Buleleng (Atnews) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Buleleng, mendatangi Gedung DPRD Buleleng, Bali, sekitar pukul 10.30 Wita, melakukan aksi damai Senen(29/6/2026). Dalam aksi damai tersebut, mereka membawa 12 tuntutan, mengkritisi sejumlah program nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, seperti Program Makan Bergizi Gratis(MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih(KDMP), yang dinilai belum sepenuhnya relevan dengan kondisi di lapangan.
Mahasiswa juga meminta agar pelaksanaan Program MBG bebas dari praktik korupsi. Dalam aksi damai tersebut, mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi dengan 12 tuntutan, yang terdiri atas 7 isu nasional dan 5 isu lokal.
Sedangkan isu nasional, massa aksi menuntut pembersihan kabinet, perombakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, revisi Undang-Undang TNI dan Polri, serta perbaikan sistem distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
Sementara pada isu lokal, mahasiswa menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan rusak di kawasan Kota Singaraja yang dinilai belum mendapat perhatian, meski penataan kawasan Titik Nol Singaraja terus dilakukan.
Mereka juga mendesak penghentian alih fungsi lahan serta penanganan krisis Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Bengkala.
Selain itu, aksi massa juga menuntut kepastian penyelesaian berbagai persoalan di sektor pendidikan dan infrastruktur di Kabupaten Buleleng. Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan dari personel Polres Buleleng, Satpol PP, serta pecalang Desa Adat Buleleng.
Aksi damai Mahasiswa tersebut diterima oleh Kepala Bagian Hukum dan Persidangan Sekretariat DPRD Buleleng I Nyoman Toya didampingi Kepala Bagian Pengawasan dan Humas Sekretariat DPRD Buleleng Luh Suma Intari.
Mewakili pimpinan dan anggota DPRD Buleleng, Toya mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa secara damai. Dia memastikan seluruh tuntutan yang disampaikan akan difasilitasi dan diteruskan kepada pimpinan DPRD Buleleng.
“Kami mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi dan pemikiran terkait isu nasional maupun daerah. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami fasilitasi dan teruskan kepada pimpinan DPRD,” tandas Toya. (WAN/002)