Banner Bawah

Raker Komisi I DPRD Badung Raker Undang 11 OPD Bahas LKPJ Bupati Adi

Admin 2 - atnews

2026-04-09
Bagikan :
Dokumentasi dari - Raker Komisi I DPRD Badung Raker Undang 11 OPD Bahas LKPJ Bupati Adi
Komisi I DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja (Raker) (ist/atnews)

Badung (Atnews) - Komisi I DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membahas terkait Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Badung tahun 2025 di Ruang Gosana II Gedung DPRD Badung, Kamis, 9 April 2026.

Raker Komisi I DPRD Badung juga menghadirkan 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meliputi  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Riset dan Inovasi Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Pertanahan, Dinas Satpol PP, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Badung. 

Raker Komisi I DPRD Badung dipimpin Wakil Ketua I Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara didampingi  Wakil Ketua II Komisi I DPRD Badung I Wayan Loka Astika, Sekretaris I Komisi I DPRD Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, Sekretaris II Komisi I DPRD Badung I Made Rai Wirata beserta anggota Komisi I DPRD Badung, yaitu I Putu Sika Adi Putra dan I Wayan Puspa Negara.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara menyampaikan pihaknya melaksanakan Rapat Kerja (Raker) dengan 11 OPD terkait terkait pembahasan LKPJ Bupati Badung tahun 2025. 

"Hasilnya cukup bagus, karena kita sudah mengevaluasi juga terkait dengan program-program yang sudah terlaksana, tentunya juga program program yang terkendala, sehingga ada serapan serapan daripada belanja. Kita sesuai dengan program itu ada yang tidak mencapai target itu menjadi evaluasi kita," kata Lanang Umbara.

Meski demikian, hasil rapat itu, kata Lanang Umbara, rata-rata sudah bagus. Selain itu, serapan anggaran di masing masing-masing OPD itu sudah mencapai 75 persen sampai 90 persen sudah berjalan.

"Adapun hal-hal yang menyebabkan tidak mencapai 100 persen, itu karena ada kebijakan dari pemerintah pusat terkait dengan efisiensi dan juga ada tunjangan-tunjangan pegawai yang sudah pensiun begitu juga yang dari pegawai kontrak sudah beralih ke PPPK," terangnya.

Selain itu, Lanang Umbara juga memberikan masukan-masukan kepada OPD tersebut untuk meningkatkan kinerja. Walaupun kinerja sudah bagus, namuntetap diingatkan maupun diberikan masukan guna penyempurnaan kinerja-kinerja di masing-masing OPD, terutama untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan optimal kepada seluruh masyarakat Kabupaten Badung. 

"Begitupun ketika ada kendala-kendala tentunya kita akan fasilitasi dari DPRD Kabupaten Badung, khususnya di Komisi I untuk kita fasilitasi ke pimpinan pimpinan mereka, baik di bidang anggaran ataupun didalam kebijakan kebijakan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Badung," pungkasnya.

Dalam Raker tersebut, pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung, diantaranya peningkatan pelayanan serta  peningkatan sarana dan prasarana. Pasalnya, disisi lainnya juga, banyak sarana dan prasarana baik itu fasilitas di Kantor maupun fasilitasi kendaraan. 

"Kendaraan itu dalam artian untuk operasional kerja misalnya seperti truk sampah, kendaraan operasional Satpol PP untuk melakukan mobile terkait menjaga Kamtibmas di Kabupaten Badung. Begitu juga sarana-sarana lainnya, yang perlu kita tingkatkan agar Kabupaten Badung ini mampu menjaga keamanan, kenyamanan, kepariwisataan dan seluruh masyarakat Kabupaten Badung. Nah, itu yang akan menjadi catatan dan akan menjadi rekomendasi kita berdasarkan hasil rapat hari ini," kata Lanang Umbara. 

Mengenai kekurangan-kekurangan pegawai di Kabupaten Badung, kata Lanang Umbara, sudah menyampaikan kepada BKPSDM Badung untuk bisa segencar-gencarnya melobi ke Pusat, sehingga di Kabupaten Badung ini diberikan Diskresi atau kekhususan, khususnya didalam mengangkat pegawai.

"Karena seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Badung ini adalah barometernya atau urat nadinya perekonomian Bali. Yang kedua, Badung ini adalah wajah nasional di tingkat internasional. Artinya Bali ini adalah wajahnya Indonesia di Internasional khususnya mengenai di bidang kepariwisataan di Badung. Tentu, itu dijaga dengan baik. Nah, kita menjaga dengan baik itu tentunya perlu sumber daya manusia yang juga memadai, cukup dan mumpuni," pungkasnya. (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Dinas Sosial Bali Jemput Bayi  Dihari Valentine

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat