Denpasar (Atnews) - Program Studi Filsafat Hindu Fakultas Brahma Widya Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung arah kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Internalisasi Nilai-Nilai Filsafat Hindu dalam Ekoteologi untuk Menumbuhkan Etika Lingkungan di Desa Ubung Kaja Denpasar Utara”.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap gagasan Ekoteologi yang terus digaungkan oleh Menteri Agama RI Prof. K.H. Nasaruddin Umar dalam membangun kesadaran spiritual dan ekologis masyarakat Indonesia di tengah tantangan krisis lingkungan global.
Bertempat di Desa Ubung Kaja, kegiatan pengabdian ini memadukan nilai-nilai luhur filsafat Hindu, penguatan ekoteologi, serta pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai pendekatan transformatif dalam membangun kesadaran lingkungan masyarakat.
Pendekatan tersebut menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak harus menjauhkan manusia dari nilai spiritualitas, melainkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan sebagaimana diajarkan dalam konsep Tri Hita Karana.
Dra. Ni Wayan Sumertini, M.Ag., selaku Ketua Program Studi Filsafat Hindu menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, internalisasi nilai-nilai filsafat Hindu dan ekoteologi menjadi sangat penting dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat Hindu di tengah perubahan zaman dan tantangan modernitas digital. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai luhur seperti Tat Tvam Asi, Tri Hita Karana, dan penghormatan terhadap alam sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa harus terus dihidupkan melalui pendekatan edukatif dan kontekstual.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Program Studi Filsafat Hindu juga memadukan pendekatan teknologi dan Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun generasi Hindu yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Hal ini selaras dengan pesan yang senantiasa disampaikan Bapak Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengenai pentingnya penguasaan teknologi dan AI bagi generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di era transformasi digital global.
Menurutnya, generasi muda Hindu tidak cukup hanya memahami nilai spiritual dan budaya, tetapi juga harus memiliki kemampuan literasi digital dan penguasaan teknologi agar mampu menjaga serta mengembangkan peradaban Hindu secara relevan di masa depan. Karena itu, pengabdian masyarakat ini menjadi ruang integratif antara spiritualitas Hindu, kesadaran ekologi, dan inovasi teknologi berbasis AI.
Sementara itu, Dr. I Nyoman Subrata selaku Wakil Dekan I Fakultas Brahma Widya yang mewakili Dekan Fakultas Brahma Widya menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat eksistensi fakultas dan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar hadir sebagai kampus keagamaan Hindu yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun kesadaran spiritual, budaya, dan lingkungan masyarakat Bali.
Menurutnya, pengabdian masyarakat seperti ini menjadi ruang strategis untuk mensosialisasikan peran kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Hindu, serta penguatan karakter generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi namun tetap berakar pada budaya dan spiritualitas Hindu.
Perbekel Desa Ubung Kaja, I Wayan Astika, menyambut baik pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dalam memperkuat karakter masyarakat berbasis nilai-nilai Hindu di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi.
Dalam sambutannya, ia juga berharap agar mahasiswa Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dapat melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ubung Kaja sehingga sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat akan memberikan penguatan pendidikan sosial-keagamaan, pelestarian budaya Hindu, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga harmoni alam dan kehidupan berbasis nilai-nilai Hindu.
Kegiatan pengabdian ini menghadirkan berbagai materi terkait “Ekoteologi dalam Perspektif Filsafat Hindu”, internalisasi nilai Tri Hita Karana dan Tat Tvam Asi, hingga pemanfaatan teknologi berbasis AI dalam penguatan ekoteologi Hindu, sehingga masyarakat diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab spiritual manusia terhadap alam semesta.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Filsafat Hindu Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar berharap lahir kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga alam Bali sebagai ruang sakral kehidupan.
Pengabdian ini sekaligus mempertegas sinergi antara dunia akademik, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung visi Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai gerakan spiritual dan sosial menuju peradaban yang berkelanjutan, humanis, dan harmonis dengan alam. (Z/002)