Buleleng (Atnews) - Adhitiastana yang lebih akrab disapa Adit adalah sosok perawat di Buleleng Bali, spesial merawat luka diabetes, bahkan jika ada pasien yang kurang mampu dia sering membiayai perawatan luka dari kantongnya sendiri.
Tentu bisa dihitung pemuda yang mau melakukan perawatan untuk luka diabetes dalam kondisi apapun lukanya bahkan dia dalam merawat pasien siap melakukan jemput bola artinya tidak melayani di rumahnya tetapi dia datang ke rumah pasien.
Anak muda yang lulusan Unud ini, ternyata punya jiwa sosial yang diikuti semangat tinggi mendedikasikan dirinya secara total untuk perawatàn luka diabetes.
Bukan sampai disitu, disaat pemerintah menyatakan perang terhadap sampah plastik dia punya ide mengolah sampah plastik menjadi sebuah benda ekonomis seperti meja, kursi jam dinding dan karya seni lainnya.
Bahkan Adit yang dibantu Made Beni Ariadi, mengembangkan usahanya hingga pembuatan kaki palsu dengan menggunakan bahan dari olahan plastik. Kepada Atnews, Adit menuturkan kami hanya bermodal keberanian mendirikan sebuah Yayasan yang diberi nama Yayasan Kaki Kita Sukasada (YKKS). "Ketuanya adalah saya sendiri, ketika memperkenalkan keberadaan yayasan yang dikelolanya banyak orang kadang tidak percaya kami sebagai Ketua yayasan,"ujarnya.
Menurutnya, peralatan yang dimiliki untuk mengolah sampah plastik hingga menghasilkan benda bernilai, seperti kursi, meja untuk belajar anak, termasuk kaki palsu plastik cukup sederhana dan masih manual. Kondisi peralatan yang dimiliki saat ini dibenarkan oleh pembuat, perancang kaki palsu plastik Made Beni. "Membuat kaki palsu berbahan baku plastik memerlukan seni dan yang penting diperhatikan dari segi kenyamanan pemakai. Apapun bahannya, ketika dipakai nyaman maka dianggap pas pembuatannya,"kata Beni sambil menuturkan harga satu kaki palsu plastik yang dibawah lutut Rp.2 juta dan untuk di atas lutut seharga Rp.3 juta.
Kini YKKS Buleleng Bali ini, tampaknya boleh berlega hati, betapa tidak. Ketua Tim Project Sosial awardee asal Bali Kadek Sonia Piscayanti Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha Singaraja studi S3 Ilmu Pedidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang menyerahkan dana sosial Rp.63.541.950 diterima Ketua YKKS Adhitiastana di Sangket Sukasada, Sabtu (27/2).
"Kendala yang dihadapi selama ini dalam upaya merealisasi program, seperti pemberdayaan disabel, pengembangan pembuatan kaki palsu plastik, pembentukan Tim Sahabat Disabel akan teratasi, yaitu dengan adanya donasi dari awardee PK 171," tandas Adit.
Seusai menyerahkan dana sosial, dan peresmian program sosial berkelanjutan "Rumah Kaki Palsu Plastik Nusantara" Kadek Sonia Piscayanti mengatakan, penggagas ide melakukan penggalangan donasi untuk YKKS adalah sebagai bentuk kepedulian dan peran aktif seluruh peserta PK-171 guna membantu masyarakat yang mebutuhkan kaki palsu melalui program kaki palsu plastik, mengolah sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis serta memberdayakan masyarakat difabel.
"Ada tiga komponen dalam panduan sosial project Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yaitu adanya community service, community empowerment dan community realtions. Program ini kami berinama Rumah Kaki Palsu Plastik Nusantara yang menjadi tiga program perawatan luka bagi penderita diabetes, pemberian langsung alat berupa fasilitas pembuatan kaki palsu, pembelian mesin, pemberdayaan masyarakat difabel serta sinergi antar komunitas, lingkungan, sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi bahkan seni yang bisa saling terkait," tandas Sonia. Dia juga mengapresiasi seluruh awardee LPFK PK-171 Pradipa Aryasatya yang telah berdonasi. (WAN)