Tokoh Spiritual India Baba Bageshwar Dham Tur ke Australia Singgah di Bali, Kagumi Penghormatan kepada Hanoman Ingatkan Ramayana
Admin 2 - atnews
2026-04-09
Bagikan :
Baba Bageshwar Dham (ist/atnews)
Badung (Atnews) - Tokoh spiritual asal India (Bharat) Pandit Dhirendra Krishna Shastri dari Bageshwar Dham yang dikenal luas sebagai Baba Bageshwar Dham, singgah di Bali dalam perjalanan tur spiritual penting di Australia dari tanggal 8 hingga 15 April 2026.
Baba Bageshwar Dham sebagai tokoh spiritual dan pemimpin pusat keagamaan Hindu (Bageshwar Dham) asal Madhya Pradesh, India.
Kedatangannya di Pulau Dewata mendapat sambutan langsung dari Dr. Somvir, Ketua Fraksi NasDem dan Demokrat DPRD Bali, di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Selasa (7/4/2026).
Bageshwar Dham melakukan tur spiritual penting di Australia berfokus pada "Sanatan Dharma" dan perdamaian dunia.
Acara-acara penting meliputi berpidato di Parlemen Australia di Canberra, menyelenggarakan Hanuman Katha di Perth, kirtan di atas kapal pesiar, dan satsang terakhir di Gedung Opera Sydney.
Ia akan memberikan berpidato (katha) membahas perdamaian global, spiritualitas, dan budaya Hindu di di Gedung Parlemen, Canberra pada tanggal 8 April.
Sedangkan Hanuman Katha diadakan di Pusat Konvensi Perth, pada tanggal 11–12 April.
Termasuk "Kirtan di Kapal Pesiar" di Pelabuhan Sydney (13 April), pidato di Parlemen NSW (14 April), dan acara puncak di Gedung Opera Sydney (15 April).
Tur ini menandai pertama kalinya seorang tokoh sipiritual India menjadi pembicara utama dalam ceramah spiritual di Gedung Opera Sydney.
Baba Bageshwar Dham dikenal sebagai figur “godman” yang memiliki banyak pengikut, khususnya di kalangan umat Hindu di India dan diaspora internasional. Kehadirannya di Bali menarik perhatian sejumlah tokoh masyarakat dan umat Hindu yang menganggap kunjungan tersebut sebagai momentum spiritual sekaligus diplomasi budaya.
Ia juga telah mendirikan Dapur Annapurna di dham-nya, di mana persembahan makanan gratis. Dia juga mengadakan acara tahunan untuk pernikahan gadis-gadis miskin dan melarat. Dia sedang mendirikan Gurukula Veda untuk mempromosikan studi Veda kuno dan Sanskerta.
Kunjungan singkat ini menarik perhatian karena Baba Bageshwar Dham menunjukkan ketertarikan khusus terhadap keberadaan dan posisi Hanoman di pura-pura Bali. Ia mengaku ingin memahami penempatan Hanoman, khususnya di Pura Dalem, yang dalam tradisi tertentu dikaitkan dengan manifestasi Dewa Bayu.
Menurut Baba Bageshwar Dham, sosok Hanoman memiliki makna spiritual yang sangat penting dalam kisah itihasa Ramayana. Ia menyampaikan kekaguman terhadap penghormatan masyarakat Bali kepada Hanoman, yang dinilai mencerminkan nilai keberanian, kesetiaan, dan kekuatan spiritual.
Kunjungan ini menjadi momen pertukaran spiritual dan budaya antara tradisi Hindu India dan Bali. Setelah singgah di Bali, Baba Bageshwar Dham dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Australia sebagai bagian dari agenda internasionalnya.
Meski di bilang singkat, kedatangan tokoh spiritual India Baba Bageshwar Dham ke Bali diharapkan menjadi momentum besar bagi penguatan posisi Pulau Dewata sebagai pusat spiritual dunia.
Dr. Somvir berharap, kunjungan ini akan berlanjut pada agenda spiritual berskala internasional, ke depan Baba Bageshwar Dham bisa mengajak seluruh muridnya yang tersebar di berbagai negara untuk datang ke Bali. Tujuannya adalah menggelar kegiatan spiritual global yang melibatkan komunitas lintas negara di Pulau Dewata.
Menurutnya, Bali memiliki kekuatan budaya, tradisi, serta energi spiritual yang telah dikenal luas di dunia. Karena itu, kegiatan spiritual internasional dinilai akan semakin memperkuat citra Bali sebagai destinasi spiritual kelas dunia sekaligus mendorong kunjungan wisata berkualitas.
Ia juga menambahkan, sinergi antara tokoh spiritual dunia dengan Bali dapat membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya dan spiritual yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kearifan lokal Bali sebagai pusat spiritual global.
“Kunjungan ini bersifat singkat, namun menjadi kehormatan bagi Bali sebagai pusat spiritual dunia. Kami menyambut beliau sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia untuk menghadiri acara keagamaan umat Hindu,” ujar Dr. Somvir di Bandara Ngurah Rai.
Kehadiran Baba Bageshwar Dham di Bali juga memperkuat posisi Pulau Dewata sebagai salah satu destinasi spiritual global yang kerap menjadi titik singgah tokoh-tokoh agama internasional.
Selain itu, kunjungan tersebut dinilai dapat mempererat hubungan budaya dan keagamaan antara umat Hindu di Bali dengan komunitas internasional.
Setelah penyambutan singkat, rombongan Baba Bageshwar Dham langsung melanjutkan agenda internal sebelum keberangkatan menuju Australia yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.
Kedatangan tokoh spiritual ini berlangsung lancar dengan pengamanan bandara dan tanpa mengganggu aktivitas penumpang lainnya.
Sebelumnya juga, Bali kedatangan Tokoh Spiritual asal India Gurudev Sri Sri Ravi Shankar, Pendiri Art of Living Foundation.
Art of Living Foundation hadir sebagai organisasi non-pemerintah berbasis sukarelawan yang menjalankan program-program dalam yoga, meditasi, dan praktik berbasis pernapasan.
Yayasan ini telah memegang status konsultatif dengan Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1996.
Pertemuan istimewa Gus Marhaen dengan Gurudev Sri Sri Ravi Shankar itu di sela-sela menghadiri acara Bliss in Bali – Sanyam 2.0 & AMP Signature Course di The Meru Sanur, Denpasar, selama lima hari, tanggal 30 Maret - 3 April 2026. (Z/002)