Denpasar (Atnews) - Yayasan Tamiang Bali menggelar Agnihotra khusus untuk memohon karunia Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi COVID-19 segera mereda di Denpasar, Rabu (29/4).
Ketua Yayasan Tamiang Bali I Nyoman Baskara mengajak umat selalu tenang dalam menghadapi situasi ini dengan mengikuti himbauan pemerintah.
"Kita harus belajar berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan dan mengingat kebesaran beliau," kata Baskara.
Dengan upacara Agnihotra sesuai kitab suci Veda diyakini mampu membunuh virus termasuk COVID-19.
Bahkan penelitian yang mengungkapkan bahwa api dan asap Agnihotra menghilangkan polutan biologis, kimia, dan fisika di udara.
Polutan biologis adalah bakteri dan virus patogen yang ada di atmosfer di sekitar kita. Beberapa penelitian telah mengkonfirmasi pengurangan drastis dalam jumlah bakteri menjadi kurang dari 10 persen.
Upacara itu juga sudah dilakukan oleh para leluhur umat Hindu sejak dulu kala.
Sementara itu, Praktisi Yoga dari Ashram Rama Madawa, Acarya Paramananda Muni Daksa menambahkan, tradisi Agnihotra halau pandemi juga sudah tercantum dalam Lontar Senggara Bumi.
Dalam lontar itu juga telah disebutkan tata pelaksanaannya sehingga wabah yang terjadi segera sirna.
"Menghadapi pandemi seperti ini memang tidak mudah, siapa musuhnya lawannya siapa dan tidak nampak tetapi kenyataannya ada bahkan mematikan, " ungkapnya.
Untuk itu, sebaiknya berdiam saja di rumah hingga COVID-19 mereda.
Pada kesempatan itu, Agnihotra dipuput oleh Mangku Kadek Aryawan dan Mangku Alit Witarsa. (ART/001)