Denpasar (Atnews) - Founder Agro Learning Center (ALC) I Nyoman Baskara mengharapkan gerakan swadhesi mewujudkan kedaulatan pangan dalam menghadapi pandemi COVID-19.
Spirit gerakan tersebut dalam kaitannya dengan memaksimal mungkin potensi pangan daerah dan dalam negeri untuk memutus ketergantungan pada negara lain.
Implementasi tersebut tidak hanya saat ini tetapi pada masa mendatang.
Hal itu disampaikan ketika ALC - Fundraising Week Open House, Workshop Budidaya Padi Intensif bersama Praktisi dan Petani Pelopor Bali Ketut Dharmawan di Denpasar, Sabtu (12/9).
Ia berharap mampu membangkitkan semangat bertani dengan menggali dan mengeksplorasi potensi dalam negeri sendiri.
"Segala kebutuhan hidup, semaksimal mungkin dipenuhi dari produksi sendiri. Bangga memakai produksi dalam negeri adalah keniscayaan," ujarnya.
Menurutnya, konsep/filosofi Swadhesi harus ditanamkan pada jiwa anak-anak bangsa, sejak dini.
Hal ini akan memberikan multi benefit bagi bangsa Indonesia, mengingat keragaman potensi/sumber daya yang ada.
Sedangkan Swadesi marupakan gerakan yang dicetuskan oleh Mahatma Gandhi dalam mendorong bangsanya dalam mencukupi kebutuhan sendiri dengan hasil dan usaha sendiri.
Hal ini dikarenakan produk India juga tidak kalah dengan produk-produk Inggris. Salah satunya adalah pemakaian pakaian asing harus diganti dengan pakaian asli India. Pemakaian produk sendiri ini juga untuk mengurangi pendapatan pemerintah kolonial.
Konsep perjuangan tersebut ternyata telah dimiliki oleh bangsa Indonesia, yaitu seperti konsep Marhein yang dicetuskan oleh Bung Karno.
Pengertian swadesi adalah cinta tanah air, cara mengabdi kepada masyarakat yang sebaik-baiknya kepada lingkungannya sendiri lebih dahulu.
Menurut Gandhi, konsep swadesi erat kaitannya dengan semangat swaraj sebagai cita-cita bersama seluruh warga India, bahkan seluruh manusia. Dalam bahasa sederhana, Gandhi mengartikannya sebagai “menggunakan apa yang dihasilkan oleh negeri sendiri”. Konsep swadeshi mengarah pada swaraj dalam arti pemerintah oleh negeri sendiri (self-rule) yang senjatanya bertumpu pada kekuatan sendiri (self-reliance).
Pelaksanaan swadesi ini antara lain:Sebisa mungkin agar membeli segala keperluan dari dalam negeri dan tidak membeli barang-barang import, bila barang-barang tersebut dapat dibuat dalam negri.
Sementara itu, Founder Darma Puri Farm Klungkung Dharmawan merasa bangga karena anak muda sudah semakin gemar bertani.
Pada kesempatan itu, pihaknya berbagi cara tanam padi di perkotaan melalui media pot (urban farming).
Selain padi, pengembangan urban farming juga dapat dikembangkan segala jenis tanaman.
Upaya itu diyakini mampu mendukung swadesi pangan Pulau Dewata. (ART/001)