Oleh: I Gede Ariyasa
Buku ini bermaksud mengajak kita semua untuk mempunyai karakter yang baik. Karakter baik harus terus dipupuk dan diperkuat, sehingga dapat memberi manfaat bagi kehidupan kita. Masih banyak orang apriori terhadap karakter tertentu, yang mengganggap itu sebagai penghambat kemajuan. Hal ini mungkin karena masih terbatasnya referensi kita tentang berbagai karakter baik yang menyebabkan kehidupan lebih bahagia dan bermakna.
Buku ini lebih tepatnya disebut sebagai wejangan dari Guru spiritual dari Para Suci, Nabi, Awatara, yang disampaikan dalam berbagai buku. Saya hanya lebih tepatnya disebut mengutip (mengkompilasi) dari ajaran yang begitu Agung. Sebutlah misalnya ajaran Yesus Kristus, Krisna, Nabi Mohamad, Buddha, dan tentu dari Guru Spiritual saya yaitu Satguru Radha Soami Satsang Beas India. Tentu saja dengan berbagai penyesuaian agar lebih mudah dipahami oleh banyak orang. Pada prinsipnya itu semua diperuntukkan untuk memberi kebiasaan baik pada hati kita. Dengan demikian sedikit demi sedikit hati kita terbiasa dengan berbagai karakter baik. Inilah hakikat dari menata hati kita. Ketika hati kita sudah tertata dengan baik, dengan persepsi karakter baik maka tujuan kehidupan bahagia akan tercapai.
Berbagai konsep yang disampaikan dalam buku, tidak untuk diperdebatkan. Tapi paling tidak berbagai konsep ini dapat sebagai bahan bacaan untuk pengayaan wawasan literasi karakter kita. Bagi yang bisa menerima, syukur-syukur bisa dipakai sebagai motivasi kita untuk menjalani kehidupan. Sebutlah bab kerendahan hati, kesederhanaan, bersyukur, keteguhan hati, matematika kehidupan, tampaknya merupakan hal yang sudah biasa. Masalahnya adalah sudahkah ini menjadi karakter kita?
Mengubah karakter, memerlukan waktu yang tidka sedikit. Tetapi kalau membuat anak-anak menjadi ahli dalam bidang tertentu, kita hanya perlu konsentrasikan mereka belajar 1 s.d 2 tahun, maka mereka akan mendapat ilmunya. Tetapi mengubah anak-anak itu berkarakter jujur, disiplin dll, akan memerlukan waktu bertahun-tahun. Tentu kita sudah terlambat, keburu mereka sudah memimpin negeri ini dengan karakter yang mereka dapat dari hasil pendidikan kita. Wajah Indonesia saat awal reformasi sampai sekarang mungkin menggambarkan hal tersebut. Bahkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi taruhannya. Jika karakter baik Indonesia/ Nusantara terpatri pada anak-anak negeri, kekhawatiran pecahnya keutuhan bangsa dan negara tidak perlu ada. Akumulasi karakter yang terkristal menjadi sikap dan akhirnya menjadi budaya inilah mencerminkan hasil pendidikan kita. Ketika itu suatu saat terjadi, maka pendidikan kita menjadi salah satu penyumbang penyebabnya. Oleh karenanya pendidikan karakter mesti menjadi pilihan utama dalam pendidikan kita pada setiap jenjang, setiap mata pelajaran, setiap jenis guru.
Kerendahan Hati
Salah satu tanda kedewasaan rohani adalah kerendahan hati/kelemahlembutan. Kerendahan hati atau humility (Inggris) berasal dari kata "humus" (Latin), artinya tanah/ bumi. Jadi, kerendahan hati maksudnya adalah menempatkan diri "membumi" ke tanah.
Di tengah zaman yang penuh kompetisi seperti sekarang ini, adalah sangat sulit untuk menemukan orang yang rendah hati bahkan mungkin telah ada keraguan (kalau bukan keyakinan) bahwa kerendahan hati sudah tidak relevan lagi karena dianggap sebagai penghalang keberhasilan sehingga “rendah hati” ditinggalkan oleh banyak orang. Ada desakan yang sangat kuat dalam diri setiap orang untuk menjadi penting dan berarti, serta mendapat pengakuan dari lingkungan dan masyarakat dan akibatnya terjadi persaingan yang sangat ketat untuk menjadi penting dan berarti itu. Situasi bersaing inilah yang membuat orang tidak menyukai dan sulit memahami makna sebenarnya dari kerendahan hati. Persaingan ini mendorong orang berlomba-lomba untuk menjadi yang utama, dan berlomba-lomba mencegah orang lain menjadi yang utama. Semua orang ingin menjadi nomor satu. Sementara seperti diulas di atas, makna rendah hati mengandung kerelaan untuk menjadikan diri rendah, tidak dihormati dan “bukan siapa-siapa”.
Kerendahan hati membuat kita selalu menyadari kelemahan kita dan bergantung kepada rahmat Tuhan. Kerendahan hati adalah sikap hati untuk tunduk kepada Tuhan. sehingga kita berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan (bukan diri kita sendiri) di dalam segala perbuatan kita. Kerendahan hati adalah salah satu dari nilai-nilai dasar Spiritualitas. Kerendahan hati adalah jalan yang pasti membawa seseorang kepada Tuhan. Untuk menekankan pentingnya kerendahan hati untuk mencapai kesempurnaan rohani, bahkan disebutkan, pertama-tama kerendahan hati, kemudian kerendahan hati, dan yang terakhir kerendahan hati. Kerendahan hati adalah dasar dari semua kebajikan yang lain, sebab tanpa kerendahan hati, kita tidak dapat sungguh-sungguh memiliki kebajikan-kebajikan yang lain. Kerendahan hati juga disebut sebagai ’ibu’ dari semua kebajikan, sebab ia melahirkan ketaatan, segan akan Tuhan, dan peng-hormatan kepadaNya, kesabaran, kesederhanaan, kele-mahlembutan dan damai.
Munculnya gaya hidup hedonis membuat banyak orang berlomba untuk bisa tampil wah di depan orang lain. Seakan-akan ketika bisa menunjukkan kemewahan di depan orang bisa menaikkan derajat hidup. Apalagi penampilan mewah juga dipercaya bisa menaikkan gengsi. Sebenarnya ketika kemampuan finansial sese-orang mendukung untuk bisa tampil mewah tentu hal ini tidak akan menjadi masalah. Masalah kemudian muncul ketika ternyata tidak punya kemampuan secara finansial tetapi tetap memaksakan untuk bisa tampil mewah, tentu akan merugikan kehidupannya sendiri tentunya.
Kemewahan memberikan hati kenyamanan sesaat, kesederhanaan memberikan hati kenyamanan yang abadi. Hidup sederhana bukan berarti hidup miskin. Karena banyak orang sederhana yang miskin, dan orang miskin yang tidak sederhana. Pada Akhirnya semua membutuhkan kesederhanaan agar kita menjadi lebih baik. Kesederhanaan selalu membuka peluang baru kepada kita. Orang menjauhi hidup sederhana karena ia terasa hambar. Tapi orang yang pernah menikmati nikmatnya hidup sederhana akan terus menyederhanakan kehidupannya. Saat kita menginginkan kemewahan, terkadang justru hanya kesederhanaan yang bisa membawanya kepada kita. Dalam kesederhanaan, kita membebaskan pikiran kita dari beratnya beban kerumitan. Kesederhanaan tidak membebani pikiran kita dengan hal tak bermutu, kesederhanaan memfokuskan pikiran kita pada hal-hal yang penting saja.
Kekayaan yang dikelola dengan kesederhanaan adalah bentuk kemewahan yang sejati. Sederhana bukan berarti tidak berkualitas, karena banyak produk hebat menjadi unggul karena ia sederhana. Kesederhaan jauh lebih baik dan lebih kaya daripada sebuah kemewahan harta benda. Dalam kesederhanaan, kita bisa melihat sebuah kesempurnaan atas segala sesuatu. Lebih mudah untuk melawan ribuan orang bersenjata lengkap dibandingkan melawan kesombongan diri sendiri. Terkadang pertanyaan yang sulit justru memiliki jawaban yang simpel. Kesederhanaan adalah sumber kedamaian. Kita mungkin tak bisa mengubah diri kita tapi kita bisa mengubah kebiasaan kita. Kita memang tak bisa mengubah lingkungan, tapi kita bisa mengubah diri kita. Satu-satunya hal yang tak bisa di daur ulang adalah waktu yang terbuang sia-sia. Terkadang ide yang paling hebat adalah yang terlihat sederhana.
Jangan mengharapkan keajaiban, tapi jadilah keajaiban itu sendiri. Segala sesuatu yang dibuat sesederhana mungkin akan mendatangkan hasil yang tak pernah di duga. Sikapku adalah cerminan atas setiap tindakanmu. Kenikmatan yang ditawarkan oleh hidup sederhana lebih indah dari hidup yang selalu di isi dengan kemewahan yang hambar. Kesederhanaan memerlukan sedikit hal untuk membentuk sesuatu yang hebat. Kesederhanaan berarti kecepatan, kecepatan berarti efisisensi. Yang hebat adalah menjadi besar dan tetap sederhana, menjadi besar tapi tetap lincah. Hidup ini penuh dengan keajaiban. Di mana keserakahan tak mampu menyentuhnya dan hanya kesederhanaan yang mampu menerimanya.
Bersyukur
Pasang surut kehidupan selalu ada. Tidak ada satupun yang tetap sama dan kita harus berusaha untuk menghadapi saat-saat percobaan itu dengan sabar dan tabah sambil percaya penuh kepadaNya. Nasib kita telah disuratkan sesuai dengan perbuatan-perbuatan kita di masa lampau dan kita tetap harus menjalaninya. Tugas kitalah untuk berusaha mengatasi semua kesulitan dan memecahkan problema kita. Kita harus memanfaatkan wiweka atau kebijaksanaan dan pengertian yang Tuhan berikan kepada kita agar kita dapat hidup di dunia ini. Berusaha adalah tugas kita, namun hasilnya tidak terletak di tangan kita. Kadang-kadang kita harus belajar untuk mengakui kelemahan kita bila semua usaha telah gagal. Ini merupakan ujian bagi kita dan kita tidak boleh kehilangan keseimbangan, malainkan sungguh-sungguh percaya bahwa ini adalah Kehendak Tuhan dan menerimanya dengan segala kerendahan hati. Siapa tahu, keadaan sesungguhnya malah mungkin lebih buruk lagi. Karena itu rasa syukur kita kepadaNya jangan sampai kita lupakan. Dia sajalah yang tahu apa yang terbaik bagi kita dan kitalah yang harus menerima kehendakNya.
Orang bijak menasehati kita tetaplah sejuk di tempat yang panas, tetaplah manis di tempat yang begitu pahit, tetaplah merasa kecil meskipun telah menjadi besar, dan tetaplah tenang di tengah badai yang paling hebat. Semua yang ada di dunia ini tak ada yang abadi kecuali ketidakabadian itu sendiri. Tuhan adalah yang menciptakan kita dan telah memberi kita semuanya, berbagai macam hal dalam kehidupan termasuk hidup itu sendiri. Setiap hari kita bangun di pagi hari untuk menjalani hidup ini satu hari ke depan disebabkan oleh rahmat karunia-Nya. Kehidupan di atas bumi ini sangat berharga karena merupakan satu-satunya wilayah, di mana praktek spiritual dapat dilakukan untuk menca-pai tujuan utama dari kehidupan kita. Ketika orang lain me-lakukan sesuatu untuk kita, kita merasa bersyukur. Namun, kebanyakan dari kita tidak terbiasa untuk menghaturkan rasa syukur kepada Tuhan untuk segala hal yang telah Ia berikan kepada kita. Merasa sela-lu bersyukur kepada Tuhan untuk semua hal yang telah Ia lakukan untuk kita disebut sebagai rasa syukur (gratitude) yang sejati dalam praktik spiritual. Kemampuan untuk hidup dalam perasaan bersyukur ini merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari perjalanan spiritual ”seorang pencari” Tuhan
Keteguhan Hati
Menjalani kehidupan di tengah kesulitan dan tantangan diperlukan lebih dari sekadar kepandaian dan keterampilan untuk berhasil mengarungi hidup, tetapi diperlukan juga keteguhan hati. Hati teguh seperti batu karang yang tetap kuat, bergeming di tengah terpaan ombak dan badai. Keteguhan hati bukan berarti tidak ada ketakutan, keraguan, melainkan merupakan penakluk dari ketakutan dan keraguan. Untuk menjadi teguh, kita perlu memiliki alasan dan dasar percaya yang juga teguh dan tidak mudah berubah. Kita tidak bisa menjadi teguh dengan mendasarkan hidup kita pada kekayaan, jabatan, atau segala macam kekuatan manusiawi. Semua itu tidak teguh, sangat mudah berubah.
Keteguhan hati adalah modal utama untuk bisa mendapatkan keberhasilan, selain ketulusan dan ketekunan. Keteguhan hati bisa digunakan untuk meraih keberhasilan dalam kehidupan duniawi maupun rohani. Di dunia ini banyak manusia yang tidak mempunyai keteguhan hati, sehingga terombang ambing dan tidak mendapatkan arah hidup yang benar. Disaat kita sedang menghadapi dilema untuk memilih dua hal yang kita sukai ataupun dua hal yang tidak kita sukai, mempunyai keteguhan hati saat memilih satu diantara keduanya akan bisa memberikan keberhasilan dan kebahagiaan.
Yang dimaksudkan keteguhan hati adalah konsisten atas petunjuk kebenaran yang bersumber dari suara hati nurani dalam setiap langkah kehidupan. Dengan kata lain, dapat selalu on the track beredar dalam garis edar orbit kehidupan yang berpusat pada hati nurani. Keteguhan hati dapat berarti teguh dalam keyakinan keimanan kepada Tuhan, tetap komitmen terhadap ajaran-ajaran-Nya, teguh dalam memegang prinsip-prinsip kebenaran dan kuat dalam memperjuangkan keyakinan yang bersumber dari hati nuraninya. Keteguhan hati sangat penting karena menjadi syarat dalam menggapai keberhasilan seseorang baik dalam karier, hidup dan bisnis. Bahkan keteguhan hati dapat mengantarkan seseorang meraih kebijaksa-naan dan kemuliaan dalam kehidupan. Seseorang yang memiliki keteguhan hati akan memiliki keteguhan Iman, karena hati adalah tempat bersemayamnya Iman. Dengannya kita dapat berkomunikasi dan mendekatkan diri dengan Sang Khaliq. Keteguhan hati dapat meng-antarkan manusia meraih kemuliaan dalam kehidupan dunia dan akhiratnya juga.
Keteguhan hati menjadi cermin kepribadian seseorang, karena menunjukkan keyakinan kebenaran yang ditempuhnya. Keteguhan hati merupakan pendo-rong motivasi, sehingga memudahkan mencapai tujuan-nya. Keteguhan hati dapat melahirkan keteguhan iman dan ketakwaan. Mampu mendengarkan bisikan hati dalam kebenaran dan kebaikan, tidak mudah tergoda dengan tawaran dan jebakan hawa nafsu dan ego pribadi, tidak mudah dibelokkan oleh tujuan yang tidak sesuai dengan keyakinan hatinya. Ketika terlanjur melakukan kesalahan, akan segera kembali pada kebenaran ketika diingatkan oleh suara hati nurainya terdalam. Inilah pentingnya mempertahankan keteguhan hati. Siapapun yang ingin meraih kesuksesan dan kemuliaan dalam segala bidang kehidupan, tidak boleh lepas dari keteguhan hati. Seseorang yang ingin mencapai tujuan keberhasilan dalam karier, hidup dan bisnis, tidak boleh lepas dari keteguhan hati. Seseorang yang ingin mengibarkan panji-panji kemuliaan dan keagungan dalam kehidupan, tidak boleh lepas dari keteguhan hati. Tanpa keteguhan hati, kita tidak akan dapat mencapai keberhasilan yang bermakna tinggi.
Matematika Kehidupan
Matematika kehidupan mengajarkan bahwa tambahkan hal-hal yang positif dan kurangi hal-hal negatif dalam kehidupan. Untuk mempercepat sigma atau jumlah hal positif tersebut kali lipatkan hal-hal positif tersebut. Ini adalah kaidah umum dalam kehidupan kita. Jika kehidupan kita ingin indah maka gunakan rumus matematika ini kurangi semua ketakutan kita lalu bagi berkat kita dengan orang lain, lalu tambahkan Tuhan dalam kehidupan kita hasilnya sama dengan kehidupan yang indah. Rumus kebahagian hidup adalah kehidupan ini ditambahkan Tuhan maka hasilnya sama dengan kebahagiaan. Maka janganlah pernah mengurangi Tuhan dalam kehidupan, karena hasilnya sama dengan ketidakbahagiaan.
Kaidah/formula-formula umum matematika kehidupan ini kita pakai untuk menyiapkan pondasi hidup moral yang baik, murni dan berakhlak mulia. Kaidah/formula-formula umum matematika kehidupan tentang etika, didasarkan atas pengetahuan tentang perbuatan apa saja yang akan menguntungkan dan apa saja yang akan merugikan kita. Kaidah/formula-formula umum matematika kehidupan tidak berkepentingan dengan moralitas demi moralitas itu sendiri. Ini semua untuk membantu kita dalam memahami hukum aksi dan reaksi yang berlaku di dunia. Yang mana ini akan membawa kita ke luar dari semua jebakan dan ilusi. Mereka tahu bahwa karena terobsesi oleh kesenangan, kita mencari kebahagiaan di tempat-tempat di mana kita hanya akan menjadi frustasi, tidak bahagia dan terikat. Pedoman-pedoman moral ini untuk mencegah agar kita tidak terjerumus ke dalam siklus aksi dan reaksi yang membahayakan, yang akan mengikat kita kepada ciptaan.
Kita semua punya kekurangan namun kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menjadi menyenangkan dan memuaskan dengan saling meleng-kapi satu dengan yang lain. Kita harus bisa menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka. Serahkan sepenuhnya kepada Pembawa Tempayan yaitu Tuhan kita, skenario apa yang disiapkan kepada kita masing-masing. Apa yang disebut buruk oleh orang lain tentang diri kita, belum tentu mencerminkan keburukan Kita. Ia bisa juga cermin dari ketidaktahuan, atau ketidakjernihan mereka. Untuk itu, tidak perlu terlalu sedih saat disebut buruk oleh orang lain. Gunakan ia sebagai masukan bertumbuh lebih indah lagi. Selebihnya, selalu ingatkan diri kalau buruk atau baik sangat tergantung pada siapa yang memandang. Bagi orang kota, kotoran sapi itu tidak berguna. Tapi bagi petani, ia pupuk yang sangat bermakna.
Formula matematika kehidupan rohani berikutnya yang mesti juga kita ingatkan adalah kurangilah ”aku”. Dalam keadaan sekarang kita seolah-olah merasa bahwa kitalah yang berjuang untuk mencapai tujuan. Sebenarnya Dialah yang telah menarik kita dari dalam. Dialah yang menggugah keinginan kita. Dialah yang memberikan suasana dan lingkungan dan iklim di mana kita dapat membina kehidupan kita. Engkau boleh mengatakan ”Aku melakukan semuanya”, asalkan engkau benar-benar melakukannya. Tetapi bila engkau benar-benar melakukannya, engkau pasti tidak akan mengatakan, ”Akulah yang melakukannya”. ”Aku” hanya dipakai bila kita tidak melakukannya. Bila kita benar-benar melakukannya, maka ”Aku” akan menghilang. Kemudian kita akan menyadari karuniaNya. Rasa kesepian dan kehilangan sesuatu yang selalu mencekam diri kita sesungguhnya merupakan kedahagaan dan kerinduan jiwa yang terpendam akan Tuhannya. Perasaan itu akan selalu ada selama jiwa tidak pulang ke Rumah asalnya dan menemui Tuhannya. Perasaan itu memang sengaja ditempatkan di dalam hati sanubari manusia. Bila engkau mengasihi Tuhan, semua sifat baik akan muncul di dalam dirimu seperti dadih di permukaan susu. "Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dan bersyukur".