Yoga adalah keseluruhan ciptaan, dan ilmu ini terungkap melalui berbagai tahapan—dimulai dari tingkat unsur-unsur, kemudian kesadaran, hingga akhirnya keilahian—yang mengubah manusia biasa menjadi manusia luar biasa.
Memahami dan mengalami secara langsung unsur-unsur beserta sifat-sifatnya, serta memanfaatkannya untuk membawa perubahan dalam diri maupun lingkungan sekitar, merupakan salah satu siddhi dasar dalam yoga yang diperoleh melalui bimbingan seorang Guru.
Ciptaan yang kita lihat di sekeliling kita terdiri dari lima unsur dasar, yang dikenal sebagai Panch Mahabhutas —prithvi, jal, agni, vayu, dan akash. Melalui berbagai susunan dan kombinasi, kelima unsur dasar ini membentuk beragam wujud ciptaan, termasuk tumbuh-tumbuhan, hewan, burung, sungai, bahkan tubuh kita sendiri.
Meskipun unsur-unsur ini tidak dapat dilihat di dalam tubuh, unsur-unsur tersebut tetap ada serta mengendalikan dan memengaruhi fungsi tubuh dari hari ke hari. Unsur bumi (prithvi) memberikan penopang dan struktur bagi tubuh; unsur air (jal) mengatur fungsi pembuangan dan reproduksi; unsur api (agni) bertanggung jawab atas kebutuhan energi tubuh; unsur udara (vayu) mengangkut zat-zat gizi ke berbagai bagian tubuh; sedangkan unsur eter (akash) menunjang pertumbuhan dan perkembangan.
Perubahan yang terjadi pada tubuh kita pada dasarnya merupakan perubahan yang dialami oleh unsur-unsur tersebut. Jadi, jika Anda mengalami penuaan atau sakit, hal itu terjadi karena unsur-unsur tersebut sedang mengalami perubahan.
Demikian pula, jika tubuh Anda tampak bercahaya atau kekuatan Anda bertambah, itu juga merupakan hasil kerja unsur-unsur tersebut.
Pada saat Purnima, bulan berada dalam fase purnama dan terjadi kebangkitan pada seluruh unsur. Unsur bulan adalah som, yaitu nektar kehidupan yang memelihara dan memperkuat seluruh unsur lainnya.
Dalam tubuh manusia, nektar ini dikenal sebagai bindu visarga dan dapat dirasakan dalam kondisi kesadaran yang mendalam saat melakukan dhyan (meditasi).
Nektar ini menetes dari Agya Chakra, atau tempat duduk Guru, dan harus dipertahankan di lekuk tenggorokan (Vishuddhi). Sanatan Kriya mengajarkan teknik untuk mempertahankan nektar ini.
Ketika nektar ini dapat dipertahankan, praktisi akan dianugerahi pancaran cahaya dan daya tarik yang luar biasa, sekaligus memperlambat proses penuaan dalam tubuh.
Pada hari Guru Purnima, energi bulan mencapai puncaknya. Oleh karena itu, nektar kehidupan dihasilkan dalam jumlah yang paling besar, dan dinamika unsur-unsur juga berada pada tingkat tertingginya. Unsur-unsur dan som merupakan energi yang disalurkan melalui Guru.
Tanpa kekuatan Guru, Anda tidak akan mampu menyalurkan energi tersebut ke dalam tubuh Anda. Ketika Guru menyentuh unsur bulan dalam tubuh, unsur tersebut secara otomatis mencapai kondisi puncaknya, dan pada saat itulah kebangkitan terjadi di dalam diri Anda.
Jadi, jika Anda ingin mencapai hakikat keberadaan, memahami hakikat unsur-unsur ini, memahami hakikat ciptaan ini, mengetahui apa yang membuat berbagai aspek ciptaan berfungsi, memahami energi yang menggerakkan seluruh ciptaan, serta memperoleh manfaat som secara maksimal, maka Guru Purnima adalah hari yang tepat untuk mewujudkannya.
Guru Purnima menempati kedudukan tertinggi dalam filsafat yoga karena pada hari inilah kekuatan Guru mencapai puncaknya dan paling mudah dijangkau.
Dhyan Foundation mengundang Anda untuk merasakan kekuatan energi ini.
Yagya Rabu, 29 Juli pukul 10.00 WITA, dapat diikuti secara daring atau hadir langsung di Dhyan Ashram.
Langars selama periode tithi — 28 Juli pukul 18.18 IST (Waktu Standar India) hingga 29 Juli pukul 20.05 IST (Waktu Standar India).
Hadiri Yagya secara daring atau secara langsung di Dhyan Ashram. www.dhyanfoundation.com