Denpasar (Atnews) - Gede Pasek Suardika SH., MH., dikenal GPS, Ketua Umum Pimpinan Nasional (PN) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) menuturkan perjalanannya Jakarta-Solo yang selamat dari kecelakaan.
Intinya, pihaknya bersama anak bernama Devi Narasari dan sopir dalam keadaan sehat tanpa ada luka sedikit pun. Mobil J6 Cherry lumayan mampu melindungi penumpangnya walau hantaman busnya lumayan kencang dari belakang.
"Kali ini Saya beri proud of J6 Cherry. Mungkin jika tidak naik mobil ini dengan begitu kerasnya kejadian hantaman Bus PO Haryanto yang ugal-ugalan tersebut menabrak dari belakang langsung ke samping hingga melewati mobil kami," kata GPS di Solo, Senin (16/3).
GPS mengaku tidak tahu apa yang terjadi. "Bukan promosi, tetapi ini kesaksian nyata yang harus saya sampaikan sebagai konsumen," imbuhnya.
Mobilnya ditinggal di pos Tol Jasa Marga Batang dan pihaknya sudah dihandle teman lanjut ke Solo dengan keadaan baik, sehat dan tanpa ada luka sedikit pun.
Sebenarnya di status awal sudah saya sertakan pose foto sehat bertiga, yaitu anak, sopir dan saya dengan latar belakang mobil yang ditabrak oleh Bus.
Bagaimana peristiwanya bisa dilihat dua video ini yang dibagikan dalam media sosialnya, satu dari Dashcam mobil pihaknya dan Dashcam mobil yang selamat dan sempat merekamnya dari belakang ulah Bus ugal-ugalan tersebut.
Namun diatas itu semua, pihaknya meyakini perlindungan Tuhan, Narasimha Deva dan Dewa Hyang leluhur. "Saya rasakan memang luar biasa. Termasuk bisa menenangkan Devi Narasari yang saat itu menyetir dan tidak pernah mengalami kejadian begini. Dia kaget, shock, trauma, menangis dan harus saya pandu untuk menepikan kendaraan sesaat usia benturan keras," ujarnya.
Selain menenangkannya, pihaknya juga harus segera datangi Bus pelaku tabrakan beruntun. Sebelum petugas datang, untuk memastikan ada penanganan penyelesaian yang baik nantinya.
Bahagia sekali begitu melihat Devi bisa tenang dan akhirnya mulai bisa senyum bersyukur dan akhirnya kembali biasa seperti sebelum kejadian dalam waktu yanh singkat.
Bagi pihaknya inilah yang paling penting harus dilakukan yaitu menyelamatkan anak seketika setelah kejadian agar tidak menjadi traumatik dalam hidupnya.
"Nanti malam, Devi dengan sopir balik naik kereta api dari Solo ke Jakarta dan Saya besok melanjutkan perjalanan ke Bali naik pesawat dari Solo karena tiket Jakarta-Denpasar ludes. Mobil masih kita titipkan dulu di Pos Tol Jasa Marga Batang. Usai Nyepi dan Lebaran baru kita urus lagi," imbuhnya.
Pada kesempatan itu juga, pihaknya mengucapkan terima kasih untuk semua sahabat netizen yang turut mendoakan semuanya selesai dengan lancar. Doa adalah energi positif terbaik untuk memulihkan keadaan.(Z/002)