Berbakti kepada Negeri, Pasebaya Agung Mengabdikan Diri Hampir Tak Kenal Batas Waktu
Banner Bawah

Berbakti kepada Negeri, Pasebaya Agung Mengabdikan Diri Hampir Tak Kenal Batas Waktu

Atmadja - atnews

2019-06-30
Bagikan :
Dokumentasi dari - Berbakti kepada Negeri, Pasebaya Agung Mengabdikan Diri Hampir Tak Kenal Batas Waktu
Slider 1
Karangasem, 30/6 (Atnews) - Relawan Pasemeton Jayabaya (Pasebaya) Agung bekerja selama 24 jam memonitor kondisi perkembangan Gunung Agung (Udaya Parwata) terkini di Karanagsem. 
Perkembangan informasi tersebut disampaikan melalui radio komunikasi handytalky (HT) yang beranggotakan 1.221 orang.
Pasebaya Agung sebagai wadah pejuang kemanusiaan, dimana kesadarannya tumbuh dari jiwa-jiwa yang mulia karena peduli sesama dibentuk pada tanggal  17 Nopember 2017 di Pos Tanah Ampo Manggis Karangasem.
Pembentukan Pasebaya Agung yang mendapat restu dari jajaran pemerintah yakni Badan Nasional Penanggulangan Benacana (BNPB) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali dan Karangasem.
“Mereka melakukan misi agung kemanusiaan, yakni menolong sesama. Relawan berusaha sekuat tenaga supaya warga terselamatkan,” kata Ketua Pasebaya Agung I Gede Pawana yang juga Prebekel Desa Duda Timur di Karangasem, Minggu (30/6).
Relawan yang menghimpun diri sebagai Anggota Pasebaya Agung bergerak secara swadaya dan gotong-royong, termasuk sarana prasarana yang diperlukan dalam mempercepat penyebaran informasi.
“Kami selalu bersinergi dengan pemerintah maupun pihak swasta manapun, mengedepankan kerjasama dan gotong-royong dalam membantu antisipasi korban jiwa apabila benar-banar Gunung Agung erupsi,” ujar Pawana dikenal Guru Gede didampinngi Sekretaris Pasebaya Agung I Wayan Suara (Prebekel Amerta Bhuna).
Pembiayaan masih dilakukan secara swadaya baik listrik, internet  maupun pemeliharaan radio yang digunakan komunikasi.
Kerjasama dibangun dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).
Untuk itu, dedikasi Pasebaya Agung  hampir tidak mengenal batas waktu
maka dijadikan percontohan dalam pelibatan masyarakat dalam antisipasi dampak bencana yang terjadi.
Dijelaskan, berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan BPBD terdapat 28 desa yang berada di area terdampak material letusan di kawasan rawan bencana (KRB) III. 
Kawasan itu, diprediksi paling rawan karena resiko terkena awan panas, aliran lava, guguran batu, lontaran batu pijar dan abu lebat. 
Pada KRB II merupakan area terdampak dengan intensitas menengah. Pada wilayah ini akan terkena awan panas, lontaran lava, lahar, lontaran material dan batu pijar. 
Sedangkan KRB III yang merupakan paling minimal akan terkena lahar dingin dan lahar hujan.
Disinilah peran relawan, mencegah terjadinya kehancuran masyarakat. 
Relawan mengabdi kepada bangsa mempertaruhkan nyawanya demi orang lain. 
Diceritakan, Tim Relawan Pasebaya Agung bekerja cekatan selalu mendahului pejabat atau petugas berada di daerah bencana. 
Mereka juga tidak banyak membuat atribut seperti yang dilakukan oleh partai politik, para relawan tidak pernah lelah untuk mengevakuasi warga yang masih bertahan di rumahnya. 
Begitu juga ternak wargapun juga tidak luput dari perhatian relawan. 
Maka dari itu, relawan tidak mengeluh maupun membandingkan antara besaran gaji dan risiko pekerjaannya yang cukup berbahaya. 
Pasebaya Agung juga melancarkan aksi penyelamatan terhadap aneka binatang liar dan ternak yang kekurangan pakan setelah ditinggal pemiliknya pergi mengungsi. 
Puluhan ekor anjing dan kucing yang kelaparan, misalnya, langsung dipasok makanan oleh tim relawan, yang kadang harus menempuh perjalanan yang cukup melelahkan menuju wilayah pemukiman warga yang umumnya berada di daerah berkemiringan cukup tajam di bagian lereng Gunung Agung. 
Demikian pula binatang-binatang liar seperti kera, musang, landak dan lain-lain yang kelaparan setelah habitatnya terganggu akibat hujan abu dan banjir lahar dingin Gunung Agung, juga diberi makan anggota tim relawan. 
Disinggung tentang risiko yang kemungkinan dihadapi sehubungan aktivitas gunung yang belum menunjukkan ada tanda-tanda mereda, pihaknya mengaku berpasrah terhadap Sang Pencipta (Tuhan Yang Maha Esa).
"Apapun yang akan terjadi, kami sudah pasrah. Yang penting, kami dapat berbuat sesuatu untuk kebajikan," tutupnya. (ART/*/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : BPS Rilis Penurunan Desa Tertinggal

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas