Oleh Gede Pasek Suardika
Masih ingat lagu Iwan Fals yang menggugah solidaritas kita akan kemiskinan dan kelaparan di Ethiopia? Saat itu begitu banyak kemiskinan dan orang mati kelaparan di negeri tersebut.
Tetapi setelah lebih dua puluh tahun berlalu, kini Ethiopia menjadi salah satu negara yang maju di Benua Afrika. Apa rahasianya?
Pemimpinnya. Ya pemimpin yang secara visioner mampu memperbaiki sistem kenegaraan, sistem sosial, sistem ekonomi, sistem pendidikan dan sitem lainnya menjadi produktif positif dan tentu fokus pada kesejahteraan rakyatnya. Karena saat itu rakyatnya dalam keadaan tidak berdaya.
Ethiopia mampu menuntaskan urusan konflik bersaudara, memberantas korupsi lalu membenahi pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lainnya menjadi wajar Ethiopia kemudian menjelma menjadi negara yang aman, makmur dan maju.
Untuk membandingkan dengan Indonesia.
Satu contoh saja. Maskapai Garuda Indonesia terus merugi dan selalu minta diinjeksi dana talangan puouhan triliun sementara maskapai Ethiopian kini menjadi salah satu maskapai yang mendunia. Ya satu saja masalahnya pemimpinnya karena pesawatnya sama, kalau nggak Airbus, Boeing atau ATR, itu - itu saja. Malah potensi penumpang di kita lebih banyak.
Sekali lagi kuncinya di pemimpin. Ketika rakyat memilih pemimpin terbuai bansos, amplop maupun sentuhan material, maka kebijakan korup yang akan dihadirkan. Ketika rakyatnya memilih dengan ikatan emosional buta dan menenggelamkan rasionalitas mencari pemimpin yang ideal maka daerah atau negara itu akan terus terpuruk.
Jika dari negara kelaparan dalam duapuluh tahun Ethiopia bisa menjelma menjadi negara maju di Afrika, maka sejatinya untuk Indonesia cukup 10-15 tahun di pemimpin yang tepat maka Indonesia akan menjadi negara yang maju, kuat, adidaya. Tapi jika tidak mampu pemimpinnya seperti Ethiopia sekarang malah Indonesia bisa menjadi seperti Ethiopia di masa lalu.
Pilihan ada di kita, tetapi belajar dan bangun kesadaran akan tanggung jawab masa depan begitu penting agar bisa Nusantara ini bangkit kembali. Memilih pemimpin nasional dan daerah itu sama, termasuk di Bali pun sama.
*) Gede Pasek Suardika (Ketum PKN)