Buleleng (Atnews) - Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya meresmikan Pasar Banyuasri yang merupakan pasar tradisional dengan konsep modern yang keberadaannya di tengah-tengah Kota Singaraja Jl.A.Yani, bertepatan pula dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Singaraja ke 417, Selasa(30/3).
Gubernur Wayan Koster sangat mengapresiasi atas usaha, ide Bupati Buleleng Agus Suradnyana, dimana dalam kondisi menghadapi pandemi Covid mampu mewujudkan pasar rakyat Buleleng yang cukup megah ini." Pasar yang akan menjadi pusat kegiatan konomi masyarakat Bali Utara, menurut ukuran saya arsitekturnya sangat bagus, bahkan dari pasar-pasar yang ada yang saya ketahui di Bali, pasar ini yang terbesar," ucap Gubernur Koster.
Keberadaan pasar yang lokasinya strategis ini akan menjadi kebanggaan bukan hanya warga Buleleng tetapi juga Bali. "Bupati Agus Suradnyana merupakan pemimpin yang kreatif berbuat untuk daerah bahkan konsep pembangunannya sangat bagus dan bagi saya pembangunan Pasar dimasa pandemi bisa rampung merupakan karya besar di level Kabupaten,"tandas Wayan Koster.
Menurut Wayan Koster Pasar Rakyat Buleleng ini bisa menjadi destinasi wisata, bukan saja untuk masyarakat lokal tetapi mampu menarik mendatangkan tamu dari luar baik wisatawan nusantara maupun manca negara. Gubernur mengharapkan agar pasar ini dikelola, ditata dengan manajemen yang baik serta yang penting lagi menjaga kebersihan pasar. Orang nomor satu di Bali ini mengharapkan seluruh komponen masyarakat agar mendukung keberadaan pasar, jangan ada warga yang ribut, rewel di media sosial.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menjelaskan, revitalisasi Pasar Banyuasri ini telah dibangun sejak Nopember 2019 kurang lebih setahun bisa dirampungkan dengan menghabiskan dana Rp.175 milyar. Terkumpulnya dana itu, merupakan gotong royong bantuan dari Gubernur Bali Rp.50 milyar, Pemerintah Kabupaten Badung Rp.25 milyar serta dari APBD Buleleng Rp.100 milyar. "Pasar Rakyat Buleleng ini akan menjadi ikon dan pusat perekonomian, pusat corbisnis barang-barang berkualitas di Buleleng termasuk produksi pertanian, bisa ditampung di pasar tradisional ini,"kata Bupati Agus Suradnyana. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti oleh Gubernur Wayan Koster di loby utama Pasar lanjut Gubernur melihat dari dekat keberadaan para pedagang yang sudah mulai menempati ruko, los maupun kios. (WAN)