Patung Berbahan Baku Beton Laris ke Eropa
Banner Bawah

Patung Berbahan Baku Beton Laris ke Eropa

Atmadja - atnews

2019-10-09
Bagikan :
Dokumentasi dari - Patung Berbahan Baku Beton Laris ke Eropa
Slider 1
Gianyar, 9/10 (Atnews ) - Selain patung berbahan baku kayu, permintaan kerajinan patung yang dibuat dari bahan beton (kerangka besi dicampur pasir semen dan koral ) juga cukup laris di pasar ekspor, khususnya ke Eropa.
I Kadek Ariana perajin patung beton di banjar Kutri Singapadu Tengah Sukawati  Rabu (9/10) mengatakan, saat ini pihaknya  mengerjakan patung beton bentuk gajah dalam posisi duduk sebanyak 8 buah yang dipesan oleh pelanggannya dari Jerman.
"Satu patung dengan berat 1,5 ton ini dalam waktu 2 minggu sudah selesai saya buat," ucap Ariana sembari menambahkan harga jual satu patung berkisar Rp 15 juta. 
Dijelaskan, pihaknya sudah sebanyak 4 kali memasarkan patung beton ke Eropa khususnya Jerman. Namun, bentuk patung yang dipesan tiap tahunnya berbeda. Dicontohkannya , tahun lalu banyak dipesan patung beton motif abstrak seperti budha, dan jenis patung Yunani  lainnya. Tahun ini patung gajah posisi sedang duduk. (Mur/02).

Baca Artikel Menarik Lainnya : 21 Titik Gawat Darurat Sampah Plastik di Kawasan Pura Besakih

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas