Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama
Hari ini kembali media massa memberitakan wafatnya seorang dokter berusia muda, yang sedang menjalani progran internship. Kita amat sangat berduka, semoga Almarhumah mendapat tempar mulia di sisi Allah SWT.
Entah sudah berapa kali kita harus mengulang berita sedih tentang meninggalnya teman sejawat dokter yang masih berusia muda. Sejak Februari 2026 ada setidaknya enam dokter sejawat internship yang meninggal dengan berbagai sebab, dan juga ada sejawat muda lain yang juga wafat.
Kita kembali amat mengharapkan agar para dokter usia muda ini dilindungi, demikian juga tenaga kesehatan yang lain.
Salah satu upaya penting yang dapat dilakukan adalah agar kita mengikuti rekomendasi WHO - ILO "Caring for those who care: Guide for the development and implementation of occupational health and safety programmes for health workers", dan juga Resolusi World Health Assembly resolution ke 74 tentang "Protecting, safeguarding and investing in the health and care workforce".
Dalam rekomendasi WHO - ILO disebutkan perlindungan itu harus meliputi semua dampak yang mungkin timbul pada pekerjaan dokter dan tenaga kesehatan, termasuk penyakit menular (termasuk Campak yang pernah diberitakan), psikososial (termasuk tekanan psikis dalam pekerjaan yang juga sudah berulang kali diberitakan), tekanan fisik (tentu termasuk kelelahan akibat jam kerja berlebihan), dan tantangan lain yang mungkin dihadapi di klinik dan Rumah Sakit.
Hanya dengan perhatian yang amat serius dan kerja perlindungan yang nyata maka kita dapat mencegah terus berulang meninggalnya para dokter di usia muda. Semoga menjadi perhatian agar kepedihan kita tidak terus berulang.
*) Prof Tjandra Yoga Aditama
Dokter sejak 1980 dan Guru Besar Kedokteran sejak 2009 Sedang di Kepulauan Tanimbar, salah satu Kepulauan terluar Indonesia