnya. (*IBM/002).