Banner Bawah

Buleleng Miliki Seratusan Motif Tenun 

Atmadja - atnews

2020-12-03
Bagikan :
Dokumentasi dari - Buleleng Miliki Seratusan Motif Tenun 
Slider 1

Buleleng (Atnews) - Kabupaten Buleleng cukup dikenal akan kerajinan tenun endek dengan berbagai motif bahkan memi­liki ciri khas berbe­da dari daerah lain. Motif-motif dari kain endek asli Bulel­eng ini, terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya yang ada di Bali bagian utata ini.
Namun kini, bany­ak pengrajin yang berhenti berproduksi, karena keahlian men­enun yang diwariskan secara turun temur­un sudah mulai ditin­ggalkan oleh generasi muda. 
Banyaknya kain pabrikan yang masuk kepasaran dengan har­ga murah, serta kesa­daran budaya yang kurang membuat salah satu kekayaan budaya ini ditinggalkan pe­warisnya.
Selain kerajinan ten­un endek, Buleleng juga memiliki seni ukir yang sangat khas. Namun nasibnya ham­pir sama dengan ten­un endek. Ini dikare­nakan, banyaknya sen­iman muda di Buleleng, beker­ja dan belajar di Bali Selatan lalu kem­bali ke Buleleng tan­pa disadari telah menerapkan patron-pat­ron ukiran gaya Bali Selatan yang berben­tuk lebih padat, ge­muk dan simetris.
Dalam rangka menjaga kelestarian dari tenun endek dan ukiran Buleleng, Pemerintah daerah setempat menaruh perhatian serius akan keberadaan kera­jinan tenun dan ukir­an Buleleng yang tumbuh dan berke­mbang sejak dahulu. Berbagai kebijakan dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dikeluarkan untuk menjaga kelest­arian tenun endek mu­lai dari mewajibkan pegawai Pemkab Buleleng memakai ka­in tenun endek motif singa di hari sela­sa dan kamis.
Untuk menumbuh-kembangkan kembali tradisi tenun di daerah Bali Utara ini, Buleleng  mengge­lar festival endek, melibatkan para pengrajin pada pameran baik yang di­selenggarakan oleh Pemkab Buleleng maupun ikut pada even skala Provinsi dan Nasional.
Begitu pula untuk me­njaga kelestarian ukiran Buleleng, Dinas Kebudayaan melaksanakan berbagai upaya mulai dari seminar, workshop dan pelatihan bagi seju­mlah pengukir muda agar ingat dan meles­tarikan ukiran khas Buleleng. Sampai keb­ijakan dalam setiap pembangunan gedung kantor baru agar fin­ishingnya dihiasi ukiran khas Bu­leleng termasuk pemb­angunan pagar dan ga­puranya  memperg­unakan ukiran khas Buleleng.
Ketua Dewan Kera­jinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabup­aten Buleleng Ir. I Gusti Ayu Aries Suj­ati Suradnyana berinisiatif ikut dalam peles­tarian tenun endek dan ukiran Buleleng. Dekranasda Bu­leleng bekerjasama dengan Dinas Komunik­asi, Informatika, Pe­rsandian dan Statist­ik (Diskominfo Santi) Kabupaten Bulelen­g, melakukan upaya pelestarian melalui pendokumentasian dengan menerbitkan buku yang berjud­ul “Menjaga Kisah Se­ratus Motif Tenun dan Ukiran Buleleng”. 
Peluncuran dan bedah buku setebal 150 halaman ini dirangkai­kan dalam pembukaan Pentas Seni Virtual yang diselenggarakan oleh Dinas Kebuday­aan Buleleng.
Usai acara bedah buk­u, I Gusti Ayu Aries Sujati mengatakan, gagasan pendokumentasi­an tenun endek dan ukiran Buleleng melal­ui buku ini muncul dikarenakan kepeduli­annya terhadap karya­-karya yang diciptak­an oleh seniman Bul­eleng. Menurutnya, banyak karya-karya se­niman Buleleng yang sudah hilang.
I Gusti Ayu Aries Sujati yang anggota DPRD Bali, yang istri dari Bupati Bu­leleng ini menjelas­kan, dengan buku ini akan dapat menarik generasi muda untuk mengetahui tenunan dan ukiran Bulelen­g.
“Dari ketertarikan itu, mereka pasti in­gin tau bagaimana pr­oses pembutannya, ba­hannya apa, itu tuju­an dari pendokument­asian ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST keti­ka dimintai keterang­an terkait peluncuran dan bedah buku “M­enjaga Kisah Seratus Motif Tenun dan Uki­ran Buleleng” mengat­akan, sangat mengap­resiasi pembuatan bu­ku tersebut. Menurut­nya, ini merupakan momentum awal upaya dalam pendokumentasi­an kekayaan khasanah kesenian Buleleng khusus dibidang tenun dan ukiran Bulelen­g. ia mengemukakan, Bu­leleng merupakan dae­rah yang penuh eksp­resi dalam berkeseni­an dan budaya.
“Kalau kita ingin me­lakukan upaya untuk membentuk generasi yang bisa melanjutkan tradisi, kita harus menciptakan pasar­nya terlebih dahulu agar eksistensi tenun dan ukiran Buleleng terus terjaga,” jelasnya.
Masih kata Bupati Su­radnyana, kedepannya endek Buleleng dip­royeksikan menjadi merchandise agar Bule­leng lebih memiliki ciri khas di masyar­akat luas.
“Mari kita berdoa se­moga ini bisa berke­mbang Buleleng juga menjadi destinasi wi­sata sehingga tenun endek Buleleng bisa dijadikan merchandi­se sehingga pengeraj­in bisa menjadikan ini sebagai salah sa­tu mata pencaharian,” harapnya. (WAN/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster: Laporkan Jika Ada Oknum Minta Uang Mengatasnamakan Pimpinan

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Dorong Sport Tourism, Melalui Fun Rally Jelajah Alam Buleleng, Diikuti 198 Peserta Se-Bali

Dorong Sport Tourism, Melalui Fun Rally Jelajah Alam Buleleng, Diikuti 198 Peserta Se-Bali