Denpasar, ( Atnews ) - Taman Budaya Provinsi Bali yang juga dikenal oleh sebagian masyarakat dengan nama Art Center sejak pertama beroperasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dengan kehidupan dan aktivitas berkesenian masyarakat Bali.
Dengan berbagai aktivitas dan fasilitas yang ada didalamnya, Taman Budaya senantiasa berupaya secara maksimal menyiapkan sekaligus menjadi bagian dan fasilitator bagi tumbuh-kembang serta lestarinya berbagai kesenian masyarakat Bali.
Taman Budaya memang berkomitmen untuk ikut menjaga dan melestarikan kebudayaan Bali, sehingga tetap eksis dan semakin dicintai.
Sebagaimana diungkapkan oleh Kasi Dokumentasi dan Informasi UPTD Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Ketut Widi Astra, SE., MM. ketika dijumpai disela-sela kesibukan di ruang kerjanya ( 14/2) di Taman Budaya mengemukakan, para seniman dari seluruh Bali silahkan memanfaatkan fasilitas yang ada untuk berkreativitas.
Group-group maupun Sekaa-sekaa kesenian yang dinilai layak mengisi kalender iven tahunan Taman Budaya, menurutnya bukan hanya gratis, bahkan mendapat uang lelah dari UPTD Taman Budaya sebagai penyelenggara sekaligus penanggung-jawab, sesuai ketentuan yang berlaku; ujarnya.
Hanya saja lanjut Widi Astra, mereka yang berhak tampil unjuk kebolehan di areal pusat kesenian masyarakat Bali dengan bangunannya beraksitektur khas Bali itu, terlebih dahulu harus lolos standar kwalifikasi yang dinilai oleh sebuah tim khusus.
Mekanismenya, mereka terlebih dahulu mengajukan permohonan ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali sebagai induk UPTD. Taman Budaya. Setelah menempuh mekanisme yang ada serta dinilai layak untuk tampil, baru kemudian Dinas Kebudayaan Provinsi Bali merekumendasikan kepada UPTD. Taman Budaya.
Berdasarkan surat rekomendasi tersebut selanjutnya pihak Taman Budaya memasukkan kedalam jadual kalender iven tahunan yang sudah dirancang UPTD. Taman Budaya Provinsi Bali, tegasnya.
Ketika dikonfirmasi Atnews soal adanya anak-anak dari kalangan siswa yang mengisi berbagai sudut ruang kosong seputar Taman Budaya untuk latihan sebuah garapan seni, kata Widi Astra, Taman Budaya memang membuka diri untuk semua insan seni memanfaatkan fasilitas yang ada terkait dengan kegiatan olah seni.
Mereka boleh memanfaatkannya asalkan menyampaikan permohonan terlebih dahulu kepada pihak Taman Budaya, baik secara lisan maupun tertulis. Ini tujuannya untuk menjaga ketertiban dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Ketika AtNews keliling-keliling seputar Taman Budaya yang ditata demikian apik nan asri, nampak para siswa secara berkelompok sedang latihan.
Anak-anak SMPN. 10 Denpasar misalnya terlihat dengan suka-ria melakukan latihan drama modern. Gung Praba salah seorang siswa yang mengaku kini kelas 9 menjawab pertanyaan Atnews mengatakan, mereka latihan untuk persiapan pagelaran besok. Dalam pagelaran "Drama Modern" ini, menurutnya serangkaian dengan ujian praktek bersama teman-temannya.
Kata Gung Praba ketika dijumpai di lantai dasar panggung terbuka Ardha Candra mengatakan, drama modern yang akan dipentaskan itu mengangkat judul:"Denpasar Dua Ribu Lima Puluh Satu".
Lain Gung Praba, lain pula Ni Nyoman Tantri Pertiwi yang kini kelas 11 di SMKN. 5 Denpasar.
Ketika ditemui Atnews di Panggung Terbuka atau Kalangan Angsoka mengatakan, ia bersama lima teman lainnya latihan tari Wiranata dalam rangka untuk mencari nilai ujian tari populer. Sekolahnya kata Tantri, memang mewajibkan untuk menghapal semua tarian Bali yang sudah populer di masa lalu. Kebetulan saat ini ia bersama lima rekannya yang masuk dalam satu group yang sama-sama semester 11, dapat tugas menyajikan tari Wiranata.
Tantri kelahiran Lukluk Mengwi Kabupaten Badung yang dipercayakan mengkoordinir teman-temannya juga memaparkan, beberapa tari populer yang harus dihapalkan seperti: tari Truna Jaya, Panji Semirang, Sekar Jagat dan lainnya. Sedangkan tari Wiranata ini akan dipresentasikan Maret mendatang. (ibm/atm)