Banner Bawah

Perkenalkan Ajaran Paravidya dari Brahmavidya Vihangam Yoga di UHN IGB Sugriwa

Admin - atnews

2026-03-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Perkenalkan Ajaran Paravidya dari Brahmavidya Vihangam Yoga di UHN IGB Sugriwa
Studium Generale Program Studi Yoga Kesehatan UHN IGB Sugriwa (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews) - Program Studi Yoga Kesehatan menyelenggarakan kegiatan Studium Generale dengan tema “Memperkenalkan Ajaran Paravidya dari Brahmavidya Vihangam Yoga”, yang dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui Zoom Meeting dan secara luring di Aula Fakultas Brahma Widya UHN IGB Sugriwa, Kamis (12/3).

Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Indonesian Institute of Vihangam Yoga, yaitu Ir. Badmini Naidu Hass, serta dimoderatori oleh Heri Purwanto, S.S., M.Ag., dosen D3 Kepanditaan.

Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan fakultas dan program studi, antara lain dekan, wakil dekan, kepala bagian, ketua program studi, sekretaris program studi, kepala laboratorium, dosen, serta mahasiswa. Pelaksanaan studium generale ini menjadi ruang akademik yang penting dalam memperluas wawasan sivitas akademika, khususnya terkait dimensi filsafat, spiritualitas, dan praktik kesadaran dalam tradisi Vihangam Yoga.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Paravidya merupakan pengetahuan tertinggi yang berhubungan dengan realitas spiritual dan ketuhanan, sedangkan Brahmavidya dipahami sebagai ilmu tentang Brahman atau hakikat ketuhanan yang sejati. 

Melalui Vihangam Yoga, pengetahuan spiritual tersebut tidak hanya dipelajari secara konseptual, tetapi juga dihayati melalui pengalaman batin dan disiplin kesadaran. Dengan demikian, yoga tidak diposisikan sekadar sebagai latihan fisik, melainkan sebagai jalan menuju pemahaman diri, alam semesta, dan hubungan manusia dengan Yang Kuasa

Badmini Naidu Hass juga menekankan bahwa manusia pada hakikatnya bukan hanya makhluk jasmani, tetapi juga memiliki dimensi rohani yang sangat mendalam. Dalam ajaran Brahmavidya, manusia dipandang memiliki unsur atma, yaitu percikan kecil dari realitas ilahi. 

Oleh sebab itu, kehidupan manusia tidak semata-mata diarahkan pada pemenuhan kebutuhan material, melainkan juga pada upaya mengenal hakikat dirinya dan mengarahkan kesadaran menuju sumber tertinggi.
Lebih lanjut, pemaparan menyinggung konsep bhuana agung dan bhuana alit, yakni keterkaitan antara alam semesta dan diri manusia.

Segala yang ada di jagat raya dipahami memiliki refleksi dalam diri manusia. Pandangan ini menegaskan bahwa pencarian spiritual tidak selalu harus dimulai dari luar, tetapi dapat dimulai dari pengenalan yang mendalam terhadap diri sendiri. Dalam perspektif ini, Vihangam Yoga hadir sebagai metode untuk membantu manusia menyelami lapisan kesadaran terdalamnya.
Selain itu, narasumber menjelaskan bahwa kehidupan manusia sering terikat dalam dualitas, keterbatasan pikiran, dan belenggu duniawi. Karena itu, manusia perlu menempuh jalan kesadaran, kebajikan, dan pengendalian diri agar mampu keluar dari keterikatan tersebut. 

Ajaran ini juga menggarisbawahi pentingnya perbuatan baik dan kesadaran spiritual sebagai jalan untuk mendekatkan diri pada kebebasan sejati atau moksa.

Salah satu bagian yang menarik dalam studium generale ini adalah penjelasan mengenai perbedaan antara pengetahuan indrawi dan pengetahuan spiritual. 

Pengetahuan indrawi diperoleh melalui pancaindra dan rasio, sedangkan pengetahuan spiritual melampaui keduanya. Dalam konteks inilah, Paravidya dipahami sebagai ilmu yang membawa manusia melampaui batas-batas material menuju realisasi kebenaran yang lebih tinggi.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan mengenai makna Vihangam Yoga, hubungan antara atma dan Paramatma, serta relevansi ajaran Paravidya bagi kehidupan modern, terutama dalam konteks pendidikan, kesehatan, dan pengembangan diri. Diskusi ini menunjukkan bahwa ajaran spiritual tetap memiliki posisi penting dalam kehidupan akademik, terutama ketika dikaitkan dengan pencarian makna hidup, kesehatan holistik, dan pembentukan karakter.

Sebagai penutup kegiatan inti, narasumber memandu meditasi Vihangam Yoga selama 30 menit. Sesi meditasi ini menjadi pengalaman langsung bagi peserta untuk merasakan praktik pengendalian pikiran, penenangan batin, dan pemusatan kesadaran. Baik peserta yang hadir di aula maupun yang mengikuti secara daring melalui Zoom tampak mengikuti sesi ini dengan khidmat dan antusias.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Yoga Kesehatan tidak hanya menghadirkan forum ilmiah, tetapi juga membuka ruang refleksi spiritual yang relevan dengan kebutuhan manusia masa kini. 

Studium generale ini menjadi sarana untuk memperkenalkan lebih luas ajaran Paravidya dari Brahmavidya Vihangam Yoga sebagai bagian dari pengembangan ilmu, spiritualitas, dan kesehatan yang terpadu.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dan sivitas akademika mengenai yoga sebagai disiplin yang utuh, mencakup aspek fisik, mental, intelektual, dan spiritual. Lebih dari itu, kehadiran narasumber dari Indonesian Institute of Vihangam Yoga memberikan nilai tambah penting dalam memperkuat pemahaman peserta tentang tradisi Vihangam Yoga sebagai jalan kesadaran dan pengetahuan sejati. (Z/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Penyaluran Dana Desa Akan Membaik

Terpopuler

Sambut Nyepi, BTID Gelar Safari Ogoh-Ogoh, Perkuat Sinergi Budaya di Desa Serangan

Sambut Nyepi, BTID Gelar Safari Ogoh-Ogoh, Perkuat Sinergi Budaya di Desa Serangan

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

MUDIK dengan sehat

MUDIK dengan sehat

Jelang Nyepi dan Lebaran, Menpar Intensifkan Visitasi 165 Destinasi Wisata Nasional

Jelang Nyepi dan Lebaran, Menpar Intensifkan Visitasi 165 Destinasi Wisata Nasional

Rakor Percepatan Penanganan Sampah, ​Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim

Rakor Percepatan Penanganan Sampah, ​Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim