2020-04-23 11:25:43

Lemah Komunikasi Sempat Timbulkan Penolakan PMI

Pariwisata Oleh: Artaya

Denpasar (Atnews) - Ketua DPD I Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry menilai lemahnya komunikasi pemerintah dengan masyarakat desa adat telah menimbulkan penolakan karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI) beberapa waktu lalu. 
Penolakan sempat terjadi beberapa daerah Karangasem, Denpasar, Tabanan dan Badung terpenagruh oleh stigma menolak PMI datang.
Padahal mereka pahlawan devisa negara dan warga Indonesia dan semeton Bali yang patut disambut dengan baik. 
Namun dalam kondisi pandemi Covid-19, mereka diharapkan melakukan karantina selama 14 hari untuk memastikan kesehatannya tidak terjangkit virus corona. 
Mengingat keganasan Covid-19 masih terasa menghantui kehidupan masyarakat. 
Sesuai penjelasan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, adanya tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak dua orang, maka total kasus positif terkonfirmasi di Bali mencapai 152 orang. 
Bahkan berita dukanya ada meninggal tambahan sstu orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Portugal yang memiliki riwayat hipertensi. 
Dengan demikian jumlah yang meninggal secara kumulatif sebanyak: 4 orang. Dari jumlah tersebut 2 orang WNA dan 2 orang WNI. 
Satu orang yang meninggal Rabu (22/04), kremasi dilaksanakan oleh Tim dari Rumah Sakit Umum Pusat-RSUP. Sanglah, dan proses pengremasiannya sudah mengikuti prosedur pemulasaran jenazah Covid-19. Itu dilakukan dengan sangat hati-hati. 
Sementara yang sudah dinyatakan sembuh ada tambahan 5 orang, semua punya riwayat perjalanan Luar Negeri (PMI), sehingga total yang sudah sembuh secara kumulatif: 47 orang. 
Sedangkan yang masih dalam perawatan, kata Sekda Bali, Dewa Indra sebanyak: 101 orang, mereka tersebar di 11 RS. Rujukan dan di tempat Karantina yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali. 
Dijelaskan lebih jauh, dari 152 orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19, WNA sebanyak 8 orang. WNI sebanyak 144 orang. 
Dari 144 orang ini, cara penularannya dibagi dalam dua metode, yakni 115 orang, kasus imported case atau terinfeksi di Luar Negeri atau Luar Daerah. Sedangkan yang terinfeksi karena transmisi lokal artinya benar-benar terjadi atau terinfeksi di Bali karena proses interaksi antara seseorang dengan orang yang positif, sebanyak: 29 orang.  
Untuk itu, PMI sangat penting dilakukan karantina sehingga dapat penanganan yang lebih cepat serta tidak berdampak untuk masyarakat lainnya. 
Namun pihaknya mengakui sekarang sudah tidak masalah lagi karantina di hotel-hotel, karena masyarakat sudah menerima. (ART/001) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Safari Kesehatan Gratis Stikes Wira Medika