Banner Bawah

Menolak "Ngiring"  Sakit Lima Tahun.

Artaya - atnews

2019-05-20
Bagikan :
Dokumentasi dari - Menolak "Ngiring"  Sakit Lima Tahun.
Menolak "Ngiring"  Sakit Lima Tahun.

Buleleng, Senin 20/5 (Atnews) - Bagi sebagian orang, "Ngiring" merupakan sebagai kelebihan di bidang niskala/ghaib.
Orang yang ngiring pada umumnya berprofesi sebagai balian atau dasaran. Mengenai Balian atau Dasaran memang keberadaannya diakui di Bali.
Seperti halnya yang dialami oleh Jero Jepun. Wanita yang bertempat di dusun Yehanakan Desa Banjarasem ini Sudah mendapat pawisik secara niskala dari tahun 2005, tetapi beliau sempat menolak karena masih dirasa belum siap.
"Saya pernah mengalami kesakitan selama 5 tahun, hingga akhirnya saya menyatakan siap ngiring" ungkap Jero Jepun. 
Sudah banyak pasien yang disembuhkan oleh Jero Jepun. Ada juga yang datang dari luar pulau. Dirinya mengaku sama sekali tidak melakukan promosi  atau mengatas namakan Balian selama ini.
Jero Jepun  mengaku tidak mengetahui kenapa banyak orang yang datang untuk berobat. "Hanya saja setiap orang yang datang untuk berobat, atas paice/anugrah Ida Bhatara Sasuhunan semua penyakit pasti ada obatnya" ungkap Jero Jepun.
"Saya hanya perantara, masalah sembuh atau tidaknya semua atas kehendak Hyang Widhi" ungkap Jero Jepun kepada Atnews
Dalam pengobatannya, beliau lebih sering meminta izin dulu kepada Ida Bhatara Sesuhunan. Setelah itu meminta izin beliau mulai melakukan pengobatan dengan cara Memijat Pasien.
Dirinya juga tidak memakai syarat atau mematok nilai atau sesari dalam mengobati pasien, seiklasnya saja. Karena dirinya mengaku melakukan ini atas dasar "Ngayah".
"Masa orang sudah sungkan atau sakit  harus dipatok sesari atau nilai, intinya sembuh dulu karena saya melakukan ini atas dasar Ngayah", tutup Jero Jepun. (yog/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Hujan Abu di Wilayah Kubu Karangasem

Terpopuler

Keutamaan Makna Brata Shivaratri dan Aktualisasinya Dewasa Ini

Keutamaan Makna Brata Shivaratri dan Aktualisasinya Dewasa Ini

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026

Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026

Bali Tuan Rumah Dharma Santi Nasional 2026, Vasudhaiva Kutumbakam: Nusantara Harmoni, Indonesia Maju

Bali Tuan Rumah Dharma Santi Nasional 2026, Vasudhaiva Kutumbakam: Nusantara Harmoni, Indonesia Maju

Landasan Historis dan Sastra Parisada

Landasan Historis dan Sastra Parisada

Bali Dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026, Tapi Evaluasi Besar - Besaran Tetap Wajib

Bali Dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026, Tapi Evaluasi Besar - Besaran Tetap Wajib