PM Modi ke Indonesia, QRIS Menyambut India ke Bali: Momentum Baru Pariwisata dan Pembayaran Digital
Banner Bawah

PM Modi ke Indonesia, QRIS Menyambut India ke Bali: Momentum Baru Pariwisata dan Pembayaran Digital

Admin 2 - atnews

2026-07-02
Bagikan :
Dokumentasi dari - PM Modi ke Indonesia, QRIS Menyambut India ke Bali: Momentum Baru Pariwisata dan Pembayaran Digital
Trisno Nugroho – Pengurus PHRI Bali - Pengamat Ekonomi dan Pariwisata (ist/atnews)
Oleh Trisno Nugroho

Rencana kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada Juli 2026 menjadi momentum penting bagi hubungan Indonesia dan India. Pertemuan ini bukan hanya bermakna diplomatik, tetapi juga membuka peluang besar bagi kerja sama ekonomi digital, konektivitas pembayaran lintas negara, dan penguatan arus wisatawan India ke Indonesia, khususnya Bali.

Antara melaporkan bahwa pertemuan Joint Commission Meeting Indonesia–India di New Delhi pada Juni 2026 menjadi bagian dari persiapan kunjungan PM Modi ke Indonesia, sekaligus membahas penguatan kemitraan strategis di bidang perdagangan, investasi, industri strategis, maritim, dan konektivitas digital.

Salah satu agenda yang sangat dinantikan adalah semakin dekatnya integrasi pembayaran digital antara QRIS Indonesia dan sistem pembayaran India.

Harapannya sederhana tetapi dampaknya besar: tidak lama lagi wisatawan India yang datang ke Bali dapat berbelanja dengan mudah cukup menggunakan aplikasi pembayaran mereka untuk memindai QRIS di hotel, restoran, toko oleh-oleh, pusat kerajinan, transportasi, hingga UMKM lokal.

Sebaliknya, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke India juga diharapkan dapat bertransaksi secara praktis melalui interkoneksi QRIS dengan sistem pembayaran di India.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa QRIS antarnegara memungkinkan wisatawan asing di Indonesia membayar dengan memindai QRIS merchant Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran dari negaranya.

Sebaliknya, wisatawan Indonesia di luar negeri dapat membayar dengan memindai standar QR negara yang dikunjungi menggunakan aplikasi pembayaran Indonesia.

Mekanisme ini membuat transaksi lintas negara menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien, tanpa harus selalu menukar uang tunai secara fisik.

Momentum ini menjadi semakin strategis karena Bank Indonesia dan Reserve Bank of India telah menandatangani nota kesepahaman pada Maret 2024 untuk mendorong penggunaan mata uang lokal, yaitu Rupiah dan Rupee, dalam transaksi bilateral.

Kerja sama ini penting karena dapat mengurangi ketergantungan pada mata uang global, menekan biaya konversi, serta memperkuat transaksi ekonomi langsung antara kedua negara.

Bagi Bali, peluang ini sangat besar. Data tambahan Januari–Mei 2026 menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara langsung ke Bali mencapai 2.598.143 orang. Australia masih menjadi pasar terbesar dengan 646.131 kunjungan, disusul Tiongkok 243.389 kunjungan, dan India 222.470 kunjungan.

Namun yang menarik, pada Mei 2026 wisatawan India mencapai 59.014 kunjungan, lebih tinggi dari Tiongkok yang tercatat 41.700 kunjungan pada bulan yang sama. Ini menunjukkan bahwa India bukan lagi sekadar pasar potensial, tetapi sudah menjadi salah satu motor pertumbuhan utama pariwisata Bali.

Tren tersebut sejalan dengan perkembangan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, Bali mencatat hampir 6,95 juta kunjungan wisatawan mancanegara langsung, naik 9,72 persen dibandingkan tahun 2024.

India juga menjadi salah satu pasar utama Bali pada 2025, dengan sekitar 569 ribu kunjungan, berada di jajaran teratas setelah Australia. 

Karena itu, integrasi QRIS dengan India bukan hanya urusan teknis sistem pembayaran. Ini adalah bagian dari strategi besar menjadikan Bali sebagai destinasi yang semakin ramah, mudah, modern, dan terkoneksi dengan pasar global.

Wisatawan India dikenal memiliki segmen yang luas: keluarga, pasangan bulan madu, rombongan pernikahan, MICE, wisata budaya, kuliner, wellness, hingga belanja.

Jika transaksi semakin mudah, maka peluang belanja wisatawan juga akan meningkat, dan manfaatnya dapat mengalir lebih luas kepada pelaku usaha lokal.

Dampak paling nyata akan dirasakan oleh UMKM. Selama ini, sebagian wisatawan asing masih bergantung pada uang tunai, kartu internasional, atau money changer. Dengan QRIS antarnegara, transaksi dapat berlangsung lebih praktis dan tercatat.

Pedagang kecil, pengrajin, restoran lokal, desa wisata, hingga pelaku ekonomi kreatif dapat menerima pembayaran digital dari wisatawan India secara lebih mudah.

Inilah wajah baru pariwisata: bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga memastikan belanja wisatawan masuk langsung ke ekonomi rakyat.

Namun peluang besar ini perlu disiapkan secara serius. Merchant di Bali harus memastikan QRIS aktif, mudah terlihat, dan siap digunakan. Pelaku usaha pariwisata perlu diberi edukasi tentang cara menerima pembayaran lintas negara.

Informasi sederhana dalam bahasa Inggris, bahkan bila memungkinkan bahasa Hindi, perlu mulai disiapkan di kawasan wisata, pusat belanja, hotel, restoran, dan desa wisata.

Promosi Bali ke pasar India juga perlu diperkuat dengan pesan yang jelas: Bali bukan hanya indah dan berbudaya, tetapi juga mudah, nyaman, dan siap secara digital.

Kunjungan PM Modi ke Indonesia dapat menjadi simbol babak baru hubungan Indonesia dan India. Dua negara besar Asia ini memiliki kedekatan sejarah, budaya, spiritualitas, dan perdagangan yang panjang.

Kini, kedekatan itu memasuki ruang baru: ekonomi digital dan pembayaran lintas negara. Bagi Indonesia, khususnya Bali, ini adalah momentum emas untuk memperkuat posisi sebagai gerbang utama pariwisata Indonesia sekaligus etalase transformasi digital nasional.

Semoga tidak lama lagi, wisatawan India yang datang ke Bali dapat menikmati pengalaman berwisata yang semakin mudah: makan di restoran, membeli kerajinan, membayar tiket wisata, menikmati layanan wellness, hingga berbelanja di UMKM cukup dengan memindai QRIS.

Demikian pula wisatawan Indonesia yang berkunjung ke India dapat merasakan kemudahan serupa melalui interkoneksi sistem pembayaran kedua negara.

Jika dikelola dengan baik, QRIS bukan hanya alat pembayaran. QRIS dapat menjadi jembatan baru antara diplomasi, pariwisata, UMKM, dan kesejahteraan masyarakat.

Dari PM Modi ke Indonesia, dari India ke Bali, dan dari QRIS ke ekonomi rakyat—momentum ini layak disambut sebagai langkah maju menuju pariwisata yang lebih inklusif, modern, dan bermanfaat bagi masyarakat luas (tnu).

*) Trisno Nugroho – Pengurus PHRI Bali - Pengamat Ekonomi dan Pariwisata 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pratisentana Bandesa Manik Mas Tidak Wajib

Terpopuler

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026, Bangli dan Denpasar Suguhkan Spiritualitas serta Kekuatan Tradisi Bali

Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026, Bangli dan Denpasar Suguhkan Spiritualitas serta Kekuatan Tradisi Bali

Sekda Bali Tutup Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, Luncurkan Tema 2027 “Kirtya Wana Kerthi” 

Sekda Bali Tutup Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, Luncurkan Tema 2027 “Kirtya Wana Kerthi” 

Paradoks Dihadapi Bali, Pertumbuhan Ekonomi Bertumpu pada Keunggulan Budaya, Praktik Berikan Tekanan  Keberlanjutan Budaya

Paradoks Dihadapi Bali, Pertumbuhan Ekonomi Bertumpu pada Keunggulan Budaya, Praktik Berikan Tekanan  Keberlanjutan Budaya