Oleh I Gde Sudibya
Den Bukit, bentang alam yang membujur dari Barat (Desa Bantiran) ke arah Timur (Desa Tejakula). Buleleng, sekarang nama kabupaten yang melingkupi sebagian besar wilayah Den Bukit. Buleleng awalnya nama sejenis tumbuh-tumbuhan Jagung yang ditemukan di Desa Sukasada.
1. Apa itu kecerdasan Den Bukit?.
Pada mula dasarnya adalah kecerdasan rkhani dari para Rsi dan rohaniwan lainnya, di era kepemimpinan Raja Istri - Suami, Gunapriya Dharmapatni, yang secara rutin melakukan Tirtha Yatra menyusuri bukit dari Bantiran di Barat sampai Tejakula di Timur. Dengan bhagawanta yang begitu ternama Mpu Kuturan Raja Kertha.
2. Bagaimana kecerdasan ini dibumikan?.
a. Bertemu dan mewadahi kearifan kepemimpinan Bali di akhir abad ke 10 dan di awal abad ke 11, raja besar Bali Cri Aji Jayapangus, pemimpin besar Bali di era Bali Mula, dengan ciri kepemimpinan: integritas, komitmentnya pada rakyat, merintis pengembangan ilmu pengetahuan.
a. Konsepsi Kahyangan Tiga, ajaran Tuhan Tri Murti yang menjadi landasan teologi Desa Pakraman yang diinovasi di awal abad ke 11, Desa Pakraman/ Desa Adat yang dikenal sekarang.
b. Kepemimpinan Ki Barak Panji Sakti, I Gusti Anglurah Panji Sakti yang mendirikan kerajaan Buleleng, di abad ke 17 dengan kecerdasan deduktif: spiritual ke intelektual, yang bercirikan: kecerdasan, keberanian dan visi masa depan. Pendiri kota " Singa Umbara Raja ", sekarang di kenal sebagai Singaraja.
c. Keberanian dari Jro Jempiring, istri dari I Gusti Ngurah Ketut Jelantik, dengan pakaian laki-laki merobek perjanjian hak tawan karang di hadapan opsir Belanda, yang menjadi pemicu perang Jagaraga 1846 - 1849 yang heriok itu.
d. Dipilihnya Singaraja sebagai Ibu Kota Provinsi Sunda Kecil, pasca KMB Meja Bundar, Desember 1949.
e. Rekomendasi dari Residen Bali Lombok ke pemerintah pusat di Batavia, agar jalur Utara Bali terbuka untuk kegiatan ekonomi, yang menghubungkan perekonomian Jawa, Bali, Lombok sampai Timor, dengan salahsatu alasan: masyarakat pesisir Bali Utara relatif terbuka terhadap perubahan dan pembaruan.
Tantangannya, bagaimana kecerdasan Den Bukit di atas direvitalisasi, untuk menjawab tantangan zaman, bagi warga Den Bukit dimanapun berada, sehingga mampu berkontribusi optimal buat Bali dan Indonesia.
*) I Gde Sudibya, Pengsuh Dharma Sala "Bali Werdhi Budaya" Br.Oasek, Ds. Tajun, Den Bukit Bali