Banner Bawah

Alkohol di WHO

Admin 2 - atnews

2025-12-04
Bagikan :
Dokumentasi dari - Alkohol di WHO
Prof Tjandra Yoga Aditama (its/Atnews)

Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama

Saya sedang di kota Zhangjiajie di Tiongkok. Disini dikenal beberapa jenis Arak, ada kuning, merah, biru dll. Di Indonesia kita juga mengenal Arak Bali. Pada dasarnya tentu Arak ini adalah minimum ber alkohol.

Laman WHO menyampaikan sedikitnya empat hal tentang alkohol dan kesehatan.

Pertama, minuman alkohol pada dasarnya mengandung ethanol, suatu bahan psikoaktif.

Ke dua, di dunia pada 2019 ada sekitar 2,6 juta kematian akibat alkohol. Dari jumlah ini, 1,6 juta kematian berhubungan dengan Penyakit Tidak Menular, 700. 000 kematian akibat kecelakaan dan 300.000 akibat Penyakit Menular.

Ke tiga, sekitar 400 juta orang di dunia, sekitar 7% dari penduduk berusia 15 tahun ke atas punya masalah kesehatan yang berhubungan dengan alkohol. 

Ke empat, WHO "Global alcohol action plan 2022–2030" yang telah disepakati semua anggota WHO, termasuk negara kita tentunya. Isinya ada enam kegiatan utama advokasi dan peningkatan pengetahuan, kerjasama dan koordinasi, dukungan teknis dan peningkatan kemampuan, pengetahuan dan informasi, serta mobilisasi sumber daya. 

*) Prof Tjandra Yoga Aditama, Dengan penjual buah di kota Zhangjiajie

Baca Artikel Menarik Lainnya : Dana Desa untuk Air Bersih Keperluan Rakyat

Terpopuler

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

Krisis dan Perang Timur Tengah 

Krisis dan Perang Timur Tengah 

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

Resmi Terbentuk, FAJI Buleleng Jajal Tukad Banyumala

Resmi Terbentuk, FAJI Buleleng Jajal Tukad Banyumala

Mengurai Dampak Perang Iran–Israel/AS terhadap Pariwisata dan Ketahanan Ekonomi Pulau Dewata

Mengurai Dampak Perang Iran–Israel/AS terhadap Pariwisata dan Ketahanan Ekonomi Pulau Dewata