Banner Bawah

Kriya Cakra Beej – Cakra Swadhishthan

Admin 2 - atnews

2026-03-25
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kriya Cakra Beej – Cakra Swadhishthan
Ashwini Guruji (ist/atnews)

Oleh Ashwini Guruji
 
Dalam seri ini, kita membahas berbagai asana dan mantra beej untuk setiap cakra serta bagaimana cara mengaktifkannya dan memperkuat bagian tubuh yang terkait dengannya. Pada sesi sebelumnya, kita telah membahas cakra mooladhar yang terletak di dasar tulang belakang. Kini kita beralih ke cakra swadhishthan.
 
Swadhishthan (Cakra Sakral): Cakra ini terletak sekitar dua inci (sekitar 5 cm) di atas cakra mooladhar - cakra terendah yang di area tulang kemaluan. Cakra ini mengatur sistem reproduksi dan sistem kemih. Cakra ini merupakan pusat kreativitas tingkat dasar, yaitu kemampuan untuk menduplikasi diri atau tubuh pada tingkat pranik (energi kehidupan). Unsur dasarnya adalah air. Mantra beej untuk cakra ini adalah VAM.
 
Arahkan kesadaran pada napas di ujung lubang hidung. Amati pola alami pernapasan di titik tersebut. Dengan setiap tarikan napas berikutnya, buat napas menjadi lebih panjang dan lebih dalam. Pertahankan kesadaran pada cakra Swadhishthan. Mulailah melantunkan mantra VAM. Lantunkan secara perlahan dan mendalam. Lanjutkan lantunan mantra saat kita beranjak ke rangkaian asana untuk cakra swadhishthan.
 
Chakki Chalana:
- Duduklah dengan kedua kaki diluruskan ke depan. Satukan telapak kaki hingga posisi kaki membentuk pola seperti berlian. Luruskan kedua lengan ke depan setinggi dada, dengan jari-jari saling mengunci.
 
- Sekarang putarlah tubuh dari pinggang, condongkan badan ke depan lalu ke belakang sejauh yang Anda bisa dan terasa nyaman, dalam gerakan melingkar, seolah-olah menirukan gerakan batu penggiling tradisional.
 
- Pertahankan napas ujjai, pusatkan kesadaran pada cakra Swadhishthan, dan lantunan mantra VAM.
 
- Lakukan tujuh putaran searah jarum jam dan tujuh putaran berlawanan arah jarum jam.
Tarik napas pada setengah lingkaran pertama dan hembuskan napas pada setengah lingkaran berikutnya. Asana ini memijat area panggul dan perut serta membantu mengatur siklus menstruasi.

Parivritti Janu Sirshasan:
 
‘Janu’ berarti ‘lutut’ dan ‘shirsha’ berarti ‘kepala’.
 
- Duduk di lantai dengan punggung tegak lurus dan kedua kaki dibuka lebar. Pertahankan napas ujjai.
- Tekuk lutut kiri secara perlahan dan arahkan tumit ke area perineum (area antara anus dan organ reproduksi). Rentangkan kaki kanan ke samping sejajar dengan sisi tubuh, bukan ke depan, hingga membentuk sudut 90 derajat dengan kaki kiri.

- Sambil mempertahankan kesadaran pada cakra swadhishthan dan mantra VAM, tarik napas perlahan sambil mengangkat lengan kiri lurus ke atas mengarah ke langit-langit.

Kemudian, saat menghembuskan napas, turunkan lengan ke sisi kanan tubuh sehingga lengan kiri berada tepat di atas telinga kiri, menjaga tulang belakang tetap tegak. Pegang jari kaki kanan.
 
- Secara bersamaan, rentangkan tangan kanan dan pegang bagian tengah kaki kanan. Sentuhkan kepala ke lutut secara menyamping dan tahan di posisi tersebut. Kemudian, tarik napas perlahan dan kembali ke posisi  duduk tegak.

- Ulangi gerakan tersebut pada sisi tubuh yang satunya dengan durasi yang sama. Asana ini tidak boleh dipraktikkan apabila Anda memiliki cedera baru maupun kronis pada lutut, pinggul, lengan, atau bahu.
 
Gaumukh Asan:
 
- Rilekskan tubuh Anda dan tekuk kaki kiri secara diagonal sehingga tumit kiri menyentuh bokong kanan.

- Sekarang, letakkan kaki kanan di atas kaki kiri dan tumit kanan menyentuh sisi bokong kiri.

- Setelah itu, angkat tangan kanan dan tekuk ke belakang. Bawa tangan kiri ke belakang dan pegang tangan kanan. Punggung dan leher tetap tegak lurus. Pertahankan napas ujjai.
 
Jika dipraktikkan selama sepuluh menit atau lebih, asana ini membantu melepaskan ketegangan dan kecemasan. Asana ini meluruskan tulang belakang dan memperbaiki postur tubuh. Gerakan ini menstimulasi ginjal serta membantu meringankan diabetes, meredakan nyeri punggung, skiatika, rematik, membuat otot-otot kaki lebih lentur serta membantu mengurangi lemak pada paha.
 
Pada artikel berikutnya, kita akan membahas asana-asana untuk mengaktifkan cakra Manipoorak. Disarankan untuk mengunjungi pusat Dhyan Foundation terdekat guna mempelajari cara yang benar dalam mempraktikkan asana. Manfaat semua asana ini akan optimal jika dipraktikkan di bawah bimbingan Guru yang menyalurkan energi ke dalam setiap asana.
 
*) Ashwini Guruji adalah Cahaya Penuntun Dhyan Foundation dan pakar ilmu-ilmu Weda. Bukunya, 'Sanatan Kriya, The Ageless Dimension' adalah sebuah karya tentang anti-penuaan yang telah diakui secara luas. Kunjungi www.dhyanfoundation.com atau kirim email ke dhyan@dhyanfoundation.com  untuk informasi lebih lanjut.
 
 Ashwini Guruji dari Dhyan Ashram merupakan sosok yang langka di zaman sekarang ini. Beliau adalah energi dan inspirasi di balik berbagai inisiatif Dhyan Foundation. Beliau meyakini pentingnya tindakan nyata dan pengalaman langsung, dan ia telah membimbing ribuan orang di seluruh dunia untuk menapaki jalan pengabdian kepada sesama, dengan memimpin melalui teladan pribadinya. Dengan latar belakang gelar Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen, serta puluhan tahun menghabiskan waktu bersama para Resi Himalaya untuk menyerap ilmu-ilmu Weda kuno dan seni penyembuhan esoterik, beliau merupakan perpaduan yang sempurna antara kuno dan modern.
 
Beliau merupakan pakar ilmu-ilmu Weda kuno seperti Yoga, Ayurveda, mantra, seni bela diri Weda, penyembuhan spiritual, dan yajna. Para dokter terkemuka memberikan kesaksian atas kemampuannya serta efektivitas Sanatan Kriya yang diajarkannya. Beliau barangkali satu-satunya guru yoga yang secara meyakinkan membuktikan ilmu kewaskitaan di hadapan penonton langsung yang terdiri dari 200 dokter anggota IMA, dan menerima sertifikat atas hal tersebut. Pelafalan mantra Weda oleh dia dikatakan mampu mengubah suasana secara menyeluruh; para sadhak melaporkan bahwa matahari muncul secara tiba-tiba dan hujan berhenti atas perintahnya. Menteri AYUSH (Ayurveda, Yoga dan naturopati, Unani, Siddha, dan Homeopati) saat itu, Shri Sripad Naik, mengatakan bahwa ia belum pernah mendengar pelafalan mantra seperti itu di tempat lain.
 
Jurnalis terkemuka, birokrat, menteri, dokter, akademisi, dan seniman telah hadir di platform “Gyan Ganga” untuk mencari jawaban atas berbagai pertanyaan mereka darinya. Beliau juga telah mengungkap rahasia-rahasia terdalam mengenai Weda beserta bukti ilmiahnya melalui serial daring “Itehaas ke Panne”.
 
Guru Ji percaya bahwa, “Dharma setiap manusia adalah melindungi dan membantu mereka yang lebih lemah.” Pemikiran dan inspirasi dari Ashwini Guru Ji inilah yang mewujudkan pendirian lebih dari 45 tempat penampungan, pemberdayaan lebih dari 2.000 perempuan, penyediaan pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu, dukungan berbagai pembangunan wilayah pedesaan dan praktik-praktik keberlanjutan, penyelamatan serta perawatan lebih dari 70.000 hewan tak berdaya, serta pelaksanaan program distribusi makanan gratis bagi mereka yang kelaparan di berbagai penjuru dunia. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi www.dhyanfoundation.com

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Jokowi: Investasi Kilang Minyak Membuka Lapangan Kerja

Terpopuler

Buka Parade Ogoh-Ogoh, Wabup Badung Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya

Buka Parade Ogoh-Ogoh, Wabup Badung Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya

Sambut Nyepi, BTID Gelar Safari Ogoh-Ogoh, Perkuat Sinergi Budaya di Desa Serangan

Sambut Nyepi, BTID Gelar Safari Ogoh-Ogoh, Perkuat Sinergi Budaya di Desa Serangan

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

Jelang Nyepi dan Lebaran, Menpar Intensifkan Visitasi 165 Destinasi Wisata Nasional

Jelang Nyepi dan Lebaran, Menpar Intensifkan Visitasi 165 Destinasi Wisata Nasional

Menteri PKP Siapkan Rusun Khusus Seniman di Denpasar, Hunian Bernuansa Lokal

Menteri PKP Siapkan Rusun Khusus Seniman di Denpasar, Hunian Bernuansa Lokal