Bandung (Atnews) - Lia Fahlevi seorang Angklung Conductor di Saung Angklung Udjo (SAU), Bandung merasa terhormat dan bangga dapat membawakan angklung dihadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi.
Penampilan angklung tersebut menghangatkan dan mewarnai pertemuan Presiden Prabowo dengan PM India, Narendra Modi. di sela rangkaian kunjungan kenegaraannya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Momen langka itu, sekali dalam seumur hidupnya dapat menjadikan angklung terus menjadi jembatan persahabatan Indonesia dengan dunia.
"Tentu saya merasa terhormat. Namun yang paling saya syukuri adalah kesempatan untuk membawa angklung hadir di momen penting tersebut," kata Lia Fahlevi ketika dihubungi Atnews di Bandung, Sabtu (18/7).
Dirinya sebagai bagian dari keluarga besar Saung Angklung Udjo sejak kecil umur tujuh tahun, rasanya semua proses belajar selama bertahun-tahun terbayar ketika bisa memperkenalkan budaya Indonesia di hadapan pemimpin negara.
"Aku dari kecil gabung di Angklung Udjo dari umur 7 tahun. Semoga angklung terus menjadi jembatan persahabatan Indonesia dengan dunia," imbuhnya.
Lia yang juga Master of Ceremony (MC) aktif membawakan berbagai acara nasional maupun internasional serta turut memperkenalkan angklung sebagai warisan budaya Indonesia.
SAU berdiri pada tahun 1966, mengemban misi perdamaian melalui harmoni bambu, dan kini diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Saung Angklung Udjo secara aktif mempromosikan angklung sebagai sarana untuk memupuk perdamaian dunia.
Mengingat, nilai-nilai yang terkandung dalam seni angklung, seperti kerja sama, toleransi, dan kesetaraan, adalah prinsip universal yang perlu terus diperjuangkan.
Setiap tahun, SAU secara aktif mengkampanyekan semangat angklung sebagai semangat perdamaian ke berbagai belahan dunia.
Lia juga meceritakan, pihaknya sempat berbincang menjelaskan angklung. "Beliau (Modi-red) langsung amaze (kagum-red) tertarik sama angklung dan mau coba membunyikan angklung tersebut," ungkap Lia.
Menariknya lagi, Presiden Prabowo menyiapkan sebuah oleh-oleh diplomasi yang sarat makna yakni satu set angklung.
Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemberian angklung tersebut merupakan bagian dari diplomasi budaya Indonesia.
“Di sela pertemuan, Presiden Prabowo memberikan oleh-oleh diplomasi berupa satu set angklung kepada PM Narendra Modi. Angklung, alat musik tradisional khas Jawa Barat, menjadi simbol persahabatan sekaligus kekayaan budaya Indonesia,” tulis Seskab Teddy.
Sembari menunjukkan set angklung tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan pesan singkat kepada PM Modi. “Untuk koleksi Anda,” ucap Presiden Prabowo kepada PM Modi.
PM Modi pun menerima hadiah tersebut dengan senyum hangat sebagai tanda apresiasi atas cendera mata istimewa yang diberikan. Momen kemudian berubah menjadi makin akrab ketika Presiden Prabowo dan PM Modi secara langsung mencoba memainkan angklung tersebut.
Dengan senyum lebar, kedua pemimpin menggoyangkan angklung di tangan masing-masing. Suara angklung yang khas pun memenuhi ruangan, menghadirkan suasana santai di tengah rangkaian agenda kenegaraan yang berlangsung formal.
Kehangatan makin terasa ketika alunan lagu ‘Kuch Kuch Hota Hai’ dimainkan menggunakan set angklung tersebut. PM Modi tampak tersenyum cerah saat mencoba sendiri memainkan set angklung, sementara Presiden Prabowo ikut menikmati momen tersebut dan bertepuk tangan memberikan apresiasi.
Usai memainkan angklung, PM Modi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas hadiah yang diberikan. Momen sederhana namun penuh makna itu menjadi gambaran bahwa hubungan Indonesia dan India tidak hanya dibangun melalui kerja sama strategis di bidang politik, ekonomi, maupun pertahanan, tetapi juga dipererat melalui diplomasi budaya yang menyentuh hati dan mempererat persahabatan kedua bangsa. (GAB/ART/002)