Bangli, (Atnews) --- Untuk mengamankan jalannya upacara prosesi pembakaran jenazah yang dalam tradisi masyarakat Bali populer dengan sebutan upacara Ngaben, Personel Kodim 1626/Bangli bersinergi dengan Babinkamtibmas dan aparat keamanan Banjar Adat melaksanakan pengamanan kegiatan Ngaben di Desa Satra dan Desa Catur Kintamani, Jumat (08/01)
Menurut Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana, S.I.P upacara Ngaben merupakan tradisi umat Hindu Bali untuk memproses kembalinya Panca Mahabhuta di alam besar ini dan mengantarkan Atma (Roh) ke alam Pitra. Dengan memutuskan kecintaan Atma (Roh) dengan dunianya, Ia akan dapat kembali pada alamnya, yakni alam Pitra. Kemudian yang menjadi tujuan upacara ngaben adalah agar ragha sarira (Badan/Tubuh) cepat dapat kembali kepada asalnya, yaitu Panca Maha Bhuta di alam ini dan Atma dapat selamat menuju ke alam pitra.
Ditambahkan Dandim dalam upacara Ngaben perlu mendapatkan pengamanan apalagi di musim pandemi seperti ini. Disamping untuk mengatur ketertiban prosesi jalan upacara Ngaben khususnya pada saat iring iringan melewati jalan raya, juga berkaitan dengan protokol kesehatan karena masih dalam suasana pandemi Covid 19, kata Dandim.
Pihaknya memerintahkan anggotanya untuk bersinergi dengan satgas Desa , Pecalang dan tokoh masyarakat agar selama kegiatan ngaben tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Apabila protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik sesuai anjuran pemerintah maka penyebaran Covid 19 dapat diminimalisir”, ujarnya.
Komandan Kodim juga menambahkan, bahwa Pemerinah Prov. Bali telah mengeluarkan surat edaran tentang mengatur kembali pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan pandemi covid-19 terhitung mulai 11 s.d 25 Januari 2021. pungkasnya (Anggi/02)