Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung
Banner Bawah

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Admin 2 - atnews

2026-06-04
Bagikan :
Dokumentasi dari - Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Nasdem, I Nengah Senantara (ist/atnews)
Jakarta (Atnews) — Penertiban pelanggaran tata ruang dan perizinan di Bali sama sekali bukan ancaman bagi iklim investasi. Langkah tegas ini justru menjadi kunci utama untuk memastikan pembangunan di Pulau Dewata berjalan tertib, legal, serta selaras dengan kelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Dukungan penuh terhadap langkah penegakan aturan ini datang dari Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Nasdem, I Nengah Senantara. Ia menyatakan berdiri bersama Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali untuk membenahi sengkarut lahan di sana.

"Saya tentu sangat mendukung keberadaan dan kerja Pansus TRAP yang ada di Bali. Hukumnya sudah jelas dibentuk oleh DPRD Provinsi Bali bahkan sampai diperpanjang karena banyaknya pelanggaran tata ruang," kata Nengah di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Senantara menegaskan bahwa berbagai dugaan pelanggaran tata ruang yang ditemukan di lapangan harus segera ditindaklanjuti. Baginya, masa depan Bali harus tetap berpijak pada akar adat, tradisi, dan kebudayaan yang kuat.

"Saya menginginkan Bali tetap ajeg. Ajeg adatnya, ajeg tradisinya, dan tentu juga ajeg budayanya," ujarnya.

Lebih lanjut, legislator asal Bali ini menepis anggapan bahwa kehadiran Pansus TRAP akan membuat para investor ketakutan dan menjauh. Senantara menggarisbawahi bahwa Bali sangat terbuka bagi investasi, namun hanya untuk mereka yang mau menghormati aturan main dan karakter khas daerah.

"Kita menginginkan investor yang masuk ke Bali itu investor yang memahami tentang Bali, yang bisa membangun Bali ke depan, yang bisa menjaga Bali. Bukan investor yang hanya menginginkan kepentingan ekonomi yang ada di Bali," tegasnya.

Ia pun menyentil pihak-pihak yang merasa gerah atau terganggu dengan fungsi pengawasan yang sedang berjalan ini.

"Kalau takut, tidak usah datang ke Bali. Takutnya karena apa? Karena mereka melakukan pelanggaran. Kalau tidak melanggar, ngapain takut?" tegasnya lagi.

Secara khusus, Senantara memberikan atensi pada proyek Bali Turtle Island Development (BTID) yang saat ini tengah dibidik oleh Pansus TRAP. Ia meminta agar sederet dugaan pelanggaran—mulai dari sengketa akses ke kawasan suci, kerusakan mangrove, hingga masalah pemanfaatan lahan—diusut sampai ke akarnya tanpa tebang pilih.

"Pelanggaran berat sudah diproses melalui jalur hukum. Tidak boleh melakukan aktivitas sebelum mendapat kekuatan hukum yang lebih jelas," pungkasnya. (SUK/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Jajaran Polda Bali Hadiri Mediasi Pakudui Kawan dengan Pakudui Kangin

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂ dan Jadi Sorotan Dunia

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂ dan Jadi Sorotan Dunia

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026