Upacara Massal Sawa Wedana Utama–Atma Wedana Dihadiri Gubernur Koster, Bendesa Disel Astawa Paparkan Bukti Nyata Aset Desa untuk Krama
Banner Bawah

Upacara Massal Sawa Wedana Utama–Atma Wedana Dihadiri Gubernur Koster, Bendesa Disel Astawa Paparkan Bukti Nyata Aset Desa untuk Krama

Admin - atnews

2026-05-24
Bagikan :
Dokumentasi dari - Upacara Massal Sawa Wedana Utama–Atma Wedana Dihadiri Gubernur Koster, Bendesa Disel Astawa Paparkan Bukti Nyata Aset Desa untuk Krama
Gubernur Bali, Wayan Koster (ist/Atnews)
Badung (Atnews) – Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri rangkaian upacara massal Sawa Wedana Utama–Atma Wedana (Meligia Punggel), Metatah, Nilapati Agung, lan Ngingkup Agung yang digelar oleh Desa Adat Ungasan di Wantilan Nusa Bangsal, Banjar Kelod, Desa Adat Ungasan, Minggu (24/5).
Kehadiran orang nomor satu di Bali ini disambut hangat oleh ribuan krama adat yang tengah beristirahat usai mengikuti prosesi upacara Ngaskara, Mapetik, Meras, Pepegat, dan Metapak. 

Suasana sakral pun kian terasa dengan iringan tetabuhan angklung Banjar Kelod serta Gong Gede Bakung Sari.

Upacara besar ini dipuput oleh lima Sulinggih, yakni Ida Ratu Rsi Agung Nabe Wayahan Suta Dharma Jaya Giri, Ida Peranda Budha, Ida Peranda Kusamba, Ida Pandita Mpu Miyasa Dharma Eka Sari, dan Ida Bhagawan Magada Prabu Dwijananda. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelestarian adat, Gubernur Koster menyerahkan bantuan dana punia sebesar Rp25 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya, I Made Suada.

Jero Bendesa Adat Ungasan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Bali, I Wayan Disel Astawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran serta dukungan Gubernur Bali. Di hadapan Gubernur, Disel Astawa memaparkan bahwa upacara suci Pitra Yadnya ini sudah dipersiapkan sejak Februari 2026 dan akan berlangsung hingga Budha Umanis Julungwangi, Rabu (3/6) mendatang.

“Kehadiran Bapak Gubernur Bali dados kehormatan agung lan doa restu sane nguatang semangat krama Desa Adat Ungasan ngamargiang swadharma Pitra Yadnya puniki,” ucap Disel Astawa dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Disel Astawa merinci bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak 19 Mei 2026, dengan puncak Sawa Wedana yang jatuh pada Senin (25/5). Secara keseluruhan, upacara massal ini diikuti oleh 256 warga Desa Adat Ungasan.

“Upacara puniki kalaksanayang saking tanggal 19 Mei 2026 lan 25 Mei 2026 puncak Sawa Wedana. Wenten 56 sawa sane ngemargiang upacara ngaben lan ngasti. Nyekah Puspa diikuti 135 puspa, sane ngamargiang upacara nyekah ring leluhur. Metatah kasarengin 65 orang sane ngemargiang upacara manusa yadnya dados penyucian diri. Total wenten 256 warga Desa Adat Ungasan sane ngemargiang yadnya ring galah puniki,” jelasnya.

Hal yang menarik perhatian publik adalah pembiayaan upacara agung ini. Pihak panitia memperkirakan total anggaran mencapai Rp5 miliar. Anggaran fantastis tersebut dominan bersumber dari pendapatan Obyek Wisata Pantai Melasti yang merupakan aset mutlak milik Desa Adat Ungasan.

“Upacara agung puniki prasida memargi antar santukan gotong royong krama lan dukungan saking sarwa pihak. Anggaran biaya total upacara kirang langkung Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah). Suksema aturang titiang. Sumber dana utama kakumpulang saking pendapatan Obyek Wisata Pantai Melasti Ungasan sane dados aset krama Desa Adat Ungasan. Puniki dados bukti nyata indik pengelolaan aset desa adat prasida mawali majeng ring krama, dados sarana ngemargiang yadnya, ngelestariang adat, lan ngukuhang rasa menyama braya,” rinci Disel Astawa. 

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada para donatur, sponsor, banjar-banjar, sekaa teruna, sekaa gong, pecalang, dan seluruh krama yang tulus ngayah dengan tenaga, pemikiran hingga dana.
Bagi masyarakat Ungasan, upacara ini bukan sekadar rutinitas adat, melainkan warisan adiluhung untuk menjaga keseimbangan alam semesta baik secara sekala maupun niskala.

Pada kesempatan itu, Disel Astawa juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan Wantilan Nusa Bangsal Banjar Kelod yang belum rampung total, dengan harapan memperoleh dukungan seleras dari Pemerintah Provinsi Bali ke depan.

“Pinih ungkur, titiang nunas lugra, mangda Pemerintah Provinsi Bali stata ngicenin perhatian lan dukungan majeng ring penguatan desa adat, ngelestariang budaya, lan ngemargiang program sane ngicenin manfaat langsung ring krama,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, I Made Suada, S.Ag., M.Si., didampingi Sekretaris/Penyarikan I Wayan Suwita sebelumnya telah menjelaskan bahwa karya suci ini melibatkan seluruh krama banjar adat di wilayah Desa Adat Ungasan. Di antaranya Banjar Kauh, Banjar Kertha Lestari, Banjar Santhi Karya, Banjar Werdi Kosala, Banjar Wana Giri, Banjar Sari Karya, Banjar Kangin, Banjar Angga Sari, Banjar Giri Darma, Banjar Bakung Sari, Banjar Langui, hingga Banjar Cengiling.

Terkait urunan (punia), Suada menyebutkan angka yang sangat meringankan beban masyarakat berkat adanya subsidi dari kas desa adat.

“Untuk peserta metatah sebanyak 65 orang dan tidak dipungut biaya atau gratis. Untuk ngaben krama dikenakan punia Rp1.500.000 dan nyekah dikenakan punia Rp2.000.000,” urai I Made Suada.

Upacara massal ini terhitung langka karena terakhir kali digelar pada tahun 2017 atau sembilan tahun silam. Ke depan, pihak desa adat telah sepakat untuk menjadikannya agenda berkala demi meringankan beban ekonomi warga adat dalam melaksanakan kewajiban keagamaan.

“2017 terakhir digelar. Tahun ini, 2026. Selanjutnya akan diagendakan 5 tahun sekali. Berarat berikutnya di tahun 2031. Anggaran upacara ini sebesar Rp5 miliar murni dari Desa Adat Ungasan. Ada juga dana punia dari warga dan pengusaha di Desa Ungasan,” papar I Made Suada.

Sebagai informasi tambahan, pada ritual puncak Atma Wedana yang akan berlangsung pada Redite Pon Juluwangi, 31 Mei 2026 mendatang, upacara akan dipuput oleh tujuh orang sulinggih. Mereka adalah Ida Ratu Rsi Agung Nabe Wayahan Suta Dharma Jaya Giri, Ida Peranda Budha, Ida Peranda Kusamba, Ida Pandita Mpu Miyasa Dharma Eka Sari, Ida Bhagawan Magada Prabu Dwijananda, Ida Pedanda Gede Putra Sebali Arimbawa, dan Ida Pandita Mpu Siwa Natha Dharma. (SUK/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Smartdesa C@shless No.1

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas