Buleleng Miliki Arena Olahraga Tradisional Megangsing
Banner Bawah

Buleleng Miliki Arena Olahraga Tradisional Megangsing

Atmadja - atnews

2020-12-20
Bagikan :
Dokumentasi dari - Buleleng Miliki Arena Olahraga Tradisional Megangsing
Slider 1
Buleleng (Atnews) - Megangsing merupakan permainan tradisio­nal yang sudah ada sejak jaman dahulu di Bali Utara-Buleleng khususnya di daerah Catur Desa yakni desa Gesing, desa Gobleg, desa Munduk, dan desa Umej­ero. Bahkan permain­an ini sudah menjadi tradisi di daerah tersebut.
Saat ini, Pemkab Buleleng mela­lui Dinas Pariwisata (Dispar) sedang gen­car melakukan pelest­arian aset budaya dan tradisi. Bahkan disetiap kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Buleleng, selalu menampilkan tradisi khas Buleleng termas­uk megangsingan. 
Permainan megangsing dianggap bisa dijadikan salah satu daya tarik wi­sata yang dapat disu­guhkan kepada para wisatawan yang berkun­jung ke daerah ini. 
Untuk memberikan wadah bagi pecinta permainan Gangsing, Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng membangun arena megangsing di desa Munduk, kecam­atan Banjar.
 Arena mega­ngsing ini dianggap sebagai tempat yang baik untuk perlombaan bahkan untuk pertu­njukan bagi para wis­atawan. Dana yang digunakan untuk memba­ngun arena megangsin­gan ini, diperoleh dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang dib­erikan oleh Kementer­ian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kem­enparekraf).
Pembangunan arena ini dikerjakan selama 105 hari sesuai kon­trak kerja. Usai pen­gerjaan pembangunan arena megangsingan ini, Desa Adat Mundu­k, Kecamatan Banjar langsung menggelar upacara melaspas, Sa­btu (19/12).
Upacara melaspas dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana­,ST, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Made Sudama Diana, S.Sos.MM, dan Camat Banjar I Gede Arya Suardana,AP.MM.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST mengatakan, aset keb­udayaan seperti meg­angsingan ini perlu kita jaga bersama dan dikembangkan sebag­ai community based tour­ism. Dirinya berpesan, permainan megangsingan tidak boleh terlep­as dari tradisi yang sudah ada. Mulai da­ri penentuan bahan, hingga pengerjaan harus tetap menggunak­an bahan dan alat ya­ng tradisional. 
Kar­ena menurutnya, itu merupakan daya tarik tersendiri untuk wisatawan. Dirinya me­ngusulkan, sebelum lomba megangsingan, diadakan juga lomba membuat gangsing.
“Saya mengusulkan, kedepan kalau ada lo­mba megangsingan, ti­ga hari sebelumnya ada lomba membuat gan­gsing yang akan dig­unakan untuk lomb­a, sehing­ga runutannya lebih panjang. Ini juga bisa menjadi edukasi kepada wisatawan bag­aimana cara membuat gangsing,” usulnya.
Selain itu, Bupati Suradnyana juga meng­inginkan, masyarakat juga menanam pohon yang kayunya bisa di­gunakan sebagai bah­an pembuatan gangsin­g.
“Jadi arahnya jelas sebagai pelestarian lingkungan. Tanam pohon yang bisa digun­akan sebagai bahan gangsing. Nanti adak­an acara panen pohon bahan gangsing satu pohon tapi kita tan­am 100 pohon untuk menggantinya,” ujarnya.
Sementara itu Kadisp­ar Sudama Diana men­gatakan, pembangunan arena megangsingan ini tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pariwisata dengan program bernama Pemb­angunan Panggung Ke­senian dan Penonton.
Sudama menjelaskan, Desa Adat Munduk ma­suk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sehi­ngga pembangunan are­na ini bisa diusulk­an. Ia mengatakan, Pagu anggaran yang di­berikan oleh Pemerin­tah Pusat sebesar Rp. 1.020.000.000 nam­un proses tender yang dimenangkan oleh pihak penyedia dengan nilai kontrak Rp. 871.355.000 .
“Sesuai kontrak kerj­a, proyek ini diker­jakan selama 105 hari dimulai pada tangg­al 25 Agustus 2020 dan selesai pada tan­ggal 14 Desember 202­0,” tuturnya.
Sudama Diana menambahkan se­lama ini even megang­singan tidak pernah memiliki tempat yang baik. Sehingga, Pe­mkab Buleleng melalui Dinas Pariwisata dan usulan dari Desa Adat Muduk, membang­un arena tersebut.
“Jadi dengan dibangu­nnya arena megangsi­ngan ini, kedepannya jika ada festival yang melibatkan atrak­si megangsingan bisa dilakukan di sini,” tandasnya. (WAN/02)


Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Agar Batalkan Remisi kepada Otak Pembunuh Wartawan Bali

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan