Banner Bawah

Arah Baru Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia di Tengah Ketidakpastian Global

Admin 2 - atnews

2026-04-15
Bagikan :
Dokumentasi dari - Arah Baru Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia di Tengah Ketidakpastian Global
Kerja Sama Global (ist/atnews)

Moskow (Atnews) -  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin, 13 April 2026. Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerja sama strategis Indonesia–Rusia di tengah dinamika geopolitik global yang berkembang pesat.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya hubungan bilateral yang makin intensif dalam beberapa bulan terakhir. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa komunikasi antara kedua negara menunjukkan perkembangan yang produktif dan saling menguntungkan.

“Saya sudah jumpa dengan banyak delegasi dari Rusia di Jakarta, dan juga di Moskow baru saja saya ketemu beberapa pejabat dari Rusia, dan beberapa perusahaan dari Rusia. Saya sangat berterima kasih karena perbicaraannya sangat produktif,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia terhadap berbagai kepentingan strategis Indonesia, termasuk dalam proses aksesi Indonesia ke kelompok ekonomi global BRICS. Menurut Presiden Prabowo, dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.

“Dalam beberapa hal yang sangat penting bagi Indonesia, Presiden Putin mendukung dan memberi dukungan kepada keperluan-keperluan Indonesia,” lanjut Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah kesepakatan kerja sama yang telah dibahas sebelumnya kini menunjukkan kemajuan signifikan di berbagai sektor. “Hampir semua bidang yang kita sepakati beberapa bulan yang lalu mengalami kemajuan yang pesat. Ada satu-dua yang perlu kita percepat, saya akan segera menangani sendiri,” tegasnya.

Selain membahas kerja sama bilateral, Presiden Prabowo menekankan pentingnya konsultasi strategis dengan Rusia dalam menghadapi perubahan geopolitik global yang berlangsung cepat. Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting yang memiliki peran konstruktif dalam menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian dunia.

“Saya juga datang untuk konsultasi, karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat. Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini,” ucap Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo turut menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mempererat kerja sama dengan Rusia, terutama di sektor ekonomi dan energi sebagai pilar utama hubungan kedua negara ke depan. Presiden Prabowo menyatakan bahwa sinergi yang makin kuat di bidang tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

“Kalau bisa kita terus mempererat kerja sama, terutama di bidang ekonomi dan energi,” tuturnya.

Pertemuan di Kremlin ini menegaskan arah baru kemitraan Indonesia–Rusia yang lebih strategis, konkret, dan relevan dalam menjawab tantangan global masa kini.

Ada momen hangat dan menarik saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan 5 jam dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin, 13 April 2026. Di tengah pembahasan isu-isu strategis, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat Hari Paskah kepada Presiden Putin dan seluruh masyarakat Rusia.

“Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan perayaan keagamaan di Rusia,” ujar Sekretaris Kabinet

Menanggapi hal tersebut, Presiden Putin menyampaikan apresiasi mendalam atas ucapan yang diberikan Presiden Prabowo. Ia menilai ucapan tersebut memiliki makna khusus, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

“Presiden Putin menyambut baik dan sangat apresiasi kepada Presiden Prabowo dan sangat senang mendengar ucapan selamat Hari Suci Paskah, karena terucap dari kepala negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia,” ujarnya

Presiden Putin juga menegaskan bahwa Rusia merupakan negara multikonfesional yang menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi antarumat beragama. Dalam tradisi tersebut, berbagai perayaan keagamaan dihormati dan dirayakan bersama sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.

“Beliau menyampaikan bahwa Negara Rusia adalah negara multikonfesional, yang menganut agama-agama, tetapi tetap merayakan semua hari raya agama,” imbuhnya.

Pertemuan kedua pemimpin tidak hanya membahas hubungan bilateral dan kerja sama strategis sejumlah bidang, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai saling menghormati dan toleransi yang menjadi fondasi penting dalam hubungan antarnegara.

Momen tersebut menjadi simbol kuat persahabatan Indonesia dan Rusia, sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang agama tidak menjadi penghalang, melainkan jembatan untuk mempererat hubungan dan saling pengertian di tengah dinamika global. (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Jokowi: Investasi Kilang Minyak Membuka Lapangan Kerja

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Kemenpar Perkuat Tata Kelola Akomodasi Bali, Dorong Pariwisata Lebih Tertib dan Berkelanjutan

Kemenpar Perkuat Tata Kelola Akomodasi Bali, Dorong Pariwisata Lebih Tertib dan Berkelanjutan

Hadiri Puncak Pujawali Pura Luhur Batulumbung, Gubernur Koster Serahkan Punia Rp 25 Juta

Hadiri Puncak Pujawali Pura Luhur Batulumbung, Gubernur Koster Serahkan Punia Rp 25 Juta