Karangasen (Atnews) - Apa yang dilakukan pokdarwis, Nadi Utama desa Ababi, Karangasem layak ditiru. Mereka melakukan gerakan dengan menukar sampah plastik dengan beras. Kegiatan ini sebagai ubud kepedulian terhadap lingkungan dari pokdarwis.
Selaian itu sebagai salah satu solusi untuk mengatasi sampah plastik yang belakangan ini semakin memprihatinkan.
Kegiatan ini dilakukan di obyek wisata Mahagangga voli, desa Ababi, Karangasem.
Kegiatan ini dilakukan selama dua hari Sabtu dan Minggu.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari wargq setempat. Buktinya lebih dari satu ton sampah plastik berhasil dikumpulkan.
Setiap tiga kilo sampah plastik ditukar dengan 1 kg beras. "Sehari sebelumnya Hanya berhasil mengumpulkan 256 kg sampah plastik, "ujar Kadek Adiyasa ketua pokdarwis Nadhi Utama. Sementara Minggu (23/5/2021) berhasil mengumpulkan satu ton lebih sampah plastik.
Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan diserahkan ke komunitas peduli lingkungan asal Gianyar yang punya kepedulian tinggi terhadap sampah plastik.
Semantara beras di siapkan komunitas lingkungan dan juga para donatur dan partisipan.
Kegiatan ini juga dikaitkan dengan sosialisasi bebas sampah plastik. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Perkim (Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman), JPDewi (Jaringan Pengembangan Desa Wisata), Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Camat Abang serta perangkat Desa Ababi dan 12 kelian Desa Ababi serta warga lainya.
Kepala Dinas Perkim, Nyoman Merta Tanaya mengajak masyarakat untuk membebaskan pemukiman dari sampah plastik dan sampah lainya. Sehingga semua pemukiman bebas dari kekumuhan.
Dinas juga berencana memberikan word shop untuk menyampaikan sdm untuk mengelola sampah.
Sampah kalau di kelola dengan baik bisa bernilai ekonomi.
Diantaranya sampah plastik bisa di cetak menjadi paping blok.
Sementara, Wakil Ketua JPDewi, I Gede Suparta memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan "Plastik Exchange".
Dirinya berharap kegiatan bisa di contoh desa lainnya. Salah satu syarat untuk menjadi desa wisata masalah kebersihan menjadi hal yang tidak bisa dilupakan. Karena wisatawan sangat konsen sama kebersihan lingkungan. (yan)