Gapura Pasar Badung Kembali Gunakan Fiberglass, Jangka Panjang akan Ganti dengan Batu Bata Merah
Admin - atnews
2025-08-31
Bagikan :
Gapura Pasar Badung (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sewakadarma Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengaku perbaikan gapura Pasar Badung yang sempat rusak yang menggunakan fiberglass sudah rampung tiga/empat bulan lalu.
Perbaikan sementara aitu kembali dengan menggunakan fiberglass, namun untuk perbaikan jangka panjang, Perumda Pasar Sewakadarma sedang melakukan kajian untuk mengganti bahan fiberglass dengan batu bata merah.
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan koordiansi dengan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar dalam mengganti bahan fiberglass dengan batu bata merah.
"Koordiansi dengan PUPR Denpasar. Sementara masih menggunakan fiberglass," kata IB Kompyang Wiranata di Denpasar, Jumat (29/8).
Ditegaskan kembali Perumda Pasar Sewakadarma sedang mengkaji penggunaan batu bata merah untuk menggantikan bahan fiberglass agar lebih kuat dan awet.
Upaya itu agar gapura Pasar Badung tidak rusak, membahayakan pengunjung maupun pedagang.
Tujuan untuk mengganti bahan fiber secara permanen sebagai tanggung jawab pengelolaan aset Pasar Badung oleh Perumda Pasar, yang juga didasari masukan dari DPRD Kota Denpasar.
Sementara itu, Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar mengelola 17 pasar yakni Pasar Badung, Pasar Kumbasari Pagi, Pasar Kumbasari Malam, Pasar Cokroaminoto, Pasar Kreneng, Pasar Asoka, Pasar Anyar Sari, Pasar Lokita Sari, Pasar Pidada, Pasar Satrya, Pasar Ketapian, Pasar Abiantimbul, Pasar Sanglah, Pasar Gunung Agung Utara, Pasar Gunung Agung Malam, Graha Yowana Suci, Unit Parkir serta Unit Bina Sewakajaya.
Sedangkan, Perumda menerima bangunan Pasar Badung untuk dimanfaatkan setelah diserahkan oleh Pemkot Denpasar. Pembangunan pasar sebelumnya dilakukan oleh Disperindag Denpasar dan Dinas PUPR Denpasar.
Dalam kesempatan itu Gus Kompyang juga menyampaikan program kerja Perumda Pasar Sewakadarma untuk tahun 2025.
Termasuk menggenjot pengelolaan Graha Yowana Suci (GYS) yang menjadi program prioritas. (GAB/001)