Denpasar, ( Atnews ) - Menulis Aksara Bali sebenarnya mudah. Itulah penegasan I Made Agus Janardana Setiawan peraih juara pertama dalam Lomba Mengetik Aksara Bali Pada Komputer Se Bali di Taman Budaya Denpassr, ( 22/2).
Menurut putra pasangan I Nengah Astawa Bawa dan Ni Wayan Baktini ini, kalau memang ada niat serta kemauan yang kuat, menulis Aksara Bali sebenarnya tidak susah. Diakuinya anak-anak seusianya memang jarang yang tertarik belajar Aksara, Sastra dan juga Bahasa Bali.
Ketika ditemui di pinggir kolam lantai dasar Gedung Ksirarnawa sambil menunggu hasil lomba ia menyatakan sedih dan prihatin sebagian besar anak-anak kurang tertarik berbahasa Bali, apalagi dalam mempelajari aksaranya.
Kalau dia sendiri mengaku sejak Sekolah Dasar - SD dulu sudah sering mengikuti lomba, baik di lingkungan sekolahnya maupun di Tingkat Kabupaten. Ia tidak pernah merasa putusasa jikalau kalah dalam mengikuti suatu perlombaan atau lomba apapun itu. Justru dalam kekalahan itulah memacu dirinya untuk bisa lebih maju, tegasnya.
Lain Janardana, lain pula dengan Jaysen Natanael Kartiko. Anak Kelas II SMPN.2 Sawan Buleleng ini mengakui awalnya memang agak sulit belajar menulis atau menyurat aksara Bali. Namun dengan tekad kuat akhirnya justru merasa senang menulis Aksara Bali. Ini karena dirasa aksara Bali ini unik.
Sebagai bagian dari Kebudayaan Bali, keberadaannya memang penting untuk dilestarikan; ujar anak ABG usia 14 tahun yang bercita-cita menjadi fotografer.
Ni Wayan Sriyanti duta Kabupaten Gianyar ini lain lagi pengakuannya. Membaca aksara Bali itu seru. Justru dari sini membuat dirinya kian lebih tertantang untuk mempelajarinya. Terlebih kedua orang tuanya sangat mendukung, kata gadis yang bercita- cita menjadi seorang dokter itu.
Dari keputusan Dewan Juri, menetapkan Made Agus Janardana Setiawan peraih juara pertama dalam Lomba Mengetik Aksara Bali Pada Komputer Se Bali di Taman Budaya,
pemenang kedua Ni Putu Namerta Kirana (Badung) dan juara ketiga Luh Nyoman Ratih (Klungkung). ( IBM/02 ).