Banner Bawah

PT. BOS Wakili Bali, Tembus Pasar Tiongkok di Pameran The 14th China Food Trade Fair 2026

Admin 2 - atnews

2026-04-08
Bagikan :
Dokumentasi dari - PT. BOS Wakili Bali, Tembus Pasar Tiongkok di Pameran The 14th China Food Trade Fair 2026
PT. Bali Organik Subak (BOS) (ist/atnews)

Denpasar (Atnews) - PT. Bali Organik Subak (BOS) mewakili Bali dalam Pameran The 14th China Food Trade Fair 2026 pada 28–31 Maret 2026 di Wuhan International Expo Center, Tiongkok (China).

Sebanyak 17 perusahaan Indonesia ikut berpartisipasi dalam acara itu. Partisipasi itu hasil sinergi Kementerian Perdagangan RI; Kementerian Usaha, Kecil, dan Menengah (UKM) RI; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; dan Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC).

Pada kesempatan itu, PT. Bali Organik Subak melalui AA Gede Agung Wedhatama didampingi Direktur Dwi Welas Permata Sari Agung memasarkan Salak Gula Pasir Bali ke China (Tiongkok).

Ia berhasil melakukan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Hubei Green Tianxiang Agriculture Development Co., Ltd.

Sejak 2019, PT. BOS aktif memasarkan salak gula pasir ke mancanegara, salah satu pasar terbesar adalah China. Dan sejak tahun 2025 secara aktif PT. BOS sudah berhasil menembus pasar China.

"Untuk pertama kalinya ke China. Pasar China menjadi pasar paling besar di dunia dengan hampir 1.5 Milyar penduduk dengan potensi pasar ribuan ton setiap tahunnya," ujar Wedhatama.

Dengan berhasilnya dikirim salak gula bali 2 tahun belakangan tidak ada lagi isu salak murah di level petani. Petani salak sekarang sudah menikmati indahnya hasil salak dari pasar export.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengungkapkan, keikutsertaan Indonesia menjadi upaya promosi produk perikanan dan buah unggulan ke Negeri Tirai Bambu. Ia menekankan, pemerintah terus mendorong produk pangan unggulan Indonesia untuk memperluas akses dan penetrasi produk di pasar global.

“Pameran ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kekayaan sektor perikanan dan buah tropis Indonesia ke pasar global, khususnya Tiongkok. Produk unggulan Indonesia memiliki potensi yang besar dan kami yakin akan mampu bersaing di pasar dunia,” ujar Puntodewi.

Indonesia hadir di Paviliun Indonesia seluas 90 m² dengan menampilkan buah tropis, rempah-rempah, porang, dan kopi; produk kelautan seperti boga bahari (seafood) dan karagenan; produk herbal seperti kratom dan spirulina; sarang burung walet; makanan olahan lainnya; serta jasa perbankan.

Atase Perdagangan RI Beijing Junita Syartika menyampaikan, Wuhan merupakan hub logistik yang penting di Tiongkok Tengah. Menurutnya, kehadiran Indonesia dalam memperkuat pangsa pasar di Wuhan akan membuka peluang lebih luas untuk menjangkau buyer potensial di seluruh Tiongkok.

“Hadirnya produk-produk Indonesia di Wuhan menjadi momentum untuk menunjukkan kualitas produk Indonesia secara langsung kepada para buyer potensial di wilayah Tiongkok. Terlebih, saat ini kami melihat antusiasme pasar Tiongkok terhadap produk pangan tropis dan bahan baku industri asal Indonesia terus meningkat,” ujar Junita.

China Food Trade Fair merupakan pameran tahunan produk pangan dan sektor pendukung. Produk-produk yang kerap dipamerkan meliputi hasil laut, unggas dan daging, pertanian dan hasil bumi, makanan kemasan, buah tropis, kopi, teh, cokelat, bumbu dan saus, sarang burung walet, kawasan industri, ekosistem, dan jasa pendukung lainnya. Pada 2025 lalu, China Food Trade Fair diikuti oleh 5.500 peserta pameran (exhibitor) dan dihadiri sekitar 400.000 pengunjung.

Sepanjang 2025, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok tercatat sebesar USD 67,04 miliar. Besi dan baja, nikel, lignit, serta batu bara menjadi komoditas utama ekspor Indonesia ke Tiongkok. 

Sedangkan, khusus sektor pangan olahan, Indonesia ekspor ke Tiongkok dengan nilai sebesar USD 386,48 juta pada 2025. Produk-produk yang paling diminati, yakni biskuit manis (sweet biscuits), wafel dan wafer, pasta, serta agar-agar buah.

Indonesia juga akan menggelar dua forum bisnis dan investasi untuk mendukung upaya penetrasi produk pangan Indonesia ke Wuhan. Kedua forum tersebut, yakni “Indonesia-China Food & Ecosystem (ICFE) Forum 2026” yang akan digelar di Wuhan pada 30 Maret 2026 serta “Indonesia-China SME, Trade and Investment Forum” yang akan digelar di Beijing pada 1 April 2026.

Forum-forum tersebut akan mempertemukan para pelaku usaha dan pemangku kepentingan Indonesia dan Tiongkok. Diskusi yang akan menjadi fokus, yakni mengenai peluang perdagangan, penguatan rantai pasok, serta pengembangan ekosistem industri bagi pelaku UKM. 

Menurut Puntodewi, forum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat dialog dan kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok.

“Dengan potensi pasar Tiongkok yang sangat besar, kami optimistis kerja sama antar pelaku usaha kedua negara akan terus berkembang. Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan perdagangan bilateral, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi produk Indonesia untuk tumbuh di pasar global,” pungkas Puntodewi. (GAB/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Harus Tepat Sasaran

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Dorong Sport Tourism, Melalui Fun Rally Jelajah Alam Buleleng, Diikuti 198 Peserta Se-Bali

Dorong Sport Tourism, Melalui Fun Rally Jelajah Alam Buleleng, Diikuti 198 Peserta Se-Bali