Bangli (Atnews) - Perayaan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia pada tahun ini dilakukan dengan cara berbeda.
Dengan seragam merah yang begitu gagah, Tapak Suci Bali melakukan Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Abang, Desa Abangsongan, Kintamani Bangli.
Endah Permadi selaku Ketua Pimpinan Wilayah Tapak Suci Bali mendukung kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pencak silat merupakan seni bela diri tradisional yang merupakan warisan budaya leluhur asli Indonesia.
Secara turun temurun para pendahulu mewariskan budaya tersebut dengan tidak terlepas dari sejarah bangsa ini yang dijajah oleh Negara lain.
Untuk bertahan dari penjajah atau untuk membela diri, para leluhur membekali diri dan keluarga dengan bela diri pencak silat, dengan demikian pencak silat ikut andil dalam sejarah perjuangan pendahulu kita dalam merebut kemerdekaan, diantaranya adalah pendekar-pendekar yang dikemudian hari merupakan cikal bakal dan perintis berdirinya perguruan Tapak Suci pada tahun 1963.
Rombongan yang dipimpin oleh M. Zainul Arifin selaku Wakil Ketua Wilayah Tapak Suci Bali diikuti sebanyak 34 peserta yang didampingi oleh sejumlah pelatih Tapak Suci Bali.
Gilang Kencana sebagai sabagai salah satu pelatih memaparkan pencak silat memiliki nilai-nilai positif yang sangat baik dalam melatih mental maupun fisik serta memperkuat karakter diri. Dengan semangat pantang menyerah dan bekerja keras, rekan-rekan mampu mengisi kemerdekaan dengan menorehkan prestasi khususnya di bidang pencak silat.
Galang Kencana sebagai salah satu pelatih menambahkan Tapak suci yang dilambangkan dengan tangan terbuka memiliki arti kejujuran, berjari rapat yang memiliki makna keeratan dan Ibu jari ditekuk menunjukkan kerendahan hati diharapkan mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan jiwa nasionalisme.
Setelah Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih peringati detik-detik Proklamasi, dilanjutkan dengan atraksi penampilan jurus bela diri pencak silat oleh sejumlah siswa Tapak Suci di Puncak Gunung Abang.
Hal itu menarik antusias para pendaki lainnya untuk ikut menyaksikan atraksi tersebut.
Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Menwa Ugracena Bali, Monumen Perjuangan Bagsal dan Media Atnews. Kegiatan ini juga dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang berlaku di masa pandemi Covid-19. (Mum/001)