Tokyo (Atnews) - Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana melakukan pertemuan dengan Japan Tourism Agency (JTA) yang dipimpin oleh Commissioner Shigeki Murata, sebagai bagian dari rangkaian penguatan kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Jepang, Minggu (30/3/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperdalam dialog strategis antara kedua negara, khususnya dalam berbagi pengalaman dan pembelajaran terkait pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pariwisata menyampaikan ketertarikan Indonesia untuk mempelajari strategi Jepang dalam mengembangkan sektor pariwisata, termasuk target ambisius Jepang untuk mendatangkan 60 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2030.
Strategi tersebut dinilai relevan bagi Indonesia yang juga tengah memperkuat daya saing pariwisata melalui pengembangan destinasi berkualitas dan pengelolaan arus wisatawan yang berkelanjutan.
Selain itu, Menteri Pariwisata juga menyoroti pentingnya gastronomi sebagai bagian dari kekuatan identitas pariwisata suatu negara. Jepang dinilai berhasil menjadikan kuliner sebagai salah satu daya tarik utama yang memperkuat citra pariwisata globalnya.
“Kami melihat bagaimana Jepang berhasil menjadikan gastronomi sebagai bagian penting dari daya tarik pariwisatanya. Indonesia juga tengah mengembangkan pendekatan serupa melalui program Wonderful Indonesia Gastronomy. Karena itu kami berharap Japan Tourism Agency dapat menjadi mitra dalam pengembangan jejaring gastronomi yang akan kami dorong pada tahun 2026,” ujar Menteri Pariwisata.
Indonesia saat ini juga tengah memimpin pengembangan ASEAN Gastronomy Network, yang bertujuan menghubungkan kekayaan kuliner, pertanian, dan tradisi budaya sebagai bagian dari pengalaman wisata di kawasan Asia Tenggara.
Kolaborasi dengan Jepang diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, promosi bersama, serta pengembangan ekosistem pariwisata gastronomi di kawasan.
Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama pariwisata yang inovatif, berkelanjutan, serta mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan dan pertukaran budaya antara kedua negara. (Z/002)