Denpasar, ( Atnews ) - Siti Noviali. Itulah nama lengkap Sang juara dalam lomba atau Wimbakara Ngwacen Lontar atau membaca lontar yang diselenggarakan dalam Bulan Bahasa Bali Tahun 2020.
Ketika ditemui di Panggung Terbuka atau Kalangan Angsoka menjelang pengumuman pemenang lomba ia mengatakan , Aksara Bali sebenarnya menarik. Semakin dipelajari atau kian diperdalam semakin menyenangkan, ungkapnya.
Anak dari pasangan swami-stri Andisaroja asal Lombok dan Sariati asal Gianyar ini menyatakan heran, kenapa anak-anak muda Bali jarang yang tertarik mempelajari Aksara Bali ya? Demikian ucapnya penuh tanya.
Duta Kota Denpasar ini bahkan mengingatkan kepada kalangan muda Bali jangan lupa dengan kebudayaan sendiri.
Kata gadis 21 tahun yang kini kuliah di Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Bahasa dan Sastra Bali Unud ini, saya saja yang bukan orang Bali, maksudnya disini bukan beragama Hindu senang mempelajari Aksara Bali.
Ayah dan Ibunya yang duduk mengapit putrinya itu ketika ditanya soal kegemaran putrinya, suka membaca lontar yang notabena berisikan ajaran Agama Hindu, baginya tidak masalah.
Bapak dan ibunya secara kompak menyatakan, mereka akan selalu mendukung putrinya kalau itu memang dianggap bermanfaat. Ini nampaknya menjadi tantangan anak-anak muda Bali kedepan. Semoga pernyataan Siti Noviali ini akan mampu memicu kesadaran dan rasa jengah Krama Bali.
Dewan juri yang terdiri atas, Drs I Wayan Suteja, M.Hum, Drs. Ketut Ngurah Sulibra, M. Hum, dan Prof. Dr. I Made Surada, M.A, menetapkan sebagai pemenang ke-2 atas nama I Putu Heri Ramanda duta Kabupaten Gianyar serta juara ke-3 , Sulistyayanti - Duta Kabupaten Jembrana. ( IBM/02 ).
.