Denpasar (Atnews) - Ketua DPD Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Bali Ni Luh Putu Eka Susilawati mewujudkan agro bisnis menjadi Desa Wisata Megati berbasis perberdayaan perempuan dan anak.
Dengan memanfaatkan potensi pohon coklat, pihaknya memberikan pembinaan okulasi bibit coklat yang unggul.
"Upaya itu untuk menghasilkan cokelat berkualitas terbaik untuk dibeli dan diolah oleh pabrik coklat talasi di Batukaru Tabanan," kata Eka Susilawati di Denpasar, Minggu (7/3).
Pembinaan itu diberikan setelah cokelat kena hama dan petani pasrah ingin memotong pohon cokelatnya karena tidak menghasilkan buah seperti yang diharapkan.
Ditegaskan kembali, pembinaan itu diharapkan petani cokelat agar jangan di tebang dulu tapi di remajakan.
Program itu juga meningkatkan ketahanan pangan dan memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami buah-buahan.
Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah menyediakan air di musim kemarau untuk petani agar tanaman bisa tetap subur.
Oleh karena permasalahannya kesulitan air, petani hanya mengandalkan air tanah hujan.
DPD FPPI Bali mengadakan acara tanam 300 pohon alpokad di desa Megati Banjar Jelijih Lebah Selemadeg Timur Tabanan .
Kegiatan itu sebagai pilot projek melestarikan lingkungan menuju ketahanan pangan dapat terwujud Perempuan Mandiri Indonesia Maju.
Acara itu bersinergi dgn BKOW, BPdashl Unda Anyar, Desa Wisata, Perangkat Desa, Mahasiswa, Karang Taruna.
Pada kesempatan itu, hadir pula Istri Wagub Bali Tjok Putri Hariani Sukawati, Ketua Panitia Lusia Adinda Leburaya selaku Ketua Pendidikan dan Pertanian selaku istri Pejabat Gubernur NTT Tahun 2009-2019.
Dengan narasumber Kepala BPDashl Unda Anyar Dr Ir Titiek Wurdiningsih dan Kepala Desa Wisata Provinsi Bali Mendra Astawa. (ART/001)