Sanya (Atnews) - Pasangan Speed Relay Timnas Panjat Tebing Indonesia sukses menyabet medali emas pada perlombaan panjat tebing disiplin speed relay di Asian Beach Games Sanya di China 2026 pada Rabu,(29/04/2026).
Kemenangan Desak dan Asih menjadi sempurna tatkala keduanya juga berhasil memecahkan rekor dunia speed relay putri dengan catatan waktu 13,174 detik saat bermain di semifinal melawan wakil tuan rumah Zhou Yafei dan Lijuan Dheng yang mencatatkan waktu 13,178 beda tipis dari Desak dan Asih. Sementara Duo Speed Relay Putra berhasil meraih medali perak setelah kalah dari pasangan wakil tuan rumah.
Speed Relay Putri Indonesia yang diwakili Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih berhasil unggul catatan waktu saat melawan duo speed relay putri Korea Selatan, Jong Jimin dan Hanareum Sung dengan catatan waktu 13,76 detik. Sementara pasangan speed relay putri Korea Selatan hanya mencatatkan waktu 16,50 detik.
Mengenai keberhasilan keduanya, Desak mengatakan bahwa performanya beserta Asih hari merupakan hasil persiapan yang tidak singkat yang sudah ia jalani bersama tim.
“Pastinya (keberhasilan hari ini), bukan merupakan hasil dari persiapan yang singkat. Kami telah berlatih bersama tim dan mengevaluasi dan memperbaiki berbagai gerakan secara detail,” ungkapnya.
Dengan keberhasilan hari ini ia tidak mau berpuas diri mengingat masih banyak kompetisi yang harus dijalani.
Berbeda dengan Desak, Asih mengatakan bahwa program latihan yang dijalani di Timnas oleh pelatih baru Galar Pandu Asmoro, cukup membantunya dalam peningkatan performanya di Asian Beach Games Sanya 2026 ini.
“Peran pelatih bagi saya (dalam membantu meningkatkan performanya hari ini) cukup baik dan sangat mendukung, karena di sesi latihan itu ada latihan terbaru seperti latihan teknik, sprint, dan lain sebagainya,” kata Asih saat ditanya peran pelatih dalam peningkatan performanya.
Keduanya sepakat kemenangan dan rekor yang diraih di Asian Beach Games Sanya 2026 ini mereka persembahkan untuk dirinya sendiri yang telah bekerja keras dan berlatih, kepada pelatih, dan masyarakat Indonesia yang telah mendoakan dan mendukung perjuangan mereka berdua.
Di sisi lain, pasangan Speed Relay putra Indonesia yang diwakili Raharjati Nursamsa dan Antasyafi Robby Al Hilmi harus mengakui kemenangan duo speed relay putra Tiongkok, Jianguo Long dan Zhao Yicheng yang menyelesaikan race lebih cepat sekaligus memecahkan rekor dunia untuk nomor relay putra dengan catatan waktu 9,757 detik unggul tipis dari keduanya yang menyelesaikan race dengan waktu 9,80 detik. Dengan hasil ini, Raharjati dan Robby berhak menempati podium kedua dan mendapatkan medali perak.
Keberhasilan Timnas Speed Relay Indonesia hari ini sekaligus memperbaiki catatan raihan medali di hari sebelumnya yang menempatkan Robby sebagai juara 2 dengan medali peraknya di nomor speed putra.
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro mengapreasiasi perjuangan luar biasa para atlet di Asian Beach Games Sanya 2026. Ia mengatakan bahwa fokus selanjutnya adalah menatap seri World Climbing Series yang akan dimulai minggu depan di seri Wujiang, Tiongkok.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya perjuangan seluruh atlet yang bermain di Asian Beach Games Sanya 2026. Raihan hari ini semoga menjadi pelecut untuk menatap seri World Climbing Series 2026 pertama di Wujiang minggu depan,” ungkapnya.
Sementara itu pelatih Timnas Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro mengaku bangga dengan raihan para atlet hari ini karena para atlet telah menunjukkan progres yang baik dari segi catatan waktu dan melihat hal itu sebagai indikator yang baik bagi kesiapan para atlet menarap World Climbing Series 2026 yang sebentar lagi akan bergulir.
“Yang pasti iya ya (hasil hari ini menjadi indakator yang baik untuk kesiapan parat atlet menghadapi World Climbing Series), terutama dari segi catatan waktu khususnya para atlet muda kita, saya melihat ada peningkatan dan membuat saya selaku pelatih juga merasa cukup bangga,”ungkapnya.
Diketahui, dalam waktu dekat World Climbing Series 2026 akan segera bergulir dan seri pertama akan diselenggarakan di Wujiang, Tiongkok pada tanggal 8-10 Mei 2026.
Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan bahwa prestasi tersebut menjadi kebanggaan tidak hanya bagi daerah, tetapi juga Indonesia. Ia menilai capaian ini sekaligus membuktikan bahwa pembinaan atlet di Buleleng berjalan dengan baik.
“Ini tentu menjadi kebanggaan, tidak hanya untuk Buleleng tetapi juga Indonesia. Kami bersyukur atlet Buleleng mampu memberikan prestasi di tingkat internasional,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/4).
Supriatna juga mengapresiasi para pelatih dan pembina yang telah berperan dalam proses pembinaan atlet. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi atlet muda Buleleng untuk terus berkembang.
“Ini bagian dari keberhasilan pembinaan atlet di Buleleng. Terima kasih kepada para pelatih dan semua pihak yang terlibat,” tambahnya.
Sejalan dengan capaian tersebut, KONI Buleleng mendorong adanya dukungan sarana dan prasarana (sarpras) panjat tebing untuk menunjang pembinaan atlet ke depan. Menurut Supriatna, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan sejak 2023 kepada pemerintah pusat.
Pengajuan tersebut meliputi pembangunan dinding panjat serta sarana pendukung lainnya yang diajukan ke Kemenpora dan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pusat, dengan nilai sekitar Rp7 miliar.
Namun hingga saat ini, bantuan yang terealisasi baru sebatas peralatan pendukung seperti point, macros, harness, helm, serta figure dan carabiner.
“Kami sudah mengajukan permohonan sarpras panjat tebing di Buleleng. Mudah-mudahan dengan prestasi ini bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih atlet panjat tebing asal daerahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bangga karena atlet Buleleng mampu mengharumkan nama daerah di tingkat internasional.
“Pemerintah Kabupaten Buleleng tentu sangat bangga. Ini hasil kerja keras atlet yang terus berlatih hingga mampu meraih prestasi terbaik,” katanya.
Sutjidra menambahkan, pemerintah daerah akan memberikan perhatian dan penghargaan kepada atlet berprestasi serta berkomitmen memperkuat pembinaan olahraga melalui koordinasi dengan KONI Buleleng.
“Tentu ada apresiasi. Pemkab juga berkomitmen memperkuat pembinaan bersama KONI agar cabang olahraga bisa berkembang lebih baik,” jelasnya. (WAN/002)